My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (15)



"Vina mau pulangg"


Sejak kedatangan Daffa bersama dengan kembarannya Devina terus merengek dan minta untuk pulang, tapi tentu saja Daffa tidak akan memberikan izin untuk anaknya pulang sebelum dia benar-benar pulih. Apalagi tadi malam istrinya bilang kalau Devina terus terbangun dan dia juga memuntahkan lagi makan malamnya.


Bagaimana mungkin Daffa akan membiarkan Devina untuk pulang?


Akhirnya Daffa hanya diam dan memilih untuk tidak memberikan tanggapan setiap kali anaknya meminta untuk pulang. Meskipun Devina sudah memasang raut wajah sedihnya Daffa tidak akan luluh, dia mau anaknya sembuh.


"Vano aku mau pulang bilangin sama Daddy." Kata Devina dengan raut wajah sedih


"Kamu belum sembuh Vina." Kata Devano


"Vanoo aku mau pulang gak suka disini." Kata Devina lagi


"Nanti kalau udah sembuh baru pulang." Kata Devano


"Maunya sekarang Vano." Kata Devina dengan raut wajah memelas


Sebelum Devano menjawab seorang perawat datang dan membawakan sarapan untuk kembarannya yang langsung Daffa ambil. Melihat hal itu Devano bangun dari tempat duduknya dan membiarkan Daffa yang ingin menyuapi Devina.


Saat Daffa menatap wajah anak perempuannya itu dia menggelengkan kepala dengan cepat, menolak untuk makan. Menghela nafasnya pelan kalau sudah begini Daffa bisa kelepasan, Devina memang mirip sekali dengan Sahara, tapi Sahara sedikit lebih menurut.


Kalau sudah masuk rumah sakit Sahara akan menurut agar dia bisa segera pulang.


"Devina makan nanti sakit lagi perutnya." Kata Daffa


"Vina mau makan kalau habis ini boleh pulang ke rumah!" Kata Devina


"Vin jangan gitu, makan dulu." Kata Devano ketika melihat wajah Daffa yang mulai tidak bersahabat


"Enggak mauu!" Kata Devina


"Devina makan!" Kata Daffa dengan penuh penekanan


"Gak mau makan kalau gak boleh pulang!" Kata Devina


"Devina makan atau Daddy akan marah." Kata Daffa


Devina masih menggelengkan kepalanya.


"Aku gak mau makan." Kata Devina pelan


Daffa menghela nafasnya pelan lalu menaruh piringnya di atas meja yang ada di dekat ranjang anaknya.


"Yaudah terserah Vina jangan salahkan Daddy kalau kamu semakin lama di rawat di rumah sakit." Kata Daffa


"Daddyy"


Daffa diam sambil melangkahkan kakinya keluar, tapi sebelum itu dia menepuk pelan pundak anak laki-lakinya.


"Kalau Vina gak mau makan biarkan saja gak usah dipaksa." Kata Daffa


Setelah mengatakan hal itu Daffa berjalan keluar dari ruangan, dia tidak mau kalau nantinya malah lepas kendali dan memarahi Devina.


"Daddyyy"


Devano langsung menghampiri Devina sesaat setelah Daddy mereka keluar dari kamar dan dia melihat wajah sedih Devina serta matanya yang berkaca-kaca. Dia sangat tau kalau Devina sangat membenci rumah sakit dan takut sekali dengan jarum suntik, tapi Devina harus tetap di rawat untuk beberapa hari ke depan.


Dia tidak mau kalau nanti memaksa untuk pulang keadaan Devina malah semakin memburuk.


"Vano aku mau pulang." Rengek Devina


"Makan dulu yuk." Kata Devano


"Vano aku gak suka di rumah sakit mau pulang aja." Kata Devina lagi


Devano menghela nafasnya pelan lalu mengusap pipi kembarannya dengan sayang.


"Vina masih sakit belum boleh pulang, jangan buat Daddy marah ya? Vina mau kena marah Daddy?" Tanya Devano yang dijawab dengan gelengan oleh kembarannya


Devano tersenyum dengan tangan yang masih mengusap pipi kembarannya.


"Kalau Vina sakit nanti Vano yang kena marah, kemarin Daddy marah karena aku gak pulang dan bikin kamu gak mau makan malam." Kata Devano


"Tapi, bukan salah Vano." Kata Devina pelan


"Daddy marah sama aku karena Vina sakit dan nanti kalau Vina pulang terus tambah sakit gimana? Nanti Vano yang kena marah lagi bisa-bisa Vano dipukul sama Daddy." Kata Devano


Devina menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak mau kalau hal itu sampai terjadi.


"Sekaran Vina makan dan nurut sama Mommy dan Daddy, jadi Vina bisa cepat pulang ke rumah." Kata Devano


"Iya"


Devano tersenyum lalu mengambil piring yang tadi diletakkan Daffa di meja.


"Udah jangan sedih." Kata Devano


"Daddy pasti marah." Kata Devina pelan


"Enggak Vina, bukan marah Daddy itu cuman takut kalau nanti malah marahin atau bentak kamu." Kata Devano


"Bener?"


