My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (35)



"Van lepas duluu"


Kepala Adara pusing sendiri rasanya melihat tingkah Devano yang mendadak sangat manja dan tidak mau lepas darinya bahkan setelah mereka selesai mandi pria itu tetap tidak mau melepaskan pelukannya. Bukan hanya itu saja Devano juga tidak mau diam sesekali dia mencium bibir Adara atau mencubit pipinya atau mendusal manja di lehernya, seolah tidak pernah puas.


Meskipun kesal, tapi Adara tidak bisa bohong kalau dia juga merasa sangat bahagia sekarang apalagi melihat tingkah manja Devano yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Saat tidur tadi Devano memang tidak mau melepaskan pelukannya bahkan meski hanya sebentar ketika Adara ingin melepaskan saja Devano tiba-tiba membuka mata lalu menariknya semakin dekat dan mengeratkan pelukannya.


Ah dia senang sekali.


"Van lepas dulu ih mau ke kamar mandi." Kata Adara beralasan


Ayolah dia juga merasa pegal.


"Ikuttt"


"Van ya ampun please deh." Kata Adara sedikit kesal


"Aku gendong ke kamar mandinya." Kata Devano lagi


"Ah gak jadi." Kata Adara pasrah


"Raaa"


"Hm apa?" Tanya Adara


"Aku udah telpon Daddy bilang kita gak pulang." Kata Devano


"Terus gimana? Kita kan gak bawa baju Van." Kata Adara


"Yaa gak usah pakai baju." Kata Devano membuat Adara menghela nafasnya pelan


"Tau ah kamu mesum banget sekarang." Kata Adara


"Ih bercanda di sini ada baju kok kamu pakai punya Vina aja." Kata Devano


"Bilang Van dari tadi." Kata Adara sambil mencubit pelan pipi Devano


Tertawa kecil Devano mengeratkan pelukannya membuat Adara tersenyum seraya mengusap kepala pria itu dengan sayang.


"Kamu manja banget ternyata ya?" Kata Adara


"Hm banget banget." Kata Devano membuat Adara tertawa


"Van"


"Hm"


"Harapan kamu ke depannya apa?" Tanya Adara


Devano mendongak dia menatap Adara dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Harapan aku bisa hidup bahagia sama kamu sampai nanti." Kata Devano


Adara ikut tersenyum mendengarnya.


"Aku bakal buat kamu bahagia Ra, selalu gak akan aku biarin kamu nangis karena aku, gak akan pernah kalau aku jahat sama kamu silahkan kamu pukul aku." Kata Devano lagi


"Enggak, kamu gak mungkin jahat sama aku." Kata Adara


"Iya mungkin cuman nakal aja." Kata Devano sambil tertawa


"Mulai kan nyebelin." Keluh Adara


"Seneng banget Raa bisa nikah sama kamu." Kata Devano


"Aku juga, makasih Van udah hadir di kehidupan aku." Kata Adara pelan


"Aku yang makasih, kamu mau tau gak Ra?" Kata Devano


"Tau apa?" Tanya Adara sambil menatap suaminya yang kini melepaskan pelukan dan melihat ke arahnya


"Dulu aku sempet takut." Kata Devano


"Takut apa?" Tanya Adara


"Takut enggak bakal ada cewek yang suka sama aku." Kata Devano membuat tawa Adara pecah


Hey lelucon macam apa itu?


"Ra serius." Kata Devano kesal


"Kamu aneh Van, mana ada coba cewek yang bisa nolak kamu." Kata Adara


"Adaaa"


"Hah? Siapa?" Tanya Adara


"Kamu, dulu kamu nolak aku." Kata Devano


"Ya kan dulu." Kata Adara


"Aku tau banyak mungkin yang tertarik sama aku, tapi Ra mungkin hanya hitungan jari yang benar-benar suka sama aku dengan tulus karena mereka mungkin hanya suka aku karena fisik aku." Kata Devano


"Kalau aku?" Kata Adara


"Kalau kamu susah banget di deketinnya." Kata Devano


"Aku cuman gak mau merusak kehidupan kamu yang sempurna dengan membawa kamu masuk ke dalam kehidupan aku yang hancur." Kata Adara


"Hidup kamu gak pernah hancur Adara Alexander." Kata Devano serius


"Ya dulu aku mikirnya gitu." Kata Adara dengan senyuman tipis di wajahnya


"Gak ada kehidupan yang hancur, kamu tau gak kenapa memaafkan itu perlu?" Kata Devano


"Kenapa?" Kata Adara


"Ya karena dengan memaafkan kamu bisa merasa lega dan lagi hidup kamu akan lebih tenang Ra, memang apa gunanya coba menyimpan dendam?" Kata Devano


"Hmm"


"Setiap orang pasti pernah buat kesalahan di masa lalu entah itu kesalahan kecil atau besar sekalipun." Kata Devano lagi


Adara tersenyum lalu mendekat dan memeluk suaminya itu dengan erat seraya bersandar manja di bahunya.


"Mungkin ke depannya aku bisa aja buat salah, tapi aku bisa pastikan kalau aku gak akan pernah buat kamu nangis atau sedih." Kata Devano


"Makasih banyak Van." Kata Adara


"Makasihnya sambil cium dong Ra." Kata Devano membuat Adara berdecak pelan


Dasar Devano perusak suasana.


Tapi, Adara tetap melakukannya dia menjauhkan wajah lalu memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.


"Udah"


"Aaa gemes banget sama istri aku." Kata Devano membuat Adara tertawa mendengarnya


Semoga saja mereka akan selalu seperti ini sampai nanti.


Sampai mereka memiliki anak bahkan cucu.


Ah terlalu jauh mungkin, tapi tidak papa Adara berharap begitu kan?


Dia ingin anaknya akan memiliki kehidupan yang sempurna seperti Devano dan bukan sepertinya.


Tapi, Devano sudah membuat hidupnya sempurna sekarang.


Sampaikan pada pria itu bahwa Adara sangat sayang padanya bahkan jika memang harus Adara rela memberikan nyawanya untuk Devano.


Ah tidak seharusnya dia berfikir sampai ke sama Devano bisa marah nanti.


Kepada Devano, Terima kasih banyak untuk semua cinta yang berikan pada Adara, dia sangat bahagia sekarang.


Kamu berhasil membuat senyuman di wajah cantiknya kembali.


°°°°


Permisi Tuan Muda Devano mau lewat🤑