
"Sayang bangun"
Berkali-kali Devano berusaha membangunkan Adara yang masih terlelap dalam tidurnya meskipun waktu sudah menunjukkan pukul sembilan bahkan ketika Devano membangunkan dia hanya bergumam pelan dan malah mengeratkan selimutnya. Selain lelah cuaca yang cukup dingin karena hujan semalaman membuat Adara lebih nyaman berada di atas ranjang dengan selimut hangat yang menutupi tubuhnya.
Seandainya belum terlalu siang Devano akan membiarkan, tapi ini sudah cukup siang mereka harus sarapan Devano tidak biasa melewatkan sarapan. Sekali lagi Devano berusaha membangunkan Adara dia mendekatkan wajah dan mencium bibirnya cukup lama hingga Adara membuka matanya.
Adara menatapnya dengan kesal karena dia sudah mengganggu tidur nyenyaknya.
"Bangun dulu sarapan udah siang." Kata Devano
"Nanti"
"Sayang bangun dulu sebentar terus makan." Kata Devano lagi
Adara memasang wajah cemberutnya membuat Devano tersenyum seraya mengusap pipinya.
"Ayo bangun makan sebentar aja nanti tidur lagi boleh." Kata Devano
Menghela nafasnya pelan Adara mengangguk patuh lalu bangun dengan tangan yang masih memegang selimut agar menutupi tubuhnya.
"Mau makan apa?" Tanya Devano
"Kemarin kan kita beli roti Van makan itu aja dulu." Kata Adara pelan
"Yakin?"
"Iya aku juga biasanya sarapan pakai roti aja." Kata Adara
"Yaudah mandi dulu atau mau aku temenin?" Kata Devano membuat Adara langsung melotot dan menggelengkan kepalanya
"Enggak!"
Devano tertawa lalu meminta Adara untuk ke kamar mandi.
"Kamu keluar dulu deh aku malu Van." Kata Adara
"Kenapa malu? Aku juga udah lihat semuanya." Kata Devano
"Yaudah jangan ngintip ya? Kamu tutup mata." Kata Adara
Devano hanya bergumam pelan lalu menutup matanya dan baru membuka lagi kedua matanya ketika mendengar suara pintu. Tertawa kecil Devano duduk bersandar di ranjang lalu meraih ponsel miliknya yang ada di nakas.
Bersamaan dengan itu kembarannya ternyata menelpon dan senyuman manis Devano langsung mengembang dengan sempurna.
Ya ampun dia merindukan Devina.
"Halo Vin"
Devano menyapa dengan riang membuat dia mendapat seruan dari kembarannya.
'Vanooooo'
"Kenapa Devina? Kamu masih di rumah apa udah pulang sama Ziko?" Tanya Devano
'Hm masih di rumah dong temenin Mommy sama Daddy soalnya Vano kabur'
Perkataan itu membuat Devano tertawa kecil mendengarnya.
'Vano gimana di sanaa? Senang gak? Adara mana aku mau ngobrol dong sama dia'
"Senang kok Vin dan Adara lagi mandi." Kata Devano
'Hm yaudah ngobrol sama Vano aja'
"Kamu ini lagi di rumah apa di luar?" Tanya Devano
'Di rumah, tapi Mommy sama Daddy lagi pergi dan Ziko gak tau tuh kemana tadi sih lagi nonton tv'
"Oh makanya telpon aku karena kesepian ya?" Ledek Devano
'Ish enggakk aku kan cuman penasaran'
"Iya deh percaya." Kata Devano
'Vanoo'
"Hm kenapa?" Tanya Devano
'Enggak ada hehe Vano di sana senang-senang sama Adara ya? Sampai ketemu lagi nanti kalau Vano udah selesai liburannya kita liburan bareng ya?'
Devano tersenyum mendengarnya dia yakin sekarang Devina sedang memasang wajah sedihnya.
"Iya Vin nanti aku bakal kabarin kamu." Kata Devano
'Em yaudah Vina tutup telponnya ya?'
"Iya Devina"
Begitu panggilannya di matikan Devano beralih membuka pesan dan ada beberapa pesan dari Alex yang langsung dia buka. Saat membaca semua pesan yang pria itu kirimkan Devano tertawa.
