My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (67)



Genggaman tangan Devina pada Ziko mengerat ketika mereka berjalan memasuki rumah orang tua dari Nazwa yang membuat dia semakin merasa gugup dan cemas. Berbeda dengan Devina yang terlihat gugup Ziko justru merasa senang dan tidak sabar untuk memperkenalkan Devina pada keluarganya.


Senyuman manis Ziko mengembang dengan sempurna begitu dia melihat keluarga besarnya yang telah berkumpul dan dengan penuh semangat Ziko menghampiri mereka. Pertama kali Ziko mengajak Devina menghampiri neneknya yang duduk di sofa dan langsung tersenyum begitu melihat cucu kesayangannya sudah datang.


Keriput terlihat jelas di wajahnya bahkan Nenek Ziko itu harus memakai kaca mata agar bisa melihat dengan jelas. Sesaat setelah memeluk Ziko matanya menyipit menatap Devina yang terlihat disamping cucunya tengah memainkan tali tasnya karena merasa gugup.


"Nek ini pacar aku." Kata Ziko senang


"Pacar?"


"Iya namanya Devina." Kata Ziko


Saat matanya ditatap Devina tersenyum dan mencium punggung tangannya dengan sopan, tapi tanpa di duga Nenek dari Ziko itu menahan lengannya lalu mencium kedua pipinya dengan sayang. Perlahan senyuman manis Devina terbentuk dengan sempurna dia menatap wanita yang sudah cukup tua dihadapannya itu dengan penuh kebahagiaan.


"Cantik"


"Cantik kan Nek? Dia yang sering Ziko ceritaiin sama Nenek." Kata Ziko


Nenek Ziko tersenyum dan mengangguk faham.


"Kamu kuliah?" Tanya Nenek


"Em aku kuliah dan satu kampus juga Nek sama Ziko." Kata Devina


"Nenek setuju kan kalau aku sama Devina?" Tanya Ziko dengan antusias


"Setuju, apa yang enggak untuk cucu kesayangan Nenek?" Kata Nenek Ziko


Ziko tersenyum dan memeluk Neneknya itu dengan sayang.


"Eh Ziko udah sampai." Kata seorang wanita yang seumuran dengan Nazwa


Melepaskan pelukannya Ziko menoleh dan melihat Naumi yang merupakan adik dari Mama nya datang menghampiri mereka.


"Loh kamu dateng sama siapa? Cantik banget kamu." Kata Naumi sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Makasih Tante." Kata Devina


"Ini pacar aku Tan kami udah tunangan juga, tapi waktu itu Tante gak datang." Kata Ziko


"Ya ampun dia orangnya? Cantiknya, nama kamu siapa?" Tanya Naumi dengan ramah


"Em Devina"


"Kalian cocok sekali, jangan malu-malu ya Devina kamu anggap saja kami keluarga kamu." Kata Naumi


Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yaudah samperin yang lainnya juga sebentar lagi kita makan malam." Kata Naumi


Setelah Naumi pergi dan meninggalkan keduanya Ziko mendekat pada Neneknya untuk mengatakan kalau dia ingin mengenalkan Devina pada yang lainnya juga.


Kemudian Ziko meraih tangan Devina, dia mengajaknya untuk berkenalan dengan keluarganya. Satu per satu orang yang ada disana Ziko kenalkan pada Devina dan mengatakan bahwa Devina adalah kekasihnya.


Rasa bahagia benar-benar Devina rasakan, perbuatan Ziko yang mengenalkan dia kepada keluarganya dan respon keluarga Ziko yang sangat baik padanya membuat Devina sangat senang. Apalagi tadi kedua orang tua Ziko juga mengatakan tentang dirinya dan bilang bahwa mereka sangat setuju jika Devina sama Ziko akan menikah.


Dia merasa sangat spesial dan sekarang Ziko mengajak Devina menghampiri sepupunya yang beberapa dari mereka ada yang seumuran dengannya.


