My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (17)



Tadi malam Devina kembali muntah dan merasakan sakit di perutnya hingga membuat dia menangis, padahal seharian tadi Devina baik-baik saja bahkan dia terlihat senang, tapi ketika malam entah karena apa Devina kembali merasakan perutnya yang terasa perih. Sekarang Devina masih tertidur meskipun jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi mungkin karena hampir semalaman tidak bisa tidur tadi Devina baru tidur ketika pukul tiga pagi.


Saat ini Daffa yang sedang menjaga anaknya karena istrinya tengah pulang untuk mandi dan berganti pakaian kalau Devano dia harus ke kampus untuk ujian. Tadinya pria itu enggan untuk pergi, tapi atas paksaan Daffa yang mengatakan kalau dia yang akan menjaga Devina barulah anak itu menurut.


Helaan nafas Daffa terdengar kala melihat wajah Devina yang kembali memucat padahal kemarin sudah tidak. Tangannya terulus untuk mengusap pipi anaknya dengan sayang, dia selalu takut berlebihan kalau sudah menyangkut keluarganya.


"Vina cepat sembuh ya? Mommy sama Daddy cemas sekali kalau melihat kamu begini biasanya rumah selalu ramai kalau ada kamu." Kata Daffa pelan


Tidak ada sahutan karena Devina masih tertidur dan sesaat setelahnya ponsel Daffa berdering dimana Devano yang menelpon. Hal itu membuat Daffa tersenyum, anaknya sama persis dengan dia.


"Ada apa Vano?" Tanya Daffa


'Dad habis ujian Vano ke rumah sakit lagi ya? Vano gak masuk pelajaran habis ini karena tidak ada ujian'


"Vano kuliah saja biar Mommy yang menjaga Vina." Kata Daffa


Anaknya memang cukup keras kepala.


'Vano gak mau Dad. Gak bisa fokus kalau Vina masih sakit gitu, pleasee'


"Yaudah terserah kamu, tapi jangan sampai kamu terlewat dengan perkuliahan kamu ya?" Kata Daffa


'Iya Dad pasti Vano bisa janji'


Daffa tersenyum lalu matanya menangkap Devina yang perlahan membuka matanya.


"Daddy tutup telponnya Vina sudah bangun." Kata Daffa


Tanpa menunggu jawaban dia mematikan telpon dari anaknya lalu menatap Devina dengan senyuman dan tangan yang mengusap pipi anaknya dengan lembut.


"Sudah bangun? Vina mau minum?" Tanya Daffa


Devina mengangguk singkat membuat Daffa langsung mengambilkan minum untuk anaknya dan membantu Devina untuk minum.


"Daddy disini?" Tanya Devina pelan


"Iya Mommy lagi pulang dan Vano ada ujian." Kata Daffa menjelaskan


Devina tersenyum dan mengangguk singkat lalu memiringkan tubuh untuk menghadap Daddy nya.


"Daddy enggak kerja?" Tanya Devina


"Tidak, ada Om Farhan di kantor, jadi bukan masalah." Kata Daffa dengan senyuman


"Vina jelek yaa? Vina dua hari enggak mandi cuman di lap aja terus ganti baju." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya


Daffa tertawa kecil mendengarnya lalu mengatakan kalau dia selalu cantik.


"Vina selalu cantik." Kata Daffa


Devina meraih tangan Daddy nya yang ada di pipi lalu tersenyum.


"Vina sakit terus ya? Daddy capek gak jagaiin Vina?" Tanya Devina


"Tidak Devina"


"Daddy mau pulang ke rumah aja." Kata Devina dengan raut wajah sedihnya


"Nanti ya?" Kata Daffa


"Pulang Daddyy." Pinta Devina


Matanya berkaca-kaca menahan tangis membuat Daffa menghela nafasnya pelan.


"Vina kan masih sakit." Kata Daffa


"Tapi, Vina mau pulang." Kata Devina lagi


Air matanya jatuh membuat Daffa langsung menghapusnya dengan lembut.


