
"Devano!"
Tubuh Devano yang berdiri di depan pintu kamar tamu ditarik keluar oleh Daffa yang kembali memergoki anak itu pagi-pagi buta sudah muncul dan mengganggu Adara lagi. Mengingat Daffa sendiri yang meminta Adara menginap, jadi dia sangat mengawasi Devano yang sudah mulai menjadi anak nakal hingga membuatnya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.
Berbeda sekali dengan dulu sekarang Devano sudah mulai tertular Devina hingga Daffa dapat merasakan kebahagiaan seperti biasanya. Sesaat setelah Daffa menarik anaknya itu keluar dia dapat melihat Adara yang sudah rapih dengan kemeja serta celana jeans panjang.
Di sampingnya Devano hanya tersenyum sambil menatap Daffa dengan wajah menyebalkan, hilang sudah image Devano yang cool di hadapan Daddy nya.
"Siapa yang suruh kamu pagi-pagi begini ke kamar dan menemui Adara? Mau apa?" Tanya Daffa
"Mau lihat aja Daddy udah bangun atau belum." Kata Devano
Di tempatnya Adara berusaha menahan tawa melihat Devano yang di tanya oleh Daffa.
"Gak usah banyak alasan ya kamu Devano! Sana ke kamar kamu sendiri." Kata Daffa
"Sebentar Dad aku mau bicara sama Adara." Kata Devano
"Yaudah Daddy tungguin cepet sana bicara." Kata Daffa
Adara benar-benar ingin tertawa melihat wajah Devano sekarang.
"Gak papa Daddy duluan aja ke dapur pasti Mommy nungguin." Kata Devano
"Tidak Devano! Daddy tidak mau kecolongan seperti Devina dan Ziko dulu yang tiba-tiba ciuman di dalam mobil." Kata Daffa
"Daddd"
"Apa? Kamu mau Daddy nikahkan ya?" Ancam Daffa
"Mau, nikahin aja Dad." Kata Devano
Mata Adara langsung membulat ketika mendengarnya.
"Gak"
"Kenapa? Dulu Vina juga gitu." Kata Devano
Daffa berdecak pelan lalu mendorong dahi anaknya dengan telunjuk dan mengatakan hal yang membuat anaknya terdiam.
"Devina sama Ziko itu sama-sama gak sabaran mau nikah kalau kamu beda, cuman kamu yang gak sabaran kalau ceweknya santai." Kata Daffa
Baru akan bicara Daffa sudah menarik lengan baju anaknya dan membawa Devano menjauh membuat Adara dari depan pintu melambaikan tangan pada kekasihnya.
Drama pagi hari di rumah keluarga Wijaya.
°°°°
Sama-sama tidak ada jam perkuliahan untuk hari ini Devano kembali latihan bersama teman-temannya dan tentu saja seperti biasa Adara akan ikut bersamanya, tapi sebelum pergi ke tempat latihan Adara bilang dia ada janji dengan temannya untuk mengambil flashdisk miliknya yang waktu itu sempat tertinggal. Akhirnya sebelum pergi Devano lebih dulu mengantar Adara ke tempat kost dimana temannya tinggal kata Adara temannya itu sudah menunggu di luar.
Jaraknya cukup jauh dari tempat latihan, tapi tidak masalah dari pada Adara pergi sendiri apalagi orang yang akan gadis itu temui seorang pria, tidak akan Devano biarkan. Setelah lima belas menit perjalanan mobil Devano berhenti di tempat yang tadi Adara sebutkan dan benar saja sudah ada seorang pria yang menunggu disana.
"Bentar ya?"
Devano hanya bergumam pelan sambil menatap Adara yang turun dari mobil dan menghampiri pria itu tadi kekasihnya itu bilang dia butuh flashdisk miliknya karena tugas kuliahnya ada disana. Mata Devano tidak pernah lepas dia terus menatap kekasihnya dan berdecak pelan ketika kedua orang itu berbincang untuk beberapa saat lalu tertawa.
"Udah Van makasih ya?" Kata Adara sambil menunjukkan flashdisk yang baru saja dia ambil
Kembali bergumam pelan Devano melakukan mobilnya menjauh dan pergi ke tempat latihan tanpa banyak bicara, dia tidak suka melihat kekasihnya akrab dengan pria lain.
Di tempatnya Adara sama sekali tidak merasa aneh karena biasanya Devano memang sering begitu, terkadang dia sangat cerewet, tapi terkadang dia juga sangat pendiam dan hanya menanggapi seadanya.
Dan Adara masih tidak sadar hingga mereka sampai di tempat latihan.
Tentu saja Devano kesal dan menahan tangan Adara yang ingin membuka pintu mobil.
"Kamu gak peka banget sih Ra." Kata Devano
Adara hanya diam dan menatap Devano dengan bingung.
"Gak peka?"
Menghela nafasnya pelan Devano balik menatap Adara dan mengatakan apa yang tidak dia suka.
"Aku gak suka kamu akrab sama cowok lain kayak gitu, tadi juga kenapa pakai lambai tangan segala?" Kata Devano
"Gak boleh? Kan cuman dadah aja Van gini." Kata Adara sambil tersenyum dan melambaikan tangannya di depan Devano
Melihat hal itu Devano langsung meraih tangan Adara dan menggenggam seraya mengusapnya.
"Gak boleh!" Kata Devano dengan penuh penekanan dan wajah serius
"Yaudah enggak lagi." Kata Adara sambil tersenyum
"Tadi siapa namanya?" Tanya Devano
"Faisal"
"Sering chat kamu?" Tanya Devano lagi
"Gak sering." Kata Adara jujur
"Janji dulu kalau kamu bakal jaga jarak sama dia." Kata Devano sambil mengangkat jari kelingkingnya
Tidak mau berdebat Adara menurut dan menautkan jari kelingkingnya disana.
"Jangan senyum sama cowok lain juga, kamu cantik kalau senyum nanti mereka suka sama kamu aku yang susah"
Adara hanya bisa tertawa mendengarnya, tapi dia tetap mengangguk patuh.
Selama ini Devano selalu menemani dan ada di setiap saat Adara membutuhkannya, jadi bukan hal yang sulit bagi Adara untuk menuruti keinginan Devano.
Dan lagi pria itu tidak pernah meminta sesuatu yang aneh.
°°°°
Devano datanggg🥰
Untuk visual Devano sama Adara masih aku cari🙂 Sebenernya agak bingung cari visual Devano sih soalnya dia kan ceritanya kembar sama Devina, jadi cari yang mirip-mirip dulu🤣