My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (11)



Adara fikir dia bisa mengandalikan rasa cemburunya, tapi ternyata dia salah besar melihat wanita yang pernah menemui Devano lalu memberikan hadiah pada kekasihnya terus datang ke lapangan dan melakukan hal yang sama membuat Adara kesal bukan main. Sebenarnya Devano sendiri hanya cuek bahkan tidak terlalu menanggapi dan kekasihnya itu juga meminta gadis itu untuk berhenti mengirim hadiah padanya, tapi dia kembali datang.


Hari ini mungkin kali ke lima gadis itu datang dan memberikan lagi hadiah untuk Devano dan kali ini dia membawakan makanan yang katanya dia masak sendiri. Tidak hanya itu saja dia juga memberikan lagi coklat pada Devano lalu mengatakan bahwa kalau ada waktu dan Devano mau dia ingin mengajaknya pergi ke luar.


Tentu saja Adara kesal bukan main masalahnya gadis itu cantik Adara mengakuinya bahkan lebih cantik dari dia, bisa dibilang gadis itu sangat polos, lemah lembut dan pemalu berbeda jauh dengannya.


"Maaf gak bisa kalau untuk keluar." Kata Devano dengan raut wajah datar


Gadis itu mengangguk faham lalu menatap Devano dengan senyuman.


"Em yaudah kalau gitu aku mau balik ke temen-temen lagi, semangat latihannya ya Kak dan ingat nama aku juga hehe nama aku Natta." Katanya dengan pipi memerah


Devano tidak memberikan tanggapan hingga gadis itu akhirnya menghilang dari pandangannya dan dia langsung menoleh untuk menatap kekasihnya yang sejak tadi diam.


"Kenapa Ra?"


"Kenapa apanya?" Tanya Adara


Devano tertawa lalu mengacak pelan rambutnya.


"Bilang kalau cemburu." Kata Devano


Tidak mengatakan apapun Adara hanya diam membuat Devano tidak bisa menahan senyumnya.


"Cewek mah gak mau ngaku Van kalau cemburu, tapi nanti tau-tau diem aja dia gak mau ngomong terus sensian." Kata Alex


Beruntung tidak ada Cessa kalau ada dia pasti sudah kena geplak.


"Tuh Adara udah menunjukkan tanda-tanda coba lo tanya pasti ketus tuh jawabannya." Kata Alex


"Apasih Lex." Kata Adara sebal


"Tuhkan Van." Kata Alex


"Jangan cemberut gitu ah Ra." Kata Devano


Adara menghela nafasnya pelan lalu menatap Devano dan menyunggingkan senyuman tipis.


"Cantik kan kalau senyum." Kata Devano


"Gak usah tebar keromantisan kalian berdua." Sinis Alex


Devano hanya berdecak kesal lalu mengajak Alex untuk bermain lagi beberapa kali dan meminta Adara menunggu sebentar.


Menjawab hanya dengan anggukan saja Adara memperhatikan lagi Devano yang sibuk bermain basket dengan Alex dan membuat dia tidak bisa mengalihkan pandangan meski hanya sebentar. Saat tengah sibuk menatap Devano tiba-tiba saja Adara ingin ke kamar mandi dan dia langsung meminta berkata pada Devano akan ke kamar mandi sebentar.


Letak kamar mandi tidak terlalu jauh dari tempatnya dan tak butuh waktu lama Adara sudah masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi. Sesaat setelah selesai Adara keluar lalu menatap sebentar penampilannya di cermin sebelum akhirnya keluar dari kamar mandi.


Begitu keluar Adara berpapasan dengan gadis yang beberapa kali menemui kekasihnya.


"Em Hai Kakk"


Adara hanya bergumam pelan sebagai jawaban.