"Iya, percaya sama Vano kan?" Kata Devano


"Percaya"


"Yaudah sekarang makan nanti siang Ziko mau kesini habis kuliah." Kata Devano membuat mata Devina perlahan berbinar


Saat Devano mulai menyuapinya Devina membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan yang Devano berikan untuknya. Sedangkan dari luar Daffa tersenyum sambil mengintip dari celah pintu, Devano selalu berhasil dalam hal membujuk Devina.


Tadi dia bukan pergi pulang, tapi ke kantin rumah sakit dan membeli coklat untuk anaknya. Kembali memasang raut wajah datarnya Daffa membuka pintu dan masuk kedalam membuat kedua anaknya mendongak.


"Daddyy?"


Daffa berdeham pelan sambil berjalan mendekat dan melirik sarapan Devina yang hanya tinggal sedikit.


"Vina sudah makan Daddy jangan marah." Kata Devina


Menatap anaknya yang kini terlihat menggemaskan dengan raut wajah sedih membuat Daffa tidak bisa menahan senyumnya.


"Ini Daddy belikan coklat untuk kamu." Kata Daffa


Senyum Devina langsung mengembang dengan sempurna dan dia mengambi coklat itu sambil mengucapkan terima kasih.


"Makasih Daddyy"


"Nanti Mommy kesini agak siangan dan sebentar lagi Daddy harus ke kantor, Vina disini sama Vano ya?" Kata Daffa yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya


"Iya Daddy"


"Daddy udah kasih tau Kak Ara katanya dia bakal kesini nanti sore atau malam, Vina mau sesuatu sebelum Daddy berangkat kerja?" Tanya Daffa


Devina terdiam dan terlihat seperti sedang berfikir lalu mengatakan sesuatu dengan manja membuat Daffa tertawa kecil ketika mendengarnya, mirip sekali seperti Sahara kalau sakit.


"Mau pelukk Daddy"


Devano langsung berdiri dan memberikan ruang untuk Daffa agar bisa memeluk anaknya.


"Daddy janji bakal nurutin semua keinginan Vina kalau nanti sudah sembuh." Kata Daffa


"Benar Daddy?" Tanya Devina senang


"Hmm apapun"


"Sayang Daddyy." Kata Devina


Daffa tersenyum dia mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala anaknya dengan sayang.


Sesaat setelahnya Daffa melepaskan pelukannya karena ada telpon dan ternyata sekretarisnya.


"Daddy ke kantor dulu ya?" Kata Daffa


Devina mengangguk dan meminta Daddy nya itu untuk hati-hati.


"Vano jagaiin kembarannya, Daddy berangkat dulu nanti Mommy di antar sama Pak Hadi." Kata Daffa yang dijawab dengan anggukan oleh kedua anaknya


Setelah itu Daffa mengangkat panggilan telpon yang masuk dan bergegas pergi karena ada meeting sebentar lagi.


Di dalam ruang rawat Devina tersenyum sambil menatap coklat yang dibelikan Daddynya. Sedangkan Devano kembali mendudukkan dirinya dengan mata yang terus menatap Devina.


Bibirnya sudah tidak terlalu pucat dan Devina juga sudah tidak terlalu sering mengeluh sakit.


"Mau di buka coklatnya?" Tanya Devano


Devina menoleh lalu menggelengkan kepalanya pelan, dia baru saja makan.


"Emm untuk nanti saja, kenapa Vano gak kuliah?" Tanya Devina


"Mana bisa kuliah kalau kamu lagi sakit." Kata Devano sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Vano belum peluk aku." Kata Devina manja


Devano tertawa kecil lalu mendekat dan memberikan pelukan hangat untuk kembarannya membuat Devina tersenyum senang.


"Aku minta maaf karena udah buat kamu nangis bahkan sampai gak mau makan, maaf ya?" Kata Devano


Di dalam pelukan kembarannya Devina mengangguk.


"Gak bakal marahin Vina lagi kan?"


Devano melepaskan pelukannya dia tersenyum dan mencium kening Devina untuk waktu yang cukup lama.


"Enggak akan lagi"


Devina tersenyum senang lalu mengatakan kalau dia ingin tiduran lagi karena perutnya sedikit sakit.


"Pelan-pelan Vin nanti kena infusnya." Kata Devano


Setelah Devina berbaring Devano mengusap kepalanya dengan sayang dan Devina mengatakan kalau dia ingin tidur.


"Yaudah tidur aja dari tadi malam kan kebangun terus." Kata Devano


"Tapi, Vano disini aja ya?" Kata Devina sambil meraih tangan Devano dan menggenggamnya


"Iya Vina"


Devano tersenyum dan mengusap kepala Devina hingga perlahan gadis itu memejamkan matanya.


Meskipun ditempat yang tidak Devina sukai dia selalu merasa tenang kalau ada Devano.


¤¤¤


Updatee maaf ya sudah buat kalian menunggu😊