
Senyum canggung Adara terlihat ketika dia dan Devano berada di taman belakang meninggalkan yang lainnya di ruang utama bersama Devina. Disampingnya Devano tersenyum lalu meraih tangan kekasihnya membuat gadis itu tersentak dengan wajah yang mulai memerah.
Ada rasa malu yang Adara rasakan karena dia tidak bisa memberikan hadiah mahal seperti orang-orang, entah Devano akan suka atau tidak nantinya yang jelas hadiah yang diberikan Adara berikan dengan penuh ketulusan. Sejak kedatangannya Adara hanya mengatakan selamat ulang tahun, tapi belum bicara apapun lagi hingga Devano memutuskan untuk mengajaknya ke taman belakang dia fikir mungkin Adara tidak ingin mengatakannya di hadapan orang lain.
"Dar"
"Hmm"
"Wanna say something?" Tanya Devano
Adara menatapnya sebentar lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Tapi, malu bilangnya." Kata Adara pelan
"Malu kenapa hnm?" Tanya Devano sambil mengusap pipi kekasihnya
"Aku... emm maaf..."
"Kenapa minta maaf?" Tanya Devano penasaran
"Aku.. maaf karena gak bisa kasih hadiah mahal kayak orang-orang, kamu tau kan kalau...."
"Hey aku gak butuh hadiah Dar dengan kamu ada disamping aku aja itu udah lebih dari cukup." Kata Devano
Adara menunduk dan Devano menarik dagu gadis itu agar menatapnya lalu dia melihat mata Adara berkaca-kaca.
"Aku gak perlu hadiah Adara, udah ah jangan nangis." Kata Devano ketika gadis itu meneteskan air matanya
Bukan diam Adara kembali menangis dan dia menahan nafasnya karena merasa sesak. Melihat hal itu Devano langsung membawa anaknya ke dalam pelukan lalu mengusap rambut hitamnya dengan lembut.
"Kenapa nangis hmm? Masa nangis sih Dar? Aku kan gak masalah apa-apa, denger ya? Aku gak pernah lihat sesuatu dari harganya, tapi dari ketulusannya." Kata Devano
Adara sudah tidak meneteskan air mata lagi, tapi dia masih diam di pelukan kekasihnya.
"Aku selalu menghargai sekecil apapun yang orang berikan untuk aku apalagi kamu yang kasih." Kata Devano
Melepaskan pelukannya Devano menangkup wajah kekasihnya dan mencium keningnya lama.
"Aku... takut kamu gak suka." Kata Adara pelan
"Aku selalu suka apa yang kamu kasih sayang." Kata Devano membuat Adara terdiam dengan wajah yang mulai memerah
"Beneran? Hadiah aku cuman hadiah sederhana..."
"Tapi, penuh makna dan cinta." Kata Devano dengan senyuman
Adara ikut tersenyum dan kembali memeluk kekasihnya, sungguh dia malu dan takut kalau Devano tidak suka bahkan beranggapan bahwa Devano mungkin saja malah membuangnya. Sebenarnya Adara ingin membelikan jam tangan atau sepatu, tapi dia tidak memiliki banyak uang bahkan Adara sedikit bingung untuk biaya ketika perpisahan atau prom night nantinya.
Uang dari Kakek juga Bunda nya hanya akan dia simpan untuk biaya hidupnya saja.
"Udah Dar jangan sedih dong kamu kan biasanya marah-marah." Kata Devano
Berdecak kesal Adara memukul lengan kekasihnya pelan dan membuat Devano tertawa.
"Nyebelinnn"
"Maaf nanti aku buka hadiahnya ya? Aku buka pas aku lagi sendirian karena itu kan untuk aku." Kata Devano
"Hmm"
Untuk sesaat mereka terdiam sampai akhirnya Devano melepaskan pelukannya dan membuat Adara menatapnya lalu dia kembali bicara.
"Aku mau kasih tau sesuatu." Kata Devano
"Apa?" Tanya Adara
Berbeda dengan tatapan Adara dulu yang tajam dan penuh kecurigaan kali ini Adara menatapnya dengan polos.
"Aku gak pernah banyak bicara, menghibur seseorang, memberikan perhatian yang begitu besar, rela terluka selain dengan keluarga aku dan kamu,"
Devano tersenyum dan mengusap pipi kekasihnya dengan penuh kelembutan membuat Adara juga ikut tersenyum.
"Cuman kamu Dar yang buat aku bisa bercerita tanpa beban, tersenyum, dan tertawa padahal biasanya cuman keluarga aku yang bisa melakukan itu." Kata Devano
"Berarti?"
