
Nadhin berguling di atas ranjang orang tuanya dia baru saja bangun dan kini berada di kamar bersama dengan Devano kalau Nathan ada bersama Adara sedang mandi, jadi Devano diminta menjaga Nadhin lebih dulu. Anak itu sudah berusia satu tahun sekarang Nadhin dan Nathan tumbuh menjadi anak yang menggemaskan juga tidak nakal.
Mereka sangat tenang bahkan kalau di beri mainan langsung diam mungkin hanya Nadhin yang sedikit rewel karena dia perempuan, tapi Nathan sangat pendiam bahkan Devano dulu tidak sependiam itu. Setia hari Nathan hanya bermain bersama Nadhin dia tidak suka di ajak keluar dan selalu menempel pada Adara juga Fahisa.
Sekarang Devano asik memperhatikan Nadhin yang masih berguling di atas ranjang, tapi Devano sudah membatasi ujung ranjang dengan guling agar anaknya tidak jatuh.
"Nadhin"
Mata anak itu menatap Devano mata hitamnya membulat dia terlihat begitu menggemaskan.
"Paa"
Devano tersenyum dia mengusap pipi anak itu dengan sayang membuat Nadhin tertawa pelan.
Nadhin bangun dia menghampiri Devano dengan merangkak membuat Devano langsung mendekap anaknya itu dengan sayang.
"Mamm"
"Mam? Nadhin lapar ya?" Kata Devano sambil mengusap pipi Nadhin dengan sayang
"Mammm"
"Mau mam apa mau Mama?" Tanya Devano lagi
"Mamama"
Nadhin terus bicara dengan wajah lucunya membuat Devano gemas sendiri melihatnya. Tak lama Adara keluar dengan Nathan dalam dekapannya anak laki-laki nya itu masih memakai handuk dia memainkan wajah Adara lalu tertawa.
Melihat hal itu Devano tertawa pelan apalagi ketika Adara membaringkan Nathan di atas ranjang dan mengeringkan tubuhnya.
"Ayo pakai bajunya Nathan." Kata Adara
Nathan hanya diam sambil menatap Adara dengan wajah lucunya, dia memang sangat penurut. Memakaikan minyak telon, bedak dan semacamnya Nathan hanya diam mungkin hanya sesekali anaknya itu menggerakkan tangannya.
Saat dipakaikan baju dia juga hanya diam tak banyak bergerak seperti Nadhin yang biasanya agak rewel ketika memakai baju setelah selesai mandi. Nathan benar-benar hanya diam hingga Adara selesai membuat Adara tersenyum senang dan mencium gemas pipinya.
"Pintar banget anak Mama." Kata Adara
"Maaa"
Nathan memanggilnya sambil berusaha menggapai wajah Adara.
"Sama Papa ya? Mama mau mandiin Nadhin." Kata Adara sambil mencium kening anaknya dengan sayang
Adara membaringkan Nathan di dekat Devano lalu menghampiri Nadhin yang masih berbaring di dekat Devano juga.
"Ayo mandi cantiknya Papa." Kata Adara
Nadhin tertawa dia menempel pada Adara begitu di gendong membuat Adara tersenyum dan mencium sayang pipinya.
"Sayang jagain Nathan ya?" Kata Adara
Devano tersenyum dengan mata berbinar karena di panggil sayang Adara memang sering memanggilnya sayang sekarang.
"Iya sayang"
Begitu Adara masuk ke dalam kamar mandi Devano mendekati Nathan dia mencium kening Nathan dengan sayang dan berbicara padanya.
"Mama lucu ya Nathan? Papa senang banget kalau Mama udah manggil sayang." Kata Devano
Nathan menatapnya dengan lucu dia menyentuh wajah Devano dan memukulnya pelan lalu tertawa.
"Mau tempat Oma gak? Biasanya jam segini Oma lagi masak." Kata Devano
Nathan diam dia tersenyum membuat Devano merasa gemas dan langsung menggendongnya, anak itu tetap diam tidak merengek atau menangis. Berjalan menuruni tangga Devano menghampiri Fahisa yang sepertinya baru saja selesai membuat sarapan.
"Celamat pagi Oma"
Fahisa menoleh dia tersenyum dan langsung menghampiri Devano juga Nathan membuat Nathan merentangkan tangannya.
"Cucu Oma sayang siniii." Kata Fahisa
Devano tertawa pelan dan memberikan Nathan pada Mommy nya.
"Mana Nadhin?" Tanya Fahisa
"Nadhin masih mandi Mom tadi dia baru bangun." Kata Devano
"Lucunya cucu Oma." Kata Fahisa
Fahisa mencium gemas pipi Nathan membuat anak itu merengek pelan, tapi setelahnya memeluk tubuh Fahisa dengan manja.
"Gemes banget ih mau Oma gigit rasanya." Kata Fahisa sambil mencubit pipi Nathan
Devano tertawa pelan dia melihat Nathan yang benar-benar tenang.
Di kamar Adara telah selesai memandikan Nadhin dia juga baru saja selesai menggantikan baju Nadhin. Anak itu terlihat lucu dan menggemaskan dengan baju berwarna merah muda juga bando lucu di kepalanya.
"Cantiknya anak Mama." Kata Adara sambil menggendong Nadhin
"Mamm"
"Mam? Nadhin lapar ya?" Kata Adara
Adara mencium pipi Nadhin dengan gemas dan anak itu hanya tertawa lalu memeluk lehernya.
"Paa"
"Papa? Iya kita ke tempat Papa ya?" Kata Adara
Adara keluar kamar dan berjalan menuruni tangga lalu dia berpapasan dengan Daffa yang langsung tersenyum melihatnya.
"Eh Nadhin"
Nadhin tersenyum lucu dia merentangkan tangannya membuat Daffa langsung membawanya ke dalam dekapannya.
"Sini biar sama Papa aja Nadhin nya." Kata Daffa
"Habis mandi dia Pa." Kata Adara sambil tersenyum
"Hm wangi banget cucu Opa sekarang Nathan mana?" Tanya Daffa
"Sama Vano tadi Pa ehh itu Nathan sama Mama." Kata Adara
Adara tersenyum melihat kedua anaknya yang sangat tenang bersama dengan mertuanya, mereka memang sangat lucu.
Mereka tidak menangis meskipun di gendong orang lain.
°°°°
Adara tersenyum melihat kedua anaknya yang asik bermain, Nadhin tengah bermain boneka beruang kecil miliknya kalau Nathan asik memainkan mobil mainannya. Kedua anaknya itu asik sendiri membuat Adara senang sekali melihatnya mereka jarang bertengkar sangat akur bahkan kalau tidur sering kali berpelukan.
Cukup lama keduanya bermain hingga Nadhin melempar mainannya lalu berguling dan berbaring di atas karpet tebal berbulu yang ada di ruang tengah. Adara tertawa pelan melihatnya dia mendekat dan menatap Nadhin yang kini mengucak pelan matanya sambil menguap.
"Bok"
Nadhin menatapnya dia seperti ingin menangis membuat Adara pergi untuk mengambilkan susu. Adara membuat dua botol susu sekaligus karena takut Nathan ikut menangis.
Saat kembali ke ruang tengah dia tersenyum melihat Nathan yang ikut berbaring di samping Nadhin, mereka gemas sekali.
"Susu"
Keduanya menatap Adara dan Nadhin langsung merengek minta susu membuat Adara memberikannya pada Nadhin. Anak itu langsung memasukkan dot nya dan mulai menyusu kalau Nathan asik menatapnya.
"Nathan juga susu ya?" Kata Adara
Nathan ikut menyusu ketika Adara mengarahkan dot ke mulutnya.
Kini kedua anaknya meminum susu dan Nadhin mulai tak bisa diam dia terus bergerak membuat Adara tertawa pelan melihatnya, dia mengusap pipi anak itu dengan sayang.
Nadhin memang sangat lucu dia kalau sudah lelah akan berbaring lalu mengucak matanya dan mengatakan satu kata.
'Bok'
Artinya Nadhin mau tidur dan Adara gemas sekali nanti kalau Nadhin mengantuk Nathan akan ikutan juga.
Mereka sangat menempel seperti perangko, lucu sekali.
°°°°
Yuhuu aku updateee🥰
Hm kayaknya Nathan sama Nadhin bakal kayak Vano sama Vina yaaa🤭🌼