
Dulu Devina sangat suka setiap kali dia berkumpul bersama Mona dan yang lainnya karena mereka selalu membahas banyak hal, tertawa bersama hingga saling merajuk satu sama lain ketika di jahili, tapi sekarang Devina merasa hampa. Meskipun dia ada bersama teman-temannya entah kenapa Devina mereka tak sama, mereka berkumpul hanya saja Devina tidak suka dengan topik pembicaraan.
Mereka hanya membahas masalah kuliah entah itu tentang teman sekelas atau tugas kuliah, tidak ada bahasan lainnya. Padahal dulu mereka selalu membahas banyak hal mulai dari film, fashion, dan masalah pria juga.
Entahlah Devina tidak suka, kenapa harus membahas masalah itu?
Bukankah ada banyak hal yang bisa mereka bicarakan?
Jadi sejak tadi Devina hanya diam dan mendengarkan teman-temannya berceloteh, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Dan lo tauu?! Gue sekelompok sama cowok nyebelin itu!" Kata Mona sambil mendengus kesal
"Sumpah dia pasti naksir lo Mon." Kata Cessa dengan tawanya
"Gue yakin lo sama dia bakal pacaran." Kata Nayla
"Dihh malas banget." Ketus Mona
Mereka terus berbicara hingga akhirnya Mona baru menyadari kalau temannya sejak tadi hanya diam dan Mona langsung berhenti bicara lalu merangkul Devina membuat gadis itu tersentak.
"Kok diem aja sih Vin? Kenapa? Lagi ada masalah ya?" Tanya Mona
Devina tersenyum sambil menatap ketiga temannya bergantian lalu menggelengkan kepalanya pelan.
Nanti kalau dia bicara malah disangka lebay.
"Ihh kenapaa? Marah ya sama gue atau Cessa atau Nayla?" Tanya Mona
"Enggak ada Mona." Kata Devina dengan senyuman tipisnya
"Bohong kan? Lo kelihatan sedih Vin, kenapa sih?" Tanya Cessa
Cessa dan Nayla mendekat ke arah Devina menatap gadis itu dengan penasaran, tapi sekali lagi Devina hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalau gak ada masalah, sekarang lo cerita tentang apapun deh tentang Ziko boleh atau tentang kuliah lo juga gak papa." Kata Cessa
"Cerita apa? Aku gak tau mau cerita apa ke kalian." Kata Devina sambil tersenyum
"Ihh Vina kenapa? Pasti ada sesuatu kan?" Tanya Nayla
Devina mencengkram kuat bantal yang ada dipangkuannya lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Oke, kalau gak mau cerita gue yang nanya aja ya?" Kata Mona
Devina terdiam sebentar lalu menganggukkan kepalanya.
"Gimana kuliah lo? Ada yang gangguin lo gak? Ada yang jahat gak sama lo?" Tanya Mona
"Emm baik gak ada masalah sama kuliah aku dan gak ada yang gangguin aku kok semuanya baik." Kata Devina bohong
"Bener? Kalau ada yang gangguin lo bilang aja Vin biar kita datengin ke kampus." Kata Cessa membuat Devina tertawa kecil mendengarnya
"Gak ada kok." Kata Devina dengan senyuman
Dia bohong nyatanya Devina pernah dilabrak Kakak tingkatnya dan nyatanya ada beberapa teman sekelasnya yang selalu menatap dengan sinis.
"Terus ada cowok yang deketin lo gak? Gue yakin sih pasti ada atau jangan-jangan banyak ya?" Tanya Cessa dengan antusias
"Enggak kok"
"Gak mungkin Vin lo itu cantik parah pasti banyak yang suka kan?" Tanya Nayla
Saat awal masuk memang banyak pria yang mencoba untuk mendekati Devina, tapi begitu tau kalau dia sudah mempunyai Ziko mereka pada menjauh hanya Lucas saja yang tetap bertahan.
"Iya pasti ada kan?" Kata Mona
"Hmm ada satu dia Kakak tingkat aku sering chat juga, tapi nomornya udah di blokir sama Ziko." Kata Devina
"Udah pasti sih itu mah Ziko was-was banget tuh kalau udah masalah Vina." Kata Cessa
"Iyalah dapetinnya aja setengah mati." Kata Mona
Devina hanya tersenyum menanggapinya dan ketika ponselnya bergetar Devina melihatnya sebentar, ada pesan dari kembarannya disana.
