
Alex tersenyum menyebalkan pada Devano yang naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan Cessa, dia jelas datang bersama dengan Adara tanpa baby twins karena Adara meninggalkannya di rumah bersama dengan orang tua Devano karena takut mereka menangis. Tertawa pelan Devano mengucapkan selamat dia juga mengatakan pada Alex agar segera menyusulnya untuk memiliki anak membuat Cessa langsung melotot karena kesal.
Devano bersama Adara tertawa pelan, mereka berdua ikut senang dengan pernikahan Cessa dan Alex yang memang sudah lama sekali di nantikan. Mungkin sejak satu tahun sebelumnya mereka merencanakan pernikahan, tapi baru berlangsung hari ini dan jelas saja hal itu membuat banyak orang merasa bahagia.
"Jadi kan ya gue nikah?"
Devano tertawa mendengar perkataan Alex disertai wajah menyebalkan pria itu.
"Ces jagain suaminya tuh takut masih ganjen." Kata Devano membuat Cessa tertawa pelan
"Gak usah fitnah ya Devano." Kata Alex sebal
Adara ikut tertawa dia memeluk pelan sayang lengan Devano.
"Van udah rame tuh." Kata Adara
Devano mengangkat sebelah alisnya lalu menoleh ke belakang dan melihat sudah ada beberapa orang yang ingin menemui Alex.
"Gue turun deh sekali lagi congrats ya Lex gue tunggu keponakan gue." Kaya Devano
Alex tertawa pelan mendengarnya dia hanya mengangguk saja sebagai tanggapan begitu juga dengan Cessa yang ada di sampingnya. Sekali lagi Adara memeluk Cessa dan mengucapkan selamat untuknya baru setelah itu turun.
Keduanya menghampiri Gara dan yang lainnya di bawah mereka tengah menyantap hidangan yang ada.
"Gila betah nih gue makan." Kata Yuda sambil tertawa
"Yee dasar." Kata Erick
Yudah hanya tertawa dan mengambil lagi makanan yang ada di dekatnya.
"Udah dua aja nih temen gue yang nikah Vano sama Alex habis ini siapa lagi ya?" Kata Gara
"Lo"
Gara tersentak sendiri membuat Devano dan Adara tertawa pelan melihatnya.
"Dih kok gue?" Kata Gara
"Lo yang udah punya pacar." Kata Erick sambil mengangkat bahunya acuh
"Tau, kenapa gak di ajak cewek lo?" Tanya Yuda
"Enggak ah takut naksir Erick dia pernah liat foto Erick terus bilang ini ganteng yang siapa namanya? Gitu dia bilang." Kata Gara
Mereka kembali tertawa mendengar perkataan Gara.
"Dia ngomong doang kali Gar enggak mungkin naksir gue." Kata Erick sambil tertawa
Gara hanya bergumam pelan saja dia menatap Devano dan Adara yang terlihat begitu serasi.
"Mana anak lo berdua? Bukannya di ajak." Kata Gara
"Iya nih Vano." Kata Yuda ikutan
"Gue kan mau ketemu si cantik." Kata Erick juga
"Takut nangis, jadi di tinggal di rumah sama Mommy." Kata Devano
"Ah kenapa takut nangis kan ada kita bertiga." Kata Yuda
"Iya lo bertiga yang sering buat anak gue nangis." Kata Devano
Devano jelas masih ingat ketiga temannya itu yang mengganggu anak-anaknya sampai menangis, mereka terus saja mencium si kembar lebih parah lagi Alex suka banget cubit pipi anaknya sampai mereka nangis.
"Van udah yuk pulang aku takut anak-anak nangis ini udah mau sore mereka pasti bentar lagi bangun." Kata Adara
Devano menatap istrinya lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Gue sama Adara balik duluan ya?" Kata Devano
"Oke salam buat nyokap bokap lo Van nanti kita maen ke sana." Kata Erick
Devano mengangguk singkat lalu mengajak Adara untuk menemui Alex dan Cessa.
