My Possessive Twins

My Possessive Twins
35 : Si Manja Devina



Kedatangan Sahara ke rumah membuat keadaan Devina semakin membaik apalagi ada si kecil Airlangga. Sudah sejak pagi Sahara sampai di rumah dan dia langsung menghampiri adik perempuannya, tanpa Airlangga karena anaknya itu sedang bersama orang tuanya.


Melihat keadaan adiknya Sahara langsung teringat Daddy nya yang pernah mengalami hal serupa ketika dia masih kecil. Di antara mereka bertiga hanya Devina yang memiliki alergi terhadap beberapa makanan laut seperti Daffa, sedangkan yang lainnya tidak.


Saat ini Sahara sedang menemani adiknya di kamar, seperti biasanya mereka ketika menghabiskan waktu akhir pekan bersama. Sejak tadi Devina bercerita tentang banyak hal membuat Sahara tersenyum dan mendengarkannta dengan serius.


"Jadi Vano sudah punya pacar?" Tanya Sahara tidak percaya


Dia sangat penasaran wanita seperti apa yang berhasil membuat adiknya yang cuek itu jatuh cinta.


"Belum pacar sih Kak, tapi mereka deket banget kemana-mana berdua bahkan Vano pernah bolos karena dia." Kata Devina membuat Sahara semakin tidak percaya mendengarnya


Dari dulu Devano sangat anti dengan yang namanya mencontek dan membolos.


"Kenapa mereka tidak pacaran?" Tanya Sahara bingung


Devina mengangkat bahunya, dia juga tidak mengerti kenapa Devano belum menjadikan Adara kekasihnya.


"Sepertinya Vano tidak tau cara menjadikan seorang gadis sebagai kekasihnya Kak." Kata Devina yang disetujui oleh Kakaknya


"Kamu benar mungkin itu alasannya." Kata Sahara


Mereka membicarakan Devano yang sedang membeli ice cream ke super market atas pemintaan Sahara juga Devina beberapa saat yang lalu dan setelah dia pergi keduanya langsung membicarakan Devano.


"Wanita itu baik kan?" Tanya Sahara penuh selidik


"Tadinya dia galak aku aja takut kalau dia ngeliatin, tapi sekarang enggak Vano juga pernah ajak dia ke rumah terus ketemu sama Mommy dan Daddy." Kata Devina


Sekali lagi Sahara menatap dengan tidak percaya, sudah sejauh itu adiknya bertindak.


"Sepertinya kita harus mendesak Devano untuk bercerita nanti." Kata Sahara


Baru akan bicara ponsel Devina berdering dan membuat dia mengambilnya lalu senyumnya mengembang ketika melihat nama kekasihnya tertera disana. Sedikit menjauh Devina mengetik sebuah balasan disana, takut ketauan Kakaknya nanti dia diledekin.


Sayangnya Ziko gimana kabarnya sekarang?


Kapan sekolah? Kangen banget banget banget sama kamu


Gemas sekali kekasihnya Devina jadima cubit pipinya kalau dekat.


Udah baik Ziko besok udah sekolah kok


Selesai mengirim pesannya Devina meletakkan ponselnya di nakas dan bersamaan dengan itu Devano muncul dengan plastik ditangannya membuat Devina juga Sahara tersenyum senang. Setelah itu keduanya mulai menyantap ice cream yang tadi dibelikan Devano, sedangkan pria itu terlihat sibuk dengan ponselnya.


Diam-diam Sahara mengintip adiknya yang terlihat sedang mengetik dan Devano tersenyum!


Catat ya Devano tersenyum!


Astaga siapa yang sudah membuat adiknya itu tersenyum?


Merasa diperhatikan Devano mendongak dan melihat Kakaknya yang berusaha mengintip. Menghela nafasnya pelan Devano mematikan layar ponselnya membuat Sahara berdecak kesal.


"Lihat!" Kata Sahara galak


"Lihat apa Kak?" Tanya Devano


"Hp kamu lihat!" Kata Sahara lagi


"Untuk apa?" Tanya Devano


"Mau lihat pacar kamu." Kata Sahara membuat Devano mengerutkan dahinya bingung


Seakan sadar dia menatap Devina yang hanya menunjukkan cengirannya, tidak merasa bersalah sama sekali.