Vina nanti ke rumah Tante Dara
Mau aku jemput atau gimana?
^^^Jemputt Vann^^^
Setelah memberikan balasan singkat Devina kembali mematikan ponselnya dan menatap teman-temannya lagi.
"Kalian banyak tugas?" Tanya Devina
Mereka menggelengkan kepalanya bersamaan membuat Devina tersenyum singkat.
"Kadang aja sih Vin ada tugas dadakan." Kata Mona
"Emm gitu kalian kalau habis kuliah ke mana?" Tanya Devina lagi
"Pulang kalau gak ke kost temen atau ke cafe." Kata Nayla yang diangguki oleh kedua temannya juga
Devina terdiam sebentar lalu mengangguk faham.
"Ehh Vin gue mau lihat dong Kakak tingkat yang deketin lo itu." Kata Mona penasaran
"Mana hp kamu? Buka instagramnya dari sana di aku udah di blokir juga sama Ziko." Kata Devina
Dengan cepat Mona memberikan ponselnya yang langsung Devina ambil lalu membuka aplikasi instagram, dia mengetikkan nama Lucas disana dan membuka akun yang dia tau.
"Ini"
Mona langsung merebut ponselnya lagi dan kedua temannya juga mengerubungi Mona karena penasaran.
"Gila ganteng"
"Asli ganteng parah"
"Ehh udah punya cewek, ini foto sama ceweknya bukan?"
Mona langsung membuka salah satu foto yang ada dan captionnya hanya ada bentuk hati komentarnya juga dimatikan.
"Coba buka ig ceweknya Mon." Kata Cessa heboh
Mona menurut dan membuka akun gadis yang ada disana lalu melihat fotonya satu persatu.
"Bener ceweknya." Kata Nayla
Mengetahui fakta itu Mona langsung menatap Devina, dia tidak mau kalau sampai kejadian seperti dulu menimpa temannya.
"Cewek ini gak ngapa-ngapain lo kan Vin? Gue takut kalau dia bar-bar kayak Hara." Kata Mona
Devina terdiam sebentar lalu menggelengkan kepalanya pelan, lagi dia berbohong.
"Enggak kok." Kata Devina
"Kalau dia aneh-aneh bilang ke gue ya Vin biar gue sama Cessa labrak!" Kata Mona
"Gue ikutan lah masa ditinggal." Kata Nayla
"Lo bagian dokumentasi Nay nanti vidioiin biar gue sama Moba viral." Kata Cessa
Tapi, perlahan mereka memiliki dunianya masing-masing.
¤¤¤
"Vinaa"
Seruan itu membuat Devina mendongak lalu menatap kembarannya yang berdiri di depan pintu kamar, mereka baru saja pulang dari rumah Dara dan Devina langsung pergi ke kamarnya. Sejak tadi Devina memikirkan pesan yang masuk ke dalam ponselnya ada dua nomor baru disana, satu milik Lucas dan satu lagi milik Yuna.
Entah dari mana mereka berdua mendapat nomornya, tapi pesan disana membuat Devina diam dan merasa kesal juga bingung. Mungkin karena itu dia tidak mendengar Devano yang sejak tadi mengetuk pintu kamarnya sambil memanggilnya.
Sekarang Devina hanya bisa tersenyum menanggapi kembarannya yang berjalan mendekat lalu menyembunyikan ponselnya di balik bantal, dia belum menghapus pesannya.
"Kenapa? Aku panggilin dari tadi gak denger." Kata Devano sambil duduk ditepian ranjang
"Enggak ada Vano aku cuman mikirin tugas." Kata Devina
Sayangnya Devano tidak percaya, dia sulit dibohongi.
"Ada masalah apa?" Tanya Devano dengan raut wajah serius
Devina menundukkan kepalanya lalu menggeleng pelan.
"Bohong kan? Kenapa?" Tanya Devano lagi
"Enggak papa." Kata Devina
"Ada masalah sama Ziko?" Tanya Devano
Devina tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak ada apa-apa kok aku sama Ziko baik-baik aja." Kata Devina
"Kalau gitu ada masalah sama teman kamu?" Tanya Devano
"Enggak ada Van." Kata Devina
Devano menghela nafasnya pelan lalu mengatakan hal yang membuat jantung Devina bedetak dengan sangat cepat.