"Berarti aku sayang kamu dan aku mau kamu di hidup aku." Kata Devano
Adara tersenyum senang, tapi dia merasa tidak pantas seketika.
Devano sempurna memiliki banyak hal dan dia yakin kelak pria itu akan menjadi pria sukses seperti Daddy nya tentu saja Devano pantas mendapat yang lebih baik dari dia kan?
"Kamu cinta aku Van?" Tanya Adara
"Hmm sangat." Kata Devano
"Beneran?" Tanya Adara lagi
"Iya Dar kamu lupa? Cuman kamu yang bikin aku sampai bertengkar dengan Devina." Kata Devano
"Ihh maaf kalau inget itu aku jadi merasa bersalah." Kata Adara
"Bukan itu maksud aku." Kata Devano
"Terus apa?" Tanya Adara penasaran
"Maksudnya aku gak bisa milih antara kamu dan Devina karena kalian sama-sama berarti untuk aku, tau artinya apa?" Tanya Devano
Adara menggelengkan kepalanya pelan.
"Artinya kamu dan Devina sama berartinya di hidup aku." Kata Devano
Tersenyum senang Adara berusaha untuk mengenyahkan semua fikiran buruk yang menghantuinya.
Entah akan seperti apa nantinya, tapi yang jelas Adara ingin bersama Devano untuk saat ini dan dia harap seterusnya juga akan begitu.
"Makasih Van, aku sayang banget sama kamu." Kata Adara
"Aku juga"
Keduanya kembali berpelukan untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya Devano mengajak Adara untuk kembali karena takut di cari oleh yang lainnya. Benar saja ketika mereka masuk semua langsung melihat, tapi Devano langsung berdecak kesal karena suara Alex.
"Wahh ngapain lo Van? Astaga Om anaknya nih habis ngapain bawa-bawa anak gadis untuk berduaan." Kata Alex sambil menggelengkan kepalanya pelan
Mereka tertawa ketika melihat wajah kesal Devano serta wajah memerah kekasihnya, dia malu.
"Biarin aja Lex karena lagi ulang tahun jadi Om maafkan." Kata Daffa
"Ah gak seru Om padahal aku berharap Vano bakal dimarahin." Kata Alex
Sangking kesalnya Devano menginjak kaki Alex cukup kuat hingga pria itu meringis sakit serta mengumpat di waktu yang bersamaan dan yang lainnya tertawa.
"Akhh brengsek lo Van"
"Vano kamu apaan sih sayang? Kan temennya sendiri." Tegur Fahisa
"Marahin aja Tan sakit banget ini kaki aku gara-gara dia." Kata Alex
"Lebay"
"Devano"
Menggelengkan kepalanya pelan Devano memang sedikit kasar kalau dengan teman-temannya.
"Jadi Van kapan?" Tanya Erick
"Kapan apanya?" Tanya Devano
"Traktiran lahh." Kata Erick dan Yuda bersamaan
Mendengus kesal Devano tetap menjawab juga pada akhirnya, selaku begitu kalau dia ulang tahun.
"Minggu"
Semua orang larut dalam kegiatannya.
¤¤¤
"Vina aku masuk ya?"
Setelah makan malam Devano pergi ke kamar kembarannya dan melihat Devina yang tengah membuka kado di atas karpet. Tersenyum singkat Devano masuk dan duduk disamping kembarannya yang terlihat begitu bersemangat padahal tangannya masih sedikit sakit.
Devina memang langsung ke kamarnya setelah makan malam karena dia sangat penasaran dengan kado dari orang tua juga Kakaknya.
"Vano bawa apaaa?" Tanya Devina dengan penuh semangat
"Hadiah kan?" Kata Devano sambil meletakkannya bersama dengan kado lainnya
"Ihh mau bukaa." Kata Devina
Baru ingin meraih kotak itu Devano sudah menahannya dan meminta Devina untuk membuka yang lainnya terlebih dulu.
"Emm yaudah punya Mommy sama Daddy dulu ya?" Kata Devina
Dibantu oleh kembarannya Devina membuka kertas kado yang berisi hadiah dari orang tuanya dan dia langsung tersenyum lebar ketika melihatnya.
"Ihh lucuu bangettt"
Lampu tidur berwarna pink.
Sepertinya orang tuanya tau kalau belakangan ini Devina mengeluh dan meminta untuk dibelikan lampu tidur. Saat melihat ada secarik kertas disana Devina langsung mengambil dan membacanya.