"Pacar apa Kak?" Tanya Devano


"Yaudah bukan pacar, tapi gebetan. Cepet mau lihat." Paksa Sahara dengan wajah galaknya


"Males ih Kak." Kata Devano membuat Sahara mengerucutkan bibirnya sebal


"Lihat! Kalau gak boleh aku malas nih kesini lagi." Ancam Sahara


Helaan nafas terdengar sebelum Devabo kembali menghidupkan ponselnya dan membuka kunci lalu menyerahkan kepada Sahara yang terlihat senang. Menggelengkan kepalanya pelan Devano hanya bisa pasrah ketika Devina mendekat dan ikut melihat isi ponselnya.


Tidak ada yang aneh selain isi pesannya dengan Adara yang terlalu banyak bertanya juga obrolan tidak penting dan foto dirinya dengan Adara.


Sial!


Sial!


Mereka tidak boleh melihatnya atau Devano akan menjadi bahan ledekan terus menerus, tapi baru saja ingin merebut ponselnya mereka sudah menemukan foto itu.



Sahara langsung berseru senang begitu juga dengan Devina yang meminta agar foto itu dikirim ke ponselnya.


"Jangan Kak." Kata Devano


Seolah tidak mendengar Sahara tetap mengirimkan foto itu ke ponselnya dan Devina membuat Devano hanya bisa pasrah. Sebenarnya itu hanya foto biasa bahkan yang terlihat hanya sebatas hidung Devano dan Adara saja, tapi tetap saja hal itu membuat kedua wanita kesayangannya senang bukan main.


Bagaimana tidak kalau Devano si cuek yang pernah dikira menyukai kembarannya sendiri itu ternyata memiliki seorang wanita yang dia sukai.


"Dia wanita seperti apa Van? Cerewet ya kayak Vina?" Tanya Sahara sambil menatap Devano dengan penuh rasa ingin tau


"Enggak"


"Hmm kalau gitu manja?" Tebak Sahara lagi


"Enggak"


"Cengeng?"


"Enggak"


"Terus apaaa?" Tanya Sahara penasaran


Devano menghela nafasnya pelan sebenarnya dia enggan untuk menjawab, tapi Sahara terus memaksanya hingga akhirnya dia membuka suara.


"Dia wanita yang selalu berusaha untuk terlihat kuat di depan orang lain meskipun ada rasa sakit yang harus dia tahan." Kata Devano


Matanya menerawang ke depan bayangan Adara muncul dihadapannya.


Wanita yang selalu memasang wajah datarnya dan bertengkar dengan banyak orang, ikut tawuran dan melabrak orang lain.


Tapi, dia juga wanita yang selalu menahan rasa sakit setiap harinya.


"Ehh dia chat." Kata Sahara membuat Devano berusaha untuk mengambil ponselnya


"Sini Kak"


Sahara menjauhkan ponsel Devano dan langsung memencet tombol untuk melakukan panggilan vidio membuat adik laki-lakinya itu membulatkan matanya.


"Kak Araaa"


Beberapa saat setelahnya panggilan vidio itu di angkat membuat Sahara mendorong sedikit tubuh Devano lau tersenyum ke layar ponsel yang memperlihatkan Adara dengan wajah bantalnya, mungkin baru bangun tidur.


"Halo cantikk"


Terlihat Adara yang mengerutkan dahinya bingung, dia memang belum tau tentang Sahara hanya pernah dengar saja, tapi tidak pernah tau wajahnya.


"Aku Kakaknya Vano." Kata Sahara seolah mengerti kalau wanita disebran sana itu sedang kebingungan


Terlihat raut wajah terkejut sebelum Adara tersenyum dan menyapanya dengan ramah.


'Hai Kak Ara?'


"Ehh kamu tau nama aku?" Tanya Sahara senang


'Vano pernah cerita tentang Kakak, tapi gak pernah kasih lihat foto makanya aku gak tau'


Sahara mengangguk faham dia membawa Devina untuk ikut serta dan membiarkan Devano yang hanya bisa pasrah.


"Kamu pacarnya Vano ya?" Tanya Sahara


Ada dua jawaban yang Sahara dapatkan.


'Enggak Kak..'


"Iya"


Sahara menatap Devano dengan mata memicing lalu tertawa.


