
"Vina bangun"
Berkali-kali Ziko mengguncang tubuh Devina yang tengah tertidur lelap di sofa tempat mereka tadi menonton film, sudah sekitar dua jam Devina tertidur dipelukannya. Saat film selesai Ziko mengganti dengan film lainnya dan ternyata film itu membosankan bagi Devina hingga dipertengahan gadis itu mengatakan kalau dia mengantuk lalu memeluk kekasihnya hingga akhirnya terlelap.
Senyuman Ziko mengembang dengan sempurna dia mengusap pipi Devina dengan penuh kasih sayang sambil berusaha membangunkannya lagi karena sudah mau jam enam sore dan tadi Devano baru saja menelpon. Berkali-kali berusaha membangunkan yang Devina lakukan malah mengeratkan pelukannya sambil bergumam pelan.
Wajah kekasihnya itu terlihat sangat menggemaskan ketika sedang tidur dan Ziko suka melihatnya dia mencium kening Devina dan mencubit pipinya cukup kuat.
"Vina bangun udah mau malam." Kata Ziko
"Eemm nantii"
Ziko tertawa kecil lalu mencubit pipinya lagi hingga membuat Devina perlahan membuka matanya.
"Udah mau jam enam." Kata Ziko dengan lembut
"Vina ngantukk." Kata Devina lagi
"Kamu mau nginep sini?" Tanya Ziko yang dijawab Devina gelengan singkat
"Enggak"
"Terus mau pulang malam?" Tanya Ziko
Devina mengangguk dengan manja dan kembali memeluknya membuat Ziko tertawa kecil.
"Yaudah kamu telpon Vano dulu tadi dia telpon kamu." Kata Ziko
"Nantii Vina nya masih ngantuk." Kata Devina
"Yaudah aku yang telpon aja." Kata Ziko
Ziko melepaskan pelukannya lalu membaringkan lagi tubuh Devina dan menarik selimut yang tadi sempat dia ambil.
"Kamu tidur lagi aja biar aku telpon Vano sama orang tua kamu dan bilang kalau kamu pulangnya nanti malam." Kata Ziko
Tersenyum senang Devina mengangguk patuh lalu memejamkan matanya lagi dan memmbiarkan Ziko menelpon orang tuanya serta Devano, dia memang mengantuk sekali.
Kembali pada Ziko yang kini menghubungi Devano untuk pertama kali karena kalau masalah Devina dia harus memberi tau pria itu lebih dulu. Tak butuh waktu lama panggilan telponnya sudah diangkat dan Ziko langsung mengatakan bahwa Devina akan pulang nanti malam.
'Kenapa nanti malam? Kenapa gak sekarang?'
"Vina lagi tidur Van tadi udah gue coba untuk bangunin, tapi dia masih ngantuk dan dia bilang pulangnya nanti aja malam." Kata Ziko
Tak ada jawaban untuk waktu yang cukup lama membuat Ziko mengerutkan dahinya bingung lalu melihat ponselnya dan panggilan masih tersambung.
"Van?"
'Vina masih tidur?'
"Hm masih tadi bangun sebentar terus katanya masih ngantuk." Kata Ziko menjelaskan
'Yaudah'
Setelah mengatakan itu Devano mematikan panggilannya secara sepihak membuat Ziko menghela nafasnya pelan lalu beralih menelpon orang tua Devina. Pertama Ziko menelpon Daffa, tapi tidak diangkat lalu dia menelpon Fahisa dan diangkat.
'Ada apa Ziko?'
"Tante gini Ziko mau bilang kalau Devina nanti pulangnya agak malam soalnya ini dia tidur." Kata Ziko
'Devina tidur? Yaudah gak papa Ziko dia memang kurang tidur dari kemarin, tapi jangan terlalu malam ya?'
