My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (28)



Adara tertawa kecil begitu dia membuka pintu Devano langsung memeluknya dengan sangat erat, padahal mereka masih berada di depan pintu, dasar kekasihnya yang menggemaskan. Setelah meminta Devano untuk melepaskan pelukannya Adara mengajak pria itu masuk ke dalam rumah lalu memintanya untuk duduk.


Selagi Devano duduk Adara pergi ke dapur untuk mengambilkan minum juga beberapa makanan ringan yang memang dia beli kemarin. Saat kembali duduk di samping kekasihnya Adara langsung mendapat pelukan lagi membuat dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.


Di usapnya kepala Devano dengan sayang membuat pria semakin mengeratkan pelukannya.


"Kangen banget Raaaa"


Adara tertawa mendengarnya padahal baru satu hari mereka tidak bertemu.


"Baru satu hari loh Van." Kata Adara


"Ya tetep aja kangen." Kata Devano


"Lucu banget sih Van kamu sekarang." Kekeh Adara


"Kamu gak kangen apa sama aku?" Tanya Devano sambil mendongak


"Enggak lah ngapain." Canda Adara membuat wajah Devano berubah kesal


Dia langsung melepaskan pelukannya dan mengatakan hal yang membuat Adara tertawa.


"Yaudah"


"Ih ngambek." Kata Adara


"Yaudah kalau gak kangen sama aku." Kata Devano


"Kok kamu ngambek sih?" Kata Adara gemas


"Beneran gak kangen aku?" Tanya Devano


"Enggak Van kan cuman sehari lagian kita chat terus." Kata Adara


"Harus kangen Ra." Kata Devano


"Kok maksa?" Kata Adara


"Katanya sayang aku, tapi kok gak kangen." Kata Devano


"Ya ampun Van kamu kenapa sih? Lucu deh." Kata Adara


"Kangen dong Ra." Kata Devano


"Yaudah kangen." Kata Adara


"Ck. Gak ikhlas bilang kangennya." Kata Devano


"Vanoo"


Adara tertawa kecil sambil mencubit gemas pipi kekasihnya yang malah membuat Devano semakin cemberut.


"Kamu kenapa sih Van? Tumben banget deh kayak gini." Kata Adara sambil mengusap kepalanya


"Di bilang kangen." Kata Devano


"Ya cuman gak biasanya aja sampai kayak gini." Kata Adara


"Raaaa"


"Iyaa kenapa?" Tanya Adara dengan penuh kelembutan


Devano tersenyum lalu mencium bibir Adara sekilas dan ketika ingin melakukannya lagi Adara langsung menahannya.


"Jangan Van." Kata Adara


"Raaa"


"Van kita di rumah cuman berdua pintu juga ketutup aku gak mau kita sampai kelepasan, jadi jangan." Kata Adara


Devano kembali memeluknya dengan erat.


"Adaraaaa"


"Kenapa Devano?" Tanya Adara gemas


"Ayo nikah besok aja." Kata Devano


Adara hanya bisa tertawa mendengarnya berbeda dengan Devano yang justru merasa kesal.


"Ayo besok aja nikahnya." Kata Devano lagi


"Sabar Van tinggal sebentar lagi." Kata Adara


"Kenapa jadi gini sih kamu?" Kekeh Adara


"Atau sekarang aja deh nikahnya." Kata Devano semakin menjadi


"Atau kamu pulang aja deh sekarang." Canda Adara


"Kok malah nyuruh pulang." Kata Devano kesal


"Lagian melantur banget ngomongnya." Kata Adara


"Raa"


"Apa? Jangan aneh-aneh ya?" Kata Adara


"Enggak aku mau cerita deh." Kata Devano sambil melepaskan pelukannya


"Cerita? Cerita apa?" Tanya Adara


"Kamu inget gak waktu kita ke villa saat Mommy ulang tahun?" Tanya Devano


"Inget"


"Malamnya sebelum kita pulang aku denger suara aneh Ra dari kamar sebelah tempat Vina sama Ziko." Kata Devano


"Kamar sebelah? Suara aneh?" Kata Adara bingung


"Iya kamu tau kan maksud aku? Sebenarnya kalau dari kamar gak ke dengar cuman waktu itu aku kebetulan keluar mau pergi ke bawah ambil minum." Kata Devano


"Maksud kamu gimana?" Tanya Adara


"Suara itu Ra masa harus aku perjelas." Kata Devano


"Suara itu..... Ya ampun Van kamu apaan sih?" Kata Adara dengan pipi memerah


"Gak sengaja dengar Ra sumpah." Kata Devano


"Parah banget kamu awas sampai Devina tau." Kata Adara


"Ternyata mereka udah kayak gitu ya Ra." Kata Devano


"Ya kan udah nikah wajar lah." Kata Adara


"Makanya ayo kita nikah juga Ra cepetan, besok aja." Kata Devano


"Vannn"


"Haha bercanda serius banget sampai merah pipinya, semua kan udah di atur untuk pernikahan." Kata Devano sambil tertawa


"Kamu tuh nyebelin ya?" Kata Adara kesal


"Kamu takut gak Ra?" Tanya Devano


"Takut apa?" Tanya Adara bingung


"Takut aku terkam nanti gak aku lepasin semalaman." Kata Devano membuat wajah Adara semakin memerah


"Van udah deh jangan bahas yang aneh-aneh." Kata Adara


Devano tertawa lalu mendekat dan membuat Adara memundurkan wajahnya, tapi Devano semakin mendekat.


"Eh nanti kalau kita gitu ketauan Mommy atau Daddy..... Aw sakit sayang." Kata Devano ketika Adara memukul lengannya


"Sana pulang deh kalau masih bahas kayak gitu." Kata Adara


"Nanti waktu malam pertama kamu jangan galak gini sama aku..... Aw iya Ra iya enggak." Kata Devano sambil tertawa


Wajah Adara benar-benar memerah, dia malu sekali dengan apa yang kekasihnya itu bahas.


"Pulang sanaa!"


Bukan pergi Devano malah semakin mendekat dan mencium singkat bibirnya membuat Adara diam.


"Kamu gak sabar juga kan Ra sama kayak aku?"


Devano langsung bangun dan berlari ketika melihat Adara yang ingin marah padanya.


"Mau ke kamar mandi bentar Ra"


°°°°


Aku updateeee😍