Sampai di atas mereka langsung berpamitan dan kembali mengucapkan selamat baru setelahnya pergi keluar dari gedung. Adara tidak tenang dia takut anak-anaknya menangis karena ini sudah cukup sore biasanya anak-anaknya pasti sudah bangun dan minta susu.
'Iya sayang'
"Mama si kembar udah bangun belum? Adara udah di jalan pulang." Kata Adara
'Belum Adara'
"Adara takut mereka bangun." Kata Adara
'Belum sayang udah tenang aja'
"Iya Ma"
'Yaudah matikan telponnya ya?'
"Iya Mama"
Adara mematikan telponnya dan memasukan lagi ponselnya ke dalam tas.
"Belum bangun?" Tanya Devano sambil melirik Adara sekilas
"Belum Van aku tuh takut mereka udah bangun nanti ngerepotin Mama kamu apalagi Nadhin kalau bangun tidur rewel banget." Kata Adara membuat Devano tersenyum mendengarnya
"Udah tenang aja kita kan udah pulang." Kata Devano
Adara mengangguk singkat dia berusaha untuk tenang karena kedua anaknya masih tertidur lelap dan belum bangun.
Adara rasa sekarang pikirannya akan selalu tertuju pada kedua anaknya.
°°°°
Lega sekali rasanya ketika sampai di rumah anak-anaknya masih tidur dan belum bangun lalu mertuanya bilang kalau si kembar sangat nyenyak. Sekarang Adara sudah mandi dan mengganti pakaiannya dia berbaring di dekat kedua anaknya sambil memperhatikan mereka yang benar-benar lelap.
Tangan Adara mengusap pipi Nathan dengan sayang dan anak itu tetap diam begitu juga dengan Nadhin, kelihatannya kedua anaknya memang sangat mengantuk. Namun, beberapa saat setelahnya ternyata suara rengekan Nathan terdengar di susul dengan tangisannya.
Adara tersenyum tipis dia melihat Nathan yang menangis membuat Adara langsung membawa bayi mungil itu ke dalam dekapannya. Memberikan susu untuk Nathan anak itu langsung diam dan menyusu pada Adara dengan mata yang melihat ke arahnya.
"Ganteng banget sih kayak Papa." Kata Adara dengan senyuman manis di wajahnya
Adara mengusap terus pipi Nathan membuat anaknya itu menatapnya dengan lucu.
"Kalau udah besar jadi incaran cewek-cewek nih pasti kayak Papa." Kata Adara lagi
Nathan terlihat tampan meskipun masih bayi dia juga semakin terlihat mirip dengan Devano sekarang.
"Nanti harus jagain Nadhin kalau sudah besar ya?" Kata Adara
"Iya Mama"
Adara tersentak dia menoleh dan melihat Devano lalu tertawa pelan.
Devano mendekat dan duduk di dekatnya dia mencium sayang kening Nathan lalu mengusap pipinya.
"Mama tenang nanti Papa bakal ajarin Nathan untuk jadi kembaran yang baik untuk Nadhin." Kata Devano lagi
Adara tersenyum mendengarnya dia menatap lagi Arthan yang masih asik menyusu.
"Dia makin mirip kamu Van." Kata Adara sambil mendongak dan menatap wajah Devano
"Ganteng ya?" Kekeh Devano
"Iya nanti banyak yang naksir kalau dia udah besar kayak kamu." Kata Adara
"Tapi, sukanya cuman sama kamu aja." Kaya Devano
Adara tertawa dan hanya diam ketika Devano mencium pipinya lama.
Ya, banyak yang menyukai Devano, tapi hati Devano hanya untuk Adara saja tidak untuk yang lainnya.
°°°°
Sebagai ganti kemarin aku enggak jadi update hari ini aku update duaa part yaaaa❤