
Lari pagi bersama Devano sepertinya sudah jarang sekali Devina lakukan makanya sekarang dia terlihat begitu bahagia bisa lari pagi bersama kembarannya lagi. Sekitar pukul enam keduanya sudah keluar dari rumah dan mulai lari pagi di area perumahan hingga ke taman.
Setiap kali merasa lelah Devina akan meminta kembarannya untuk berhenti lalu Devano akan menurut padahal biasanya pria itu baru beristirahat ketika sudah benar-benar lelah, tapi dengan Devina tidak bahkan kalau di perkirakan mereka akan berhenti setiap lima menit sekali. Maklum saja Devina terlalu banyak menghabiskan waktunya di rumah makanya dia mudah sekali lelah karena jarang berolahraga.
Seperti sekarang Devina kembali mengeluh lelah hingga Devano menghentikan langkahnya dan mengajak Devina untuk duduk. Membuka botol minumnya Devina meminum air minerlanya yang tersisa setengah lalu menatap Devano dengan senyuman.
"Vina capekk." Kata Devina
"Iya duduk dulu sebentar." Kata Devano
"Vano gak capek?" Tanya Devina
Devano tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku udah biasa olahraga Vin dari rumah ke taman itu dekat." Kata Devano
"Jauhhh"
"Iya jauh untuk kamu, tapi kalau untuk aku itu dekat." Kata Devano
Devina mengangguk faham lalu mengulurkan tangannya lagi meminta Devano untuk membantunya berdiri.
"Yuk jalan lagi." Kata Devina
"Istirahat aja dulu kalau kamu masih capek." Kata Devano
"Em enggak kok udah gak capek lagi." Kata Devina
"Beneran? Gak papa kok kamu duduk aja kalau masih capek." Kata Devano sambil tersenyum
Devina menggelengkan kepalanya pelan dan meminta Devano untuk membantunya berdiri.
"Vina udah gak capek lagi." Kata Devina
Mengangguk singkat Devano mengulurkan tangannya lalu membantu Devina untuk berdiri dan melanjutkan kegiatan mereka menuju taman yang sudah tidak terlalu jauh. Sekitar lima menit akhirnya mereka sampai di area taman membuat Devina tersenyum senang lalu mendudukkan dirinya di atas rumput dan meminta Devano untuk duduk disampingnya.
Tidak langsung duduk Devano menanyakan dulu pada Devina dia ingin minum atau tidak dan begitu kembarannya mengangguk Devano meminta Devina untuk menunggunya.
"Kamu sini aja ya? Jangan kemana-mana! Aku beliin minum dulu soalnya minum kita udah habis." Kata Devano
Devina hanya mengangguk dan menunggu Devano sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Tersenyum tipis Devina membuka chat nya bersama dengan Ziko lalu mengambil gambar kakinya dan mengirimkan pada kekasihnya.
^^^Ziko harus olahraga jangan tidur terus!^^^
Saat tengah sibuk dengan ponselnya Devina merasa kalau ada yang duduk disampingnya dan dia mengira kalau itu adalah kembarannya.
"Vano kok cep.... ehh Alex kamu kok disini?" Tanya Devina kaget
"Hai Vin aku kemarin nginep di rumah temen dan paginya keluar deh jalan-jalan kesekitar sini sekaliam olahraga." Kata Alex
"Em sendirian?" Tanya Devina
"Iya temen aku diajak gak mau sih." Kata Alex
"Temen kuliah kamu?" Tanya Devina
"Iya Vano tau kok namanya Chiko." Kata Alex
Devina mengangguk faham lalu mengalihkan pandangannya ke depan membuat Alex bisa leluasa menatap wajahnya dari samping. Tidak ada yang berubah setiap kali ada di samping Devina dia merasa senang.
"Gimana kuliah kamu Vin?" Tanya Alex
"Baik kok kalau kamu gimana? Masih suka bolos lagi gak?" Tanya Devina membuat Alex tertawa kecil mendengarnya
"Enggak Vin." Kata Alex
"Aku kira masih, terus kamu masih suka main basket gak?" Tanya Devina
"Kadang aja sama Vano dan yang lainnya juga." Kata Alex
Devina mengangguk lagi lalu diam karena tidak tau harus bertanya apa lagi.
"Vin"
"Hmm"
"Gimana sama Ziko baik?" Tanya Alex
Devina menoleh lalu tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
"Baik banget hehe kamu udah punya pacar lagi belum?" Tanya Devina
Beberapa minggu yang lalu Alex memang memiliki kekasih, tapi sudah putus lagi.
"Belum, sekarang lagi males ah Vin pacaran mau jomblo aja biar bisa sana sini." Kata Alex membuat Devina tertawa mendengarnya
Baru ingin bicara lagi suara Devano terdengar dan membuat keduanya menoleh ke belakang lalu melihat Devano yang memberiman air meniral pada Devina.