"Iya Tante." Kata Ziko
Setelah selesai meminta izin Ziko kembali dan melihat Devina yang sudah terlelap dan hal itu membuat dia tersenyum. Bersamaan dengan itu Nazwa datang lalu melihat anaknya yang membuat senyumnya mengembang dengan sempurna.
"Ziko"
"Eh Mama udah pulang?" Tanya Ziko sambil menghampiri wanita paruh baya itu dan mencium punggung tangannya
"Baru aja, ada Devina disini." Kata Nazwa
"Iya Ma itu dia ketiduran tadi kita habis nonton film." Kata Ziko menjelaskan
"Vina mau pulangnya malam kan?" Tanya Nazwa
"Iya Ma tadi Ziko bangunin dia bilang masih ngantuk, jadi barusan Ziko telpon orang tuanya." Kata Ziko membuat Nazwa tersenyum mendengarnya
"Kalau gitu Mama bakal masak makan malam untuk Devina, kita makan malam sama-sama nanti." Kata Nazwa
"Iya Ma"
"Yaudah kamu sana ke kamar mandi dulu jangan nunggui Devina disini." Kata Nazwa
Ziko tertawa kecil lalu mengangguk patuh dan bergegas pergi ke kamarnya untuk mandi.
Masih ditempatnya Nazwa mendekat lalu mengusap kepala Devina dengan sayang dan bergumam pelan.
"Mama gak sabar kamu nikah sama Ziko dan tinggal disini Devina"
¤¤¤
Devina tersenyum canggung pada kedua orang tua Ziko ketika dia bergabung untuk makan malam bersama mereka. Rasanya malu sekali Devina tidur hingga pukul tujuh lalu ketika bangun dia langsung mandi dan memakai pakaian tidur milik Mama nya Ziko kemudian duduk di meja makan untuk makan malam.
Malu sekali dia tidak membantu apapun sekarang malah diminta untuk makan malam tadi dia sudah merengek pada Ziko, tapi pria itu mengatakan tidak masalah. Masalahnya Devina yang tidak enak pada orang tua Ziko hanya saja dia juga tida bisa memberian penolakan hingga akhirnya tetap duduk disamping kekasihnya.
"Papa dengar kembaran kamu masuk rumah sakit, gimana keadaannya?" Tanya Zidan
Satu lagi orang tua Ziko meminta dia untuk memanggil mereka sama seperti Ziko.
Mama dan Papa.
"Em udah baikan Pa sekarang Vano udah pulang." Kata Devina
"Tadinya Mama mau jengukin, tapi enggak sempat." Kata Nazwa
"Gak papa Ma." Kata Devina sambil tersenyum
"Eh gak usah Ma biar Vina aja." Kata Devina merasa semakin tidak enak
"Gak papa sayang udah kamu duduk aja." Kata Nazwa
Devina akhirnya mengalah dan memilih untuk duduk lalu membiarkan Nazwa mengambilkan makan untuknya.
"Makasih Ma"
Nazwa hanya tersenyum dan mengusap kepalanya dengan sayang.
"Sini Ziko biar Mama ambilin juga." Kata Nazwa
Ziko mengangguk lalu memberikan piringnya dan Nazwa melakukan hal yang sama pada suaminya juga. Setelahnya mereka mulai menyantap makan malam dalam diam tanpa ada yang mengeluarkan suara.
Memang Zidan tidak suka kalau ada yang bersuara ketika sedang makan kecuali memang sesuatu yang penting. Begitu selesai menyantap makan malam Devina membantu Nazwa membawa semua piring kotor ke dapur, tapi langsung melarang ketika Devina berniat mencucinya dan mengatakan kalau nanti Bibi yang akan mencucinya.
"Makasih ya Ma maaf udah ngerepotin." Kata Devina
"Eh ngerepotin apa? Kamu ini anak Mama sama kayak Ziko." Kata Nazwa dengan senyuman manisnya
"Makasih Ma"
"Baju ini belum pernah Mama pakai, jadi kamu ambil aja ya?" Kata Nazwa
Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu mau pulang?" Tanya Nazwa
"Iya Vina takut kemalaman." Kata Devina
"Yaudah nanti dianter sama supir dan Ziko." Kata Nazwa
Devina hanya mengangguk lalu ketika Ziko datang Devina memeluk serta mencium Nazwa dan mencium punggung tangan Zidan juga sebelum akhirnya keluar dari rumah Ziko. Keduanya pergi ke halaman depan rumah lalu Ziko membuka pintu mobil dan ikut masuk ke dalam.
Saat mobil melaju meninggalkan rumah Ziko tersenyum lalu membawa kepala Devina untuk bersandar di bahunya. Dengan senang hati Devina hanya diam dia melihat baju tidur yang dia pakai dan tersenyum senang.
Mama nya Ziko sangat perhatian dan sayang padanya.
"Vina suka bajunya warna pink." Kata Devina membuat Ziko tersenyum melihatnya
"Mama beli itu seminggu yang lalu sama aku dan belum pernah dia pakai." Kata Ziko
"Em Vina gak enak sama orang tua Ziko karena jadi ngerepotin." Kata Devina
"Gak papa Vin malah Mama sama Papa senang banget." Kata Ziko
"Bohong"
"Bener dari dulu mereka itu mau banget punya anak cewek apalagi Mama." Kata Ziko
Devina mengangguk faham lalu menjauhkan kepalanya dan menatap mata Ziko dengan penuh ketulusan. Tangannya terulur untuk mengusap kepala Ziko dengan sayang lalu senyumnya mengembang dengan sempurna.
Tak ada percakapan lagi setelahnya Ziko hanya membawa gadis itu ke dalam pelukannya.
Setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai Devina menatap Ziko dan mencium pipinya sekilas lalu melambaikan tangannya.
"Vina pulanh dulu ya? Makasih Ziko nanti kabarin kalau udah pulang." Kata Devina
Ziko mengangguk singkat dan Devina langsung keluar dari mobil lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya. Begitu masuk kedalam Devina langsung bertemu kedua orang tuanya dan dia berlari menghampiri mereka lalu memeluknya.
Fahisa tersentak lalu tersenyum senang ketika sadar bahwa itu anaknya dan dia langsung membalas pelukan itu dengan sayang.
"Eh udah pulang"
Devina tersenyum sambil menjauhkan tubuhnya membuat Daffa langsung mencubit gemas pipi anaknya.
"Pakai baju siapa itu?" Tanya Daffa
"Baju Mama nya Ziko." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya
"Kamu ini yaudah sana ke kamar tidur udah malam." Kata Fahisa
"Vina dari tadi udah tidur." Kata Devina
"Ya ampun Devina." Kata Daffa
"Ihh bener Vina kan baru pulang karena tadi tidur, sekarang Vano manaa?" Tanya Devina
"Di kamar ngambek dia kamu gak pulang-pulang." Kata Fahisa
Devina mengerucutkan bibirnya lalu berlari kecil ke atas dan menuju kamar kembarannya.
"Vina mau ke kamar Vano." Kata Devina
Tanpa mengetuk pintu Devina masuk ke dalam lalu menghampiri Devano yang duduk sambil memainkan ponselnya. Kembarannya itu tidak mau menoleh meskipun Devina duduk disampinya dan menusuk-nusuk lengannya dengan jari tangannya.
"Vano Vanooo"
Menoleh Devano menatap Devina dengan sebal lalu mengatkan sesuatu dengan penuh kekesalan.
"Kenapa gak nginep sekalian?"
Diluar dugaan Devina malah memberikan jawaban yang semakin membuatnya kesal.
"Memang boleh?"
Merasa kesal Devano mencubit pipi Devina cukup kuat karena gemas, dia dari tadi menunggu Devina pulang.
"Ihh sakittt"
¤¤¤
Aduh Vano lagi sakit, jadi sensitif banget yaaa😂