Dasar Alex!
Wihh yang lagi honeymoon
Aww pulangnya berdua aja ya Van jangan bertiga haha
Tapi, udah kan Van?
Harusnya lo live biar gue bisa liat haha bercanda Van
"Sialan Alex." Maki Devano sambil tertawa
^^^Sialan lo Lex^^^
^^^Udah bosan hidup lo ya?^^^
^^^Lo nikah juga sana biar gak gangguin orang^^^
^^^Tuh Cessa ada^^^
Ternyata Alex memang sedang membuka ponsel karena tak butuh waktu lama Alex sudah membalas pesannya.
Kawin aja dulu lah gue mah
Gue masih ngeri sama Cessa
Asli dah gue takut di kdrt sama dia
Devano kembali tertawa membacanya, tapi memang Alex itu takut pada Cessa kalau dia macam-macam udah deh habis dia sama Cessa di hajar.
Anak taekwondo mau di sakitin.
^^^Gila lo Lex^^^
^^^Nikah dulu baru kawin bodoh^^^
Setelah membalas pesan itu Devano meletakkan ponselnya dan menatap Adara yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut panjangnya yang basah.
Oh ya ampun fikiran Devano mulai berkelana.
Tolong kembali lah pada Devano yang dulu jangan mesum begini!
°°°°
Helaan nafas Adara terdengar ini hari kedua mereka di Villa dan sampai sekarang Devano masih belum mengajaknya jalan-jalan padahal Adara sudah bilang dia bisa pakai syal untuk menutupi lehernya, tapi pria itu tetap menolak. Sungguh Adara bosan dia hanya diam di kamar kadang sambil memainkan ponsel atau ya bermain bersama Devano rasanya itu sudah seperti kebiasaan.
Devano benar-benar mesum sekarang Adara sampai kesal kadang diam saja di bilang menggoda ah entahlah Adara kesal sendiri. Sekarang Adara ada di ruang tengah sedang menonton TV dan tak lama Devano datang lalu duduk di sampingnya.
"Ngapain nonton film kartun?" Tanya Devano
"Dari pada bosan." Kata Adara kesal
"Nyindir aku hm?" Kata Devano
"Enggak tuh kamu aja yang ngerasa tersindir." Kata Adara
"Besok deh jalannya." Kata Devano
"Kata kamu kita liburan, tapi dari kemarin diam aja di sini gak kemana-mana nyebelin." Keluh Adara
"Ya kita memang liburan dan kita jalan-jalan kok kita kan keliling Villa kemarin." Kata Devano
"Ish Van maksudnya tuh jalan-jalan yang beneran." Kata Adara sebal
"Kemana maunya?" Tanya Devano sambil menatap istrinya dengan senyuman
"Ya kemana aja...."
"Yaudah ke kamar." Kata Devano membuat Adara berdecak kesal lalu memukul lengan suaminya
"Terus aja deh semua yang aku bilang kamu tanggapi kayak gitu." Kata Adara kesal
"Haha maaf sayang." Kata Devano
"Aku mau jalan-jalan besok pokoknya." Kata Adara
"Iya sayang"
"Janji dulu?" Kata Adara
"Kamu juga janji." Kata Devano
"Ish janji apa?" Kata Adara kesal
"Janji habis ini matiin TV terus ke kamar." Kata Devano
"Mau ngapain lagi?" Tanya Adara
"Kamu tau kita bakal ngapain sayang." Kata Devano
"Yaudah gak mau." Kata Adara
"Yaudah aku juga gak mau ajakin kamu jalan-jalan besok." Kata Devano
"Ihhh Van"
Devano mengangkat bahunya acuh membuat Adara berdecak kesal lalu meraih tangan Devano dan menautkan jari kelingking mereka berdua.
"Janji"
Tersenyum senang Devano langsung mengambil remote dan mematikan TV lalu menatap Adara yang terlihat gugup.
"Ayo ke kamar"
Dasar Devano mesum sekarang yang ada di fikiran pria itu hanya kamar kamar dan kamar!
°°°°
Aku updateeee🥳