My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (3)



Senyuman manis Devano mengembang dengan sempurna begitu melihat Adara yang melambaikan tangan padanya dan berlari menghampirinya. Saat ini Devano ada di rumah sakit untuk menjemput Adara yang baru saja menjenguk Juan disana, belakangan ini hubungan Adara dengan Ayahnya memang semakin membaik.


Jujur saja Devano senang dan lega melihatnya karena semenjak Adara serta Ayahnya tak lagi terlibat perang dingin alias sudah berbaikan Adara terlihat lebih bersemangat bahkan wajahnya sangat menunjukkan bahwa dia bahagia. Sekarang Adara juga sudah tidak tertutup lagi dia tidak malu untuk menceritakan apapun pada Devano membuat Devano merasa sangat senang.


Dia suka sekali ketika Adara bercerita padanya karena hal itu menandakan bahwa Adara benar-benar menganggapnya ada.


"Gimana keadaan Ayah kamu?" Tanya Devano begitu Adara ada dihadapannya


"Udah baikan kok cuman kelelahan aja karena kerja terus." Kata Adara


"Terus ada istrinya Om Juan disana?" Tanya Devano


"Hm ada, tapi dia gak ngapa-ngapain kok aku juga gak terlalu peduli sih." Kata Adara sambil mengangkat bahunya acuh


Memang Adara sampai sekarang tidak akur dengan Ibu tirinya, tapi bukan salahnya karena istri Juan sendiri yang tidak mau berbaikan dan terus mengibarkan perang padanya.


"Yaudah yuk pulang." Kata Devano


Adara tersenyum ketika Devano menautkan jari-jari tangan mereka lalu mengajaknya ke parkiran rumah sakit. Sampai disana Adara juga Devano masuk ke dalam mobil dan tak menunggu apapun lagi Devano segera melajukan mobilnya meninggalkan area rumah.


"Makasih ya udah jemput aku Van." Kata Adara


"Iya Ra"


"Van aku mau cerita." Kata Adara


"Hm cerita aja." Kata Devano sambil tersenyum


"Tadi Ayah bilang mau bayar uang kuliah aku, tapi aku nolak soalnya aku masih ada uang dan lagi istrinya Ayah mukanya langsung kesel gitu." Kata Adara


"Ayah kamu mau ngelakuin sesuatu yang gak pernah dia lakukan untuk kamu Ra." Kata Devano membuat Adara tersenyum mendengarnya


"Aku senang, tapi sedih juga karena Ayah berubah setelah Bunda enggak ada padahal kalau Bunda lihat dia pasti senang terus bilang 'benar kan? Ayah itu sayang sama kamu Adara' gitu." Kata Adara


"Sekarang Bunda juga pasti senang." Kata Devano


"Hm Bunda pasti senang apalagi melihat ada Devano yang selalu ada untuk Adara." Kata Adara


Devano tersenyum lalu untuk sekilas mengusap kepala Adara dengan sayang.


"Mau makan siang dulu gak?" Tanya Devano


"Beli bakso aja yuk Van, tapi makannya di rumah." Kata Adara


"Boleh, mau beli bakso yang ditempat biasa?" Tanya Devano


"Iyaa udah lama banget gak makan bakso yang di dekat sekolah." Kata Adara


"Oke kita kesana dulu." Kata Devano dengan senang hati


"Eh Van gimana kabar Vina?" Tanya Adara


"Vina? Dia baik selalu kasih kabar juga malah kadang telpon atau vidio call, dia senang banget." Kata Devano


"Aku ikut senang dengarnya Van." Kata Adara


Devano hanya bergumam pelan dan kembali fokus pada jalanan hingga sekitar lima belas menit mobil Devano berhenti di tempat penjual bakso langganan mereka dulu.


Adara yang memutuskan untuk turun dan Devano menunggu di mobil, Devano tidak bisa menolak ketika Adara enggan untuk menerima uang darinya dan mengatakan untuk kali ini biarkan dia yang membelinya.


Tidak butuh waktu lama Adara membawa bungkusan bakso yang sudah dia beli dan kembali masuk ke dalam mobil membuat Devano melajukan lagi mobilnya.


Sampai di rumah keduanya langsung turun lalu masuk ke dalam dan Adara meminta pada kekasihnya untuk duduk selagi dia mengambil mangkuk juga minum ke dapur.


"Tunggu sini ya?" Kata Adara


"Iya sayang"


Hanya butuh waktu sekejap bagi Adara karena tak lama setelahnya dia kembali dan duduk tepat disamping Devano.


"Besok kamu mau ke kampus?" Tanya Devano


"Bukan ke kampus Van, tapi ke bank untuk urus adminstrasi." Kata Adara


"Emm boleh." Kata Adara


"Besok aku jemput, mau jam berapa ke bank nya?" Tanya Devano


"Jam sepuluh?"


"Oke jam sepuluh aku jemput ya cantik." Kata Devano


Adara tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


Dia senang dengan Devano yang sering menyebutkan kata cantik untuknya padahal menurut Adara dia tidak cantik.


Mungkin benar kata orang-orang, kamu cantik dimata orang yang tepat.


¤¤¤


"Vano kamu udah pulang?"


Pertanyaan itu membuat Devano yang sedang memainkan ponselnya di ruang tengah sambil memakan camilan mendongak dan menatap Fahisa dengan senyuman. Saat wanita paruh baya itu duduk disampingnya Devano meletakkan ponselnya di meja dan beralih memeluk Fahisa.


Tentu saja Fahisa tersenyum melihat tingkah anaknya yang sekarang berubah manja sekali kalau padanya, mungkin kalau Devina lihat dia pasti tertawa senang. Membalas pelukan itu dengan sayang Fahisa mengusap kepala Devano dengan sayang hingga anaknya itu menjauhkan tubuhnya.


"Vano baru aja pulang Mom mungkin sepuluh menit yang lalu." Kata Devano


"Udah makan belum?" Tanya Fahisa dengan penuh kelembutan


"Udah tadi sama Adara di rumahnya, Mommy sendiri udah?" Tanya Devano


"Udah"


"Daddy mana Mom?" Tanya Devano


"Daddy masih di kantor pulangnya nanti sore." Kata Fahisa


Devano mengangguk faham lalu menatap Mommy nya itu dengan senyuman.


"Mommy mirip sama Vina." Kata Devano secara tiba-tiba


"Mirip dong sayang kan Vina anaknya Mommy." Kata Fahisa sambil tertawa


"Vano jadi kangen sama Vina." Kata Devano membuat Fahisa tersenyum lalu mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Nanti pasti kamu terbiasa kok." Kata Fahisa


"Biasanya kalau lagi gini Vina pasti gangguin." Kata Devano


"Udah ah Mommy jadi ikutan kangen sama Vina." Kata Fahisa


Devano tersenyum lalu memeluk Fahisa lagi.


"Adara gimana sayang?" Tanya Fahisa mengalihkan pembicaraan


Melepaskan pelukannya Devano menatap Fahisa dengan senyuman dan memberikan jawaban.


"Baik kok Mom dan kami juga baik-baik aja." Kata Devano


"Nanti ajakin Adara main ke rumah jangan kamu aja yang ke rumah dia terus." Kata Fahisa


"Iya Mommy sayang." Kata Devano


Fahisa tertawa lalu mencubit gemas pipi anaknya dan memeluk Devano lagi.


Anaknya itu jadia sedikit lebih manja sekarang.


¤¤¤


Hai Vano datang hari inii💞


Maaf ya jarang update setelah ini bakal aku update rutin juga cerita Devano😚