Happy birthday Devina
Sayang selamat ulang tahun ini hadiah dari Mommy dan Daddy. Oh iya kata Daddy kalau kamu ingin sesuatu yang lain bilang saja.
Semoga semua keinginan Vina bisa tercapai ya?
Bahagia selalu sayangnya Mommy dan Daddy.
Devina tersenyum senang dan menatap Devano yang juga ikut tersenyum padanya.
"Vano dapat apa?" Tanya Devina
"Sepatu"
Mengangguk faham Devina mengambil hadiah dari Kakaknya lalu membuka kotaknya dan dia melihat sepasang sepatu cantik disana.
"Vina juga dapat sepatu dari Kak Ara kalau Vano dapat apa?" Tanya Devina lagi
"Hoodie"
Devina kembali mengangguk lalu meraih kotak milik kembarannya, tapi dia menatap kembarannya dengan bingung karena ada kunci disana.
"Vano mana kuncinya?" Tanya Devin
Devano tersenyum dan memberikan kunci kecilnya pada Devina yang langsung di ambil oleh kembarannya. Dengan penuh semangat Devina membukanya dia dapat melihat foto mereka berdua yang ada disana lalu kumpulan kertas berisi banyak kata-kata.
"Semua itu untuk kamu dan ada hadiah lagi di dalamnya." Kata Devano membuat Devina menatapnya
Tangan Devina masuk ke dalam lalu sedikit menyingkirkan kertas itu dan benar ada sebuah kalung disana.
Kalung dengan bandul huruf DV yang terlihat indah meski terkesan sederhana.
"DV untuk Devano dan Devina." Kata Devano sambil tersenyum
Devina tersenyum dan minta untuk dipakaikan setelah itu Devina meletakkan kotak pemberian Devano lalu beranjak menuju lemari. Membuka salah satu laci di lemarinya Devina mengambil sesuatu disana dan kembali menghampiri Devano.
"Aku kan enggak ada hadiah, jadi aku kasih ini aja." Kata Devina
Belum sempat bertanya Devina sudah lebih dulu mejelaskan.
"Itu buku gambar yang masih aku simpan, disana ada beberapa yang udah Vano robek waktu kita masih kecil dulu." Kata Devina
Tertawa kecil Devano mengambilnya dan membuka buku gambar itu lalu melihatnya satu per satu.
Benar ada yang sudah robek juga.
"Di simpan ya? Jangan dirobekk!" Ancam Devina membuat kembarannya itu tertawa dan mengangguk patuh
"Makasih"
Devina mengangguk lalu merentangkan tangannya meminta untuk di peluk.
Tentu saja Devano langsung memeluknya.
¤¤¤
Pada waktu yang bersamaan di kamar masing-masing Devano dan Devina membuka hadiah dari kekasih mereka dengan senyuman juga jantung yang berdetak sangat cepat. Perlahan keduanya membuka kotak kado itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya.
Devina mendapatkan sebuah music box lucu juga sebuah gift card berwarna coklat dengan dipenuhi gambar love.
Ada barisan tulisan yang tertulis disana.
Devina selamat ulang tahun
Aku harap kamu selalu bahagia dan semua keinginan kamu bisa tercapai.
Aku sayang kamu Devina.
Aku bingung mau bilang apa, tapi yang jelas selamat ulang tahun aku harap kita akan selalu bersama-sama.
Aku harap kita akan menikah nantinya karena aku ingin menghabiskan waktuku bersama kamu.
Yang tersayang,
Ziko
Senyum Devina mengembang dan dia memutar music box pemberian Ziko lalu alunan musik mulai terdengar.
Kembali pada Devano yang me dapat sebuah botol berisikan begitu banyak kertas di dalamnya. Terlihat cantik dan unik berbeda sekali dari yang lainnya.
Ada kartu ucapan juga.
Devano
Makasih banyak sudah hadir di hidupku dan memberikan jutaan warna serta canda tawa. Makasih untuk semua kebahagiaan dan cinta yang kamu berikan untuk aku.
Selamat ulang tahun sayang bahagia selalu ya?
Hadiah ini mungkin sederhana dan aku gak tau kamu bakal suka atau tidak, tapi Devano semua yang aku tulis disana adalah isi hati aku.
Hope you like it :(
Happy birthday Vanooo.
Mereka berdua sama-sama mendapat hadiah terindah dan tidak akan pernah bisa dilupakan.
Ulang tahun mereka kali ini benar-benar istimewa.
¤¤¤
Last update untuk hari ini yaaa😉
Makasih banyak semuanyaaa😚 Besok mau update gini lagi enggak nihh???