"Wih pacar lo Bang? Pinter juga milihnya dapat yang cantik gini." Kata seorang pria yang masih cukup muda


"Bisa aja lo Lang, kenalin Vin ini anaknya Tante Naumi namanya Galang." Kata Ziko


"Hai aku Devina." Kata Devina dengan senyuman


"Aduh cakep banget senyumnya bikin jantungan." Kata Galang membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


"Kamu masih SMA atau udah kuliah?" Tanya Devina


"Aduh aku.. emm aku masih SMA udah kelas tiga." Kata Galang dengan tingkah sok manisnya


Berdecak pelan Ziko menoyor kepalanya hingga Galang balas menatapnya dengan sengit.


"Ih gak ajak-ajak." Seru seorang gadis yang sepertinya masih seumuran dengan Galang


"Kenapa sih bocah mau ikutan aja." Kata Galang membuat gadis itu berdecak kesal dan memukul lengannya


Setelah memberikan pukulan dia menatap Ziko dan Devina bergantian lalu tersenyum senang. Tanpa permisi gadis itu memeluk Devina hingga membuatnya sedikit tersentak, tapi setelahnya tetap membalas pelukan itu dengan hangat.


"Hai Kak aku sering banget lihat wajah Kakak di whats app atau instagramnya Abang terus aku juga follow instagram Kakak dan aku like semua fotonya." Kata gadis itu dengan penuh semangat


"Makasih emm...."


"Taran nama aku Taran Kak." Kata Taran


"Makasih Taran nanti dm aku ya?" Kata Devina


"Mau di follback kan?" Tanya Taran membuat Galang mendorong pelan kepalanya


Merasa kesal Taran menoleh dan memukul lengan Galang dengan cukup kuat.


"Diem deh Galang!" Kata Taran galak


"Mereka cuman beda satu tahun Vin." Kata Ziko


"Aa emang sering ribut gitu ya?" Tanya Devina sambil menoleh dan menatap kekasihnya


"Kalau ketemu pasti ribut Vin." Kata Ziko membuat Devina mengangguk faham


"Ehh Kak aku beneran mau di follback kan?" Tanya Taran lagi


"Iya Taran"


"Baik banget sih." Kata Taran sambil memeluk Devina lagi


Devina hanya tersenyum dan membalas pelukan itu lagi.


"Udah ah lepas jangan peluk-peluk pacar Abang." Kata Ziko


Taran berdecak kesal, tapi tetap menjauhkan tubuhnya dari Devina dan berdiri di dekat galang.


"Ziko kesini sayang sama Devina kita udah mau makan malam." Kata Nazwa


Mengajak Taran dan Galang juga mereka berempat menghampiri yang lainnya lalu bergabung di ruang makan dengan Devina yang duduk disamping Ziko juga Taran. Merasa gugup Devina meraih tangan Ziko yang ada di bawah lalu menggenggamnya membuat kekasihnya itu menatapnya dengan senyuman.


"Makan sayang"


Ziko mengatakan hal itu sambil mencubit pipi kekasihnya tanpa rasa malu membuat pipi Devina merona.


Masalahnya Ziko melakukannya dihadapan keluarga besarnya.


¤¤¤


"Ziko makasih ya?"


Perkataan itu Devina ucapkan ketika mereka sampai di rumahnya dan masih berada di dalam mobil. Malam ini dia sangat bahagia dan merasa menjadi wanita yang sangat spesial untuk Ziko.


Keluarga pria itu benar-benar menerima keberadaannya layaknya sebuah keluarga, mereka menganggap Devina bagian dari keluarga. Ada banyak perbincangan yang Devina lakukan bersama dengan Mama, Bibi, dan Nenek dari Ziko.


Ada juga perbincangan menyenangkan bersama dengan Taran yang sangat antusias mengobrol dengannya. Semua terasa menyenangkan dan Devina sangat bahagia karena Ziko mengajaknya.


Sekarang mereka bertatapan dengan Devina yang memberikan senyuman manis pada kekasihnya juga tatapan penuh kelembutan.


"Ziko"


"Hmm"


"Malam ini aku senang banget, makasih banyak ya?" Kata Devina


Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil mengusap puncak kepala Devina dengan sayang.


"Malam ini Vina merasa spesial..."


"Kamu memang spesial sayang." Kata Ziko


"Pokoknya makasih, sekarang Vina mau kasih hadiah sebagai ucapan terima kasih." Kata Devina


"Hadiah? Apa hadiahnya?" Tanya Ziko dengan alis bertaut


Devina tersenyum manis sambip menatap kekasihnya lalu dia melepaskan sabuk pengamannya dan mendekat pada Ziko membuat kekasihnya itu menatapnya dalam diam. Semakin mendekat Devina mendaratkan ciumannya tepat di bibir Ziko untuk sesaat sebelum akhirnya dia menjauhkan wajahnya dan memeluk Ziko.


"Vina sayang Ziko"


Cukup lama waktu yang Ziko butuhkan untuk sadar dan tertawa kecil lalu membalas pelukan Devina dengan sayang.


Setelah melepaskan pelukannya Ziko dapat melihat Devina yang masih tetap tersenyum sambil menatap matanya.


"Aku juga sayang kamu Vin"


Devina menganggukkan kepalanya singkat.


"Yaudah Vina pulang dulu ya?" Kata Devina


"Makasih juga Vin untuk hadiah spesialnya, aku suka." Kata Ziko


Devina mengangguk malu lalu melambaikan tangannya sebelum keluar dari dalam mobil Ziko dan berlari kecil ke dalam rumah.


Masuk ke dalam Devina mengintip dari jendela hingga mobil Ziko menjauh dari rumahnya lalu kembali tersenyum sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


Sekarang pukul sepuluh malam dan tidak ada yang marah karena Ziko sudah izin, tapi pasti orang tuanya belum tidur karena begitu berbalik Devina melihat Daffa yang baru keluar dari dapur.


"Sudah pulang sayang?" Tanya Daffa


"Sudah Daddy"


"Yaudah langsung ke kamar, tidur." Kata Daffa


Devina mengangguk lalu pergi ke atas, tapi bukan ke kamarnya melainkan ke kamar Devano dan dia melihat kembarannya itu tengah bermain gitar. Saat Devano mendongak dan melihatnya dia tersenyum membuat Devina berlari kecil menghampirinya lalu duduk tepat disampingnya.


"Udah pulang? Gimana makan malamnya?" Tanya Devano sambil meletakkan gitarnya


"Hm baik dan Vina juga seneng banget soalnya keluarganya Ziko baik-baik." Kata Devina senang


"Kalau gitu aku juga senang dengarnya." Kata Devano


"Vano kenapa belum tidur?" Tanya Devina


"Nungguin kamu pulang tadinya kalau masih belum pulang mau aku telpon, tapi udah sampai rumah." Kata Devano dengan senyuman


Devina tersenyum senang lalu memeluk kembarannya dengan sayang.


"Kenapa nungguin Vina pulang? Kalau Vano udah ngantuk tidur aja." Kata Devina


"Gak tenang aja Vin kalau kamu belum pulang dan aku juga belum ngantuk." Kata Devano


Devina tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Sekarang udah ngantuk?" Tanya Devina


"Hm belum"


"Vina juga belum." Kata Devina


"Jadi?"


"Jadii kita ngobrol dulu." Kata Devina


"Mau ngomong apa?" Tanya Devano


"Emm enggak tauu." Kata Devina


Tertawa kecil Devano mencubit pipi kembarannya dengan gemas.


"Yaudah pelukan aja sampai ngantuk"


Devina ikut tertawa mendengarnya lalu mengeratkan pelukannya pada Devano dan memejamkan matanya.


¤¤¤


Huhuu aku updateee💞