"Mana hp kamu? Aku mau lihat." Kata Devano membuat Devina mendongak dan menggelengkan kepalanya pelan
"Hp aku mati." Kata Devina bohong
"Gak masalah bisa sambil diisi daya aku lihatnya." Kata Devano
"Enggak jangan aku juga lupa dimana ponselnya." Kata Devina
"Tadi kamu taruh dibawah bantal." Kata Devano
Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat dia mengambil ponselnya dan beranjak dari tempat tidur.
"Vina sini hp kamu!" Kata Devano
"Enggak ada apa-apa Vano." Kata Devina
Dengan cepat Devina memasang password diponselnya dan dia langsung mengunci ponsel miliknya ketika Devano berhasil merebutnya. Mata Devano menajam dia mendekat dan meminta Devina untuk membukanya.
"Kenapa Vin? Buka hpnya, aku mau lihat! Kata kamu tadi hpnya mati berarti kamu bohong kan? Ada sesuatu disini." Kata Devano
Devina menggelengkan kepalanya dan berusaha merebut ponselnya dari tangan kembarannya.
"Vano jangan." Kata Devina
Berdecak kesal Devano meraih tangan Devina dan dengan paksa menempelkan ibu jarinya disana hingga ponsel itu terbuka.
"Vanooo"
Membuka aplikasi chat disana bersamaan dengan itu juga rentetan pesan masuk ke dalam ponselnya.
Pesan yang membuat rahang Devano mengeras sempurna.
Lo berani banget masih deketin Lucas!
Tadi dia nemuin lo di kantin kan?!
Lo bener-bener gak tau malu ya? Udah punya cowok masih aja kegatelan sama cowok orang
Dasar cewek murahan
Ancaman gue gak cukup ya? Gue udah bilang jauhin Lucas, tapi masih aja lo keganjenan sama dia!
Bener-bener gak tau malu!
Devano mengepalkan tangannya kuat sambil menatap Devina yang menggelengkan kepalanya pelan.
"Dia ngancem kamu? Dia udah ngapain kamu?" Tanya Devano marah
"Vano enggak papa udah jangan." Kata Devina pelan
"Vina aku tanya." Kata Devano dengan suara meninggi
"Vano jangan aku gak..."
"JAWAB VIN!" Bentak Devano
Devina memejamkan matanya sebentar lalu kembali menatap Devano yang terlihat marah.
"Dia ngapain kamu?! Jawab! Dia pukul kamu?! Waktu aku telpon kamu dia udah ngelakuin sesuatu kan?!" Tebak Devano
Devina hanya diam dan tidak mau menjawab apapun.
"Oke kamu gak mau jawab? Aku akan cari tau sendiri." Kata Devano sambil membawa ponsel Devina
Devano berjalan menjauh dengan ponsel Devina ditangannya membuat Devina langsung mengejarnya.
"Vanoo"
Devano tidak perduli lagi dia berjalan menuruni tangga hingga Fahisa melihat mereka dan langsung bertanya, tapi tidak ada yang menjawab.
"Vano jangann"
Masih tidak peduli Devano keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya lalu melaju pergi meninggalkan rumah. Setelah cukup jauh Devano menelpon seseorang melalui ponsel Devina dan ketika diangkat langsung bertanya.
"Vina ada masalah apa sama Kakak tingkatnya yang namanya Yuna? Kasih tau gue sekarang!"
Hening sesaat hingga Intan mulai berbicara disebrang sana dengan jujur dan mengatakan semua yang dia lihat serta kejadian yang sebenarnya.
Devano mengepalkan tangannya kuat.
Berani sekali dia menyakiti kembarannya dan berani sekali Devina menyembunyikan hal ini darinya!
Dia benci sangat benci kalau ada seseorang yang menyakiti kembarannya.
Devano tidak peduli meski dia wanita karena yang Devano tau dia akan memberikan pelajaran untuk mereka yang sudah menyakiti Devina meski hanya seujung kukunya.
Tidak akan Devano biarkan.
¤¤¤
Ehh masih pagi udah update aja😋
Lagi gakkk???