"Kamu di tolak ya Van?" Tebak Sahara membuat Devano mendengus kesal ketika mendengarnya


Mengabaikan Devano yang terlihat kesal Sahara kembali menatap layar ponselnya dan mengajak Adara berbincang.


"Vano nakal ya kalau di sekolah?" Tanya Sahara


'Enggak Kak dia malah murid kesayangannga guru-guru'


"Kesayangannya kamu juga?" Tanya Sahara jahil


Dia tertawa melihat Adara yang terlihat salah tingkah.


"Kak udah matiin aja ya?" Kata Devano


"Apasih Van?! Kakak kan gak ajak kamu ngobrol." Kata Sahara galak


"Kasiannn"


Devano berdecak kesal dan menoyor kepala kembarannya hingga membuat Sahara menegurnya.


"Vano!"


Menghela nafasnya pelan Devano merebahkan dirinya di ranjang dan membiarkan keduanya melakukan apa yang mereka inginkan.


Devano memang selalu merindukan Sahara, tapi setiap kali Kakaknya itu datang dia akan diganggu habis-habisan.


Mungkin itu yang selalu membuat Devano rindu dengan Kakaknya.


¤¤¤


Pukul tujuh malam Sahara sudah kembali ke rumahnya dan sekarang Devina sedang bersama dengan Daddy nya di kamar. Sambil berbaring Daffa yang duduk di tepian ranjang mengusap sayang puncak kepala anaknya dan membuat Devina tersenyum senang.


Hari ini Daffa senang sekali dengan kehadiran Sahara juga cucunya yang membuat suasana rumah menjadi sangat ramai dan lagi keadaan Devina sudah semakin membaik. Setelah makan malam dan Sahara pulang Daffa memutuskan untuk menemani anaknya sampai tertidur.


"Panasnya sudah turun." Kata Daffa membuat Devina tersenyum senang


"Besok boleh sekolah kan?" Tanya Devina sambil menatap Daffa dengan penuh harap


"Hmm boleh, tapi janji ya jangan kayak gitu lagi kasihan Mommy dia cemas sekali." Kata Daffa


"Iya Daddy janji." Kata Devina


"Gimana sekolah kamu?" Tanya Daffa dengan lembut


"Baik Daddy tidak ada masalah." Kata Devina


"Daddy dengar ada yang pernah menampar anak kesayangan Daddy beberapa bulan yang lalu." Kata Daffa membuat Devina mendongak dan menatapnya dengan ragu


"Dia sudah minta maaf kok Daddy." Kata Devina sambil tersenyum


"Dengar ya sayang Daddy tidak akan diam lagi kalau hal yang sama sampai terulang." Kata Daffa


"Siap Daddy"


Tersenyum senang Daffa membiarkan anaknya menggenggam tangannta dengan lembut.


"Daddy mau tau sesuatu gak? Tapi, jangan marah." Kata Devina


Dahi Daffa berkerut ketika mendengarnya dan dia langsung bertanya.


"Apa hmm?" Tanya Daffa


"Vina punya pacar, tapi Vina janji gak bakal macem-macem dan janji juga gak bakal lupa sama sekolah." Kata Devina dengan cepat membuat Daffa tertawa mendengarnya


Dia tidak masalah untuk hal itu karena menurutnya wajar saja apalagi untuk anak muda. Selagi mereka tidak berbuat macam-macam dan tetap fokus pada sekolahnya Daffa tidak masalah dengan itu semua.


"Sama laki-laki yang sering datang kesini? Siapa namanya? Ziko?" Tanya Daffa


"Iya Daddy! Dia baik kan?" Kata Devina dengan semangat


"Hmm dia baik dan bisa membuat anak Daddy senang juga." Kata Daffa membuat Devina tersenyum senang


"Berarti boleh kan? Daddy tidak marah kan?" Tanya Devina


"Tidak sayang"


Tersenyum senang Devina benar-benar menyayangi Daddy nya yang sangat perhatian kepadanya.


"Sayang Daddy"


Ikut tersenyum Daffa mencium kening anaknya sebentar lalu menyuruhnya untuk segera tidur agar besok tidak bangun kesiangan.


Untung saja masih ada anak kembarnya yang membuat rumah ini terasa ramai.


Apalagi Devina si manja yang selalu membuat orang-orang tersenyum bahagia.


¤¤¤


Satu part aja ya untuk hari ini😉


Besok aku double atau triple update dehh😂