"Kakak sama Kak Vano udah lama pacaran ya?" Tanya Natta


"Iya, kenapa?" Tanya Adara


"Enggak papa Kak mau tanya aja hehe." Kata Natta


"Kamu suka sama Vano?" Tanya Adara


"Suka"


"Tapi, tau kan dia udah punya pacar?" Kata Adara


"Tau Kak"


Adara hanya mengangguk singkat lalu berniat pergi, tapi tangannya tiba-tiba di cekal membuat dia menoleh.


"Boleh enggak aku minta nomor Kak Vano?"


Astaga apa maksud wanita di hadapannya?


"Enggak boleh kasih nomor dia sembarang kalau memang mau minta sendiri ke orangnya." Kata Adara


Melepaskan tangannya Adara kembali ke lapangan dan duduk dengan raut wajah muram, dia ingin pulang saja.


Sekitar lima belas menit Devano yang mulai menyadari kalau kekasihnya tidak nyaman langsung menyudahi permainan basketnya bersama Alex lalu berjalan ke pinggir lapangan. Di tatapnya wajah Adara membuat kekasihnya itu ikut menatapnya lalu mengajak Devano untuk pulang saja.


"Van pulang yuk"


"Duluan deh nunggu Erick sama Yuda." Kata Alex


"Yaudah gue duluan bilangin ke mereka besok sore latihan lagi." Kata Devano


Alex hanya mengangguk lalu Devano mengajak Adara untuk keluar dari area lapangan, dia tau kekasihnya itu sedang bad mood. Begitu sampai di parkiran dan masuk ke dalam mobil Devano tidak langsung melakukan mobilnya, tapi dia lebih dulu menatap Adara yang duduk disampingnya.


Wajah kekasihnya terlihat murung mungkin karena gadis bernama Natta tadi padahal Devano juga tidak terlalu menanggapi.


"Adara"


Menolehkan kepalanya Adara tersenyum tipis pada Devano.


"Kok belum jalan?" Tanya Adara


"Mau langsung pulang atau...."


"Makan bakso dulu yuk Van." Ajak Adara


"Tempat biasa?" Tanya Devano


"Iya, tapi jangan makan disana deh bawa pulang aja nanti makan di rumah aku." Kata Adara


"Kenapa?"


"Nanti banyak yang liatin kamu kayak waktu itu." Kata Adara jujur


Devano tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya dan mulai melakukan mobilnya, dia akan bertanya nanti saja setelah sampai rumah.


Hal yang sering membuat Devano merasa kesulitan adalah Adara yang jarang bercerita dan mengatakan hal yang mengganggu fikirannya.


°°°°


Ada banyak pertanyaan yang muncul di benak Adara dan perasaan takut yang menghinggapi dihatinya, dia sangat takut kalau Devano tiba-tiba berpaling darinya. Ada banyak wanita cantik di sekitar pria itu yang jika dibandingkan dengannya Adara sama sekali tidak ada apa-apa.


Devano dikelilingi wanita cantik juga kaya dan modis berbeda sekali dengan Adara yang biasa aja, bukan tidak mungkin Devano akan berpaling darinya. Sekarang Adara sudah sampai rumah dengan Devano dan dia lagi memindahkan bakso yang tadi keduanya beli ke dalam mangkuk lalu membawanya ke ruang tengah.


Tersenyum manis Adara memberikan salah satunya kepada Devano lalu meminta pria itu untuk makan.


"Nanti dulu deh aku mau nanya sama kamu." Kata Devano


"Makan dulu aja ya? Nanti keburu dingin Van gak enak." Kata Adara


Menghela nafasnya pelan Devano mengangguk dan mulai menyantap bakso miliknya bersama dengan Adara tanpa banyak bicara. Sekitar kurang lebih dua puluh lima menit Devano menghabiskan satu mangkuk bakso miliknya lalu meminum air putih yang ada di meja.


Setelah Adara selesai dan meletakkan lagi mangkuknya di dapur Devano langsung meminta gadis itu untuk duduk disampingnya. Di tatapnya mata Adara yang membuat gadis itu hanya bisa tersenyum