"Kok bisa disini Lex?" Tanya Devano
"Dari rumah Chiko nginep terus suntuk dia juga gak mau di ajak keluar." Kata Alex
Devano mengangguk singkat lalu duduk dan memberikan jarak pada Alex juga Devina dengan duduk di tengah-tengah mereka.
"Masih aja sensi sama gue nih anak." Ketus Alex
"Sensi apasih?" Tanya Devano sebal
"Tempat lebar Van kenapa dorong-dorong gue coba?" Tanya Alex
"Oh ada orang?" Kata Devano menyebalkan
"Jahat banget." Kekeh Devina
"Biarin Vin." Kata Devano
"Ah gue laper mau ikut gak? Makan bubur deket sini?" Tanya Alex melupakan perlakuan menyebalkan temannya
"Engga...."
"Mauu Vina lapar, ayo Vano kita makan dulu." Ajak Devina yang memang sudah merasa lapar
Tidak bisa menolak permintaan kembarannya Devano akhirnya mengangguk dan mereka bertiga bersama-sama pergi untuk makan. Tak butuh waktu lama karena tempatnya yang memang tidak terlalu jauh hingga mereka kini sampai.
Ada cukup banyak pembeli, tapi masih ada beberapa tempat kosong yang cukup untuk mereka bertiga. Setelah duduk dan memesan Devina mengeluarkan ponselnya lagi lalu mencari nama Ziko untuk mengabarinya.
Tumben rajin sayangnya aku
Biasanya masih tidur
^^^Iss nyebelin!^^^
^^^Vina lagi makan sama Vano sama Aex juga!^^^
Mengambil gambar kembarannya dan Alex diam-diam Devina langsung mengirmkannya pada Ziko. Dibaca pesan itu langsung dibaca dan Devina tidak bisa menahan senyumnya ketika Ziko menelpon.
Tertawa kecil Devina memilih untuk mengabaikannya, tapi karena Ziko berkali-kali menelpon akhirnya Devina mengangkatnya.
'Kok bisa ada Alex? Dia nginep di rumah kamu?! Kamu bilang cuman sama Van? Kenapa bisa ada dia juga?'
Devina tersenyum ketika mendengar nada panik Ziko di telpon.
"Ish gak sengaja ketemu tau." Kata Devina
'Kok bisa gak sengaja? Rumah dia kan bukan disitu'
"Ish kepo." Kata Devina
'Vinnn aku nanya serius tau'
"Ya enggak sengaja ketemu Ziko." Kata Devina lagi
Perkataan itu membuat Alex dan Devano menatapnya.
'Terus ngapain makan bareng?!'
"Ya kan lapar sekalian aja lagian sama Vano juga." Kata Devina lagi
"Lebayyy dih Ziko." Kata Alex dengan suara sedikit lebih kuat
Devina dapat mendengar suara decakan Ziko sesaat setelah mendengar suara Alex dan membuat dia tidak bisa menahan senyumnya.
'Nanti siang aku jemput kamu'
"Eh katanya Ziko mau kumpul sama Gio da...."
'Enggak, nanti siang aku jemput'
"Iya"
'Awas ya! Jangan deket-deket Alex! Jaga jarak'
"Gak mau"
'Vinaaaa'
"Ih iyaa bercanda." Kata Devina
'Jangan deket-deket Alex! Aku tutup dulu telponnya'
"Iya nanti deket-deket." Kata Devina
'Vin....'
"Dadah aku matiin telponnya." Kata Devina yang langsung mematikan panggilan telponnya secara sepihak karena pesanan mereka datang
Meletakkan ponselnya di meja Devina menarik mangkuk buburnya ke hadapannya lalu berniat mengambil sambal yang langsung ditahan oleh Devano.
"Enggak!" Kata Devano galak
Devina mengerucutkan bibirnya sebal membuat Alex tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat wajahnya uang terlihat lucu.
"Sedikit aja satu sendok eh enggak setengah eh enggak sedikit aja seujung sendok." Kata Devina
Mendengar hal itu Alex tertawa dan membuat Devina melotot padanya.
"Sekali enggak tetap enggak makan itu aja pakai kecap." Kata Devano
"Ish kayak anak kecill." Kata Devina
"Yaudah makan biar aku telpon Daddy dulu...."
"Iya enggak jangan telpon Daddy nanti Vina kena marah." Kata Devina
Mendengar hal itu Devano tersenyum lalu menepuk-nepuk puncak kepalanya dengan sayang.
Ya ampun Alex iri sekali melihatnya.
¤¤¤
Updatee hehe maaf ya kemarin gak jadi update lagi😌