
Adara terdiam dengan raut wajah terkejut kala mendengar pernyataan Dokter Intan bahwa bayi yang sedang dia kandung kembar dan usianya memasuki minggu ketiga. Sungguh Adara tidak bisa berkata-kata, tapi suaminya tersenyum senang dia langsung mendekat dan mencium kening Adara hingga berkali-kali sambil menggumamkan ungkapan syukur dan rasa Terima kasih.
Terdiam cukup lama Adara tertawa kecil lalu melihat ke arah layar yang ada di sampingnya dan tersenyum, dia mendengarkan penjelasan Dokter mengenai kandungannya. Rasanya senang ketika tau bahwa bayi dalam kandungannya sehat dan baik-baik saja.
Kembar?
Adara tidak bisa membayangkan akan selucu apa anak-anaknya, dia yakin mereka akan sangat lucu melihat betapa tampannya sang suami dan lucunya Devano juga di beberapa situasi. Seperti sekarang Devano terlihat begitu antusias matanya berbinar dia tak berhenti bertanya pada Dokter membuat Adara tersenyum.
Dia telah membuat suaminya merasa begitu bahagia.
"Makasih sayang"
Devano mencium lagi kening Adara lama membuat Adara memejamkan matanya untuk sesaat dan Dokter Intan hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Baiklah aku akan resepkan beberapa vitamin." Kata Dokter Intan
Devano mengangguk lalu mengikuti Dokter Intan bersama dengan Adara dan duduk berhadapan dengannya.
"Sejauh ini tidak ada masalah janinnya dalam kondisi yang baik, tapi tolong hindari pekerjaan yang terlalu berat dan jangan sampai istri anda banyak fikiran apalagi sampai stress ah jangan lupa pola makannya juga harus teratur." Kata Dokter Intan
Devano mengangguk dia menatap Adara lagi lalu mengusap kepalanya dengan sayang.
"Aku sarankan untuk minum susu hamil juga, tapi kalau istri anda mual bisa dihentikan." Kata Dokter Intan lagi
"Terima kasih banyak Dok." Kata Devano
"Sekali lagi selamat aku ikut senang dan Devano sampaikan salam saya untuk orang tua kamu ya?" Kata Dokter Intan
"Iya Dok"
"Adara jaga kesehatannya ya? Kemari setiap bulan untuk pemeriksaan rutin." Kata Dokter Intan lagi
Keduanya mengangguk lalu berterima kasih dan setelahnya keluar dari ruangan karena masih ada beberapa pasien lagi.
"Kamu mau apa Ra? Bilang ke aku ya?" Kata Devano
Adara mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Aku belum mau apa-apa Van." Kata Adara
"Nanti kalau mau bilang ya?" Kata Devano lagi
Adara mengangguk singkat sebagai jawaban dia bersandar pada lengan Devano membuat suaminya itu tersenyum.
Begitu sampai di parkiran Adara langsung masuk ke dalam bersama dengan Devano dan tanpa menunggu lagi Devano melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
"Kita mau kemana Van?" Tanya Adara sambil menatap suaminya
"Ke rumah Ziko ya? Tadi aku udah bilang." Kata Devano
"Hm boleh"
Adara tersenyum dia menunduk lalu mengusap perutnya dengan sayang.
"Mereka laki-laki atau perempuan ya?" Kata Adara
"Semoga perempuan." Kata Devano
"Kamu mau anak perempuan?" Tanya Adara
"Iya atau satu laki-laki dan satu perempuan." Kata Devano
"Bener juga mereka kan kembar pasti lucu ya Van? Aku sering iri kalau liat kamu sama Vina kamu perhatian banget sama dia aku mau mereka juga gitu." Kata Adara sambil tersenyum
Devano ikut tersenyum mendengarnya.
"Aku gak pernah sangka bakal sejauh ini Van dulu jangankan menikah pacaran aja aku enggak pernah kepikiran." Kata Adara
"Makasih ya Van kalau enggak kenal kamu mungkin aku masih jadi Adara yang dulu yang kerjaannya tawuran dan gak punya masa depan." Kata Adara
"Enggak perlu bilang makasih sayang." Kata Devano
Adara tersenyum dia bersandar pada jok mobil dan menatap lurus ke arah Devano dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Ah Adara tidak bisa membayangkan akan sehancur apa hidupnya kalau dia tidak bertemu dengan Devano.
°°°°
"Adaraaaa"
Adara tersenyum senang dia berlari kecil menghampiri Devina yang menyambutnya dengan antusias dan mereka berdua berpelukan membuat Devano tersenyum melihatnya. Cukup lama keduanya berpelukan hingga Ziko menyuruh mereka berdua masuk terlebih dahulu.
Sampai di dalam rumah Adara duduk di samping Devina oh iya mereka belum bilang pada Devina tentang kabar baiknya, rahasiakan dulu sebentar lagi. Tersenyum manis Adara menatap Devina lalu melirik ke perut Devina yang masih rata.
Ah lucu sekali mereka hamil bersamaan.
"Gimana kabar kamu Vin? Sehat kan keponakan aku?" Kata Adara
"Baikk dan sehat bangett hehe aku tiap hari makan sayuran terus di suruh Mama." Kata Devina
Adara mengangguk faham lalu dia melirik Devano sekilas.
"Vin"
"Iyaaa"
Devano tersenyum sebentar dia juga menatap Ziko yang ikut tersenyum ah iya kalau Ziko sudah di beri tau lebih dulu.
"Adara"
"Heemmm"
"Adara juga bakal punya baby." Kata Devano
Devina terdiam sejenak matanya membulat bibirnya sedikit terbuka menandakan bahwa dia sangat terkejut.
Sesaat setelahnya Devina tertawa senang lalu memeluk Adara dan menggerakkan tubuh mereka ke kanan dan kiri.
"Yeee bareng." Kata Devina
"Baby twins juga." Kata Devano lagi
Devina semakin terkejut dia menatap Adara lagi yang tersenyum.
"Nanti ramee kalau anak kita di gabungin ada empat." Kata Devina
"Lucu ya?" Kata Adara
Devina mengangguk singkat dia melirik Devano sekilas lalu tersenyum jahil dan berbisik di telinga Adara.
"Nanti kita kerjain Vano ya?"
Adara ikut tertawa lalu mengangguk dan dia memeluk Devina lagi.
Para suami hanya bisa tersenyum melihatnya.
Wah akan sangat menyenangkan ada dua ibu hamil sekarang.
°°°°°
Aku updateeee🥰
Baby twins nya cewek apa cowok yaa?