"Vina mau apa biar Daddy belikan." Kata Daffa berusaha membujuk


"Mau pulang"


"Devina sayangnya Daddy dengar ya? Vina kan lagi sakit kalau pulang nanti tambah sakit gimana? Memang Vina mau?" Tanya Daffa


"Vina gak suka disini." Kata Devina


"Cuman sebentar kok kalau hari ini Vina udah sehat lagi besok kita pulang." Kata Daffa


"Benar Daddy?" Tanya Devina


"Iya makanya hari ini Vina makan yang banyak dan minum obatnya, oke?" Kata Daffa


Daffa tersenyum dan menautkan jarinya disana.


"Janji, nah sekarang makan sarapan dulu." Kata Daffa


Daffa beranjak dari tempat duduknya lalu memgambil makanan yang tadi di antarkan perawat.


"Mau disuapin atau makan sendiri?" Tanya Daffa


"Suapinn"


Tersenyum manis Daffa mulai menyuapi anaknya dengan hati-hati dan penuh kelembutan sambil sesekali mengajaknya mengobrol. Tidak terasa Devina kini menghabiskan semua makanannya membuat Daffa tersenyum senang lalu mencium kening anaknya dengan lembut.


Selesai makan Devina masih duduk diam, dia merasa bosan karena hanya duduk diam saja. Melirik Daddy nya yang baru saja membuang sampah Devina minta untuk di ajak keluar.


"Mau keluar?" Tanya Daffa dengan alis bertaut


Devina menganggukkan kepalanya sambil memasang raut wajah penuh permohonan.


"Yaudah Daddy ambilkan kursi roda sebentar ya?" Kata Daffa


Devina kembali mengangguk kali ini dengan senyuman lebarnya, dia bosan dari kemarin hanya berdiam diri disini. Tidak butuk waktu lama Daffa kembali dengan membawa kursi roda lalu membantu Devina untuk duduk dan mengajaknya keluar.


Mereka pergi ke taman rumah sakit dan Devina merasa tenang, dia dapat merasakan betapa sejuknya angin yang menerpa wajahnya. Ada beberapa pasien juga yang keluar dari ruangan dan pergi kesana.


"Disini saja ya?" Kata Daffa


Devina mengangguk dan melirik Daddy nya yang sekarang duduk dibangku yang ada tepat disebelahnya.


"Daddy"


"Iya Vina?"


"Vina mau jujur boleh?" Tanya Devina


Daffa menoleh sambil menatap anaknya itu dengan penuh tanda tanya.


"Boleh"


"Tapi, Daddy janji dulu gak bakal marah sama Vina." Kata Devina


"Iya Daddy janji." Kata Daffa


"Ehmm waktu Vano marah terus nginap di rumah temannya itu semua salah Vina." Kata Devina


"Kenapa salah Vina?" Tanya Daffa


"Vina udah nyembunyiin sesuatu dari Vano yang buat dia marah dan bentak Vina sampai Vina nangis." Kata Devina


"Apa yang kamu sembunyikan Vina?" Tanya Daffa


Devina menggigit bibir bawahnya pelan lalu memceritakan semuanya pada Daffa tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Mendengar hal itu tentu saja Daffa juga merasa marah, dia juga tidak terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu.


"Daddy jangan marah tadi sudah janji dan Kak Yuna juga sudah minta maaf sama Vina." Kata Devina pelan


Mengingat anaknya sedang sakit dan juga tau bahwa Devano sudah berindak Daffa tersenyum sambil mengusap puncak kepala Devina dengan sayang.


"Iya enggak"


Devina tersenyum lalu ketika merasa hawa semakin dingin dia minta untuk kembali ke ruang rawatnya.


Mendengar hal itu Daffa mengangguk singkat lalu membawa Devina kembali ke ruangannya dan membantu anaknya itu untuk kembali berbaring di ranjang.


"Vina pucat"


Devina hanya mengangguk singkat.


"Vina besok pulang"


Daffa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya besok Vina pulang"


Pulang kalau besok keadaannya sudah benar-benar membaik.


¤¤¤


Pendek ini guys soalnya edisi spesial si manja Devina dengan Daddy nya😂


Masih ada lagi kok😂 Tadi pagi habis uts makanya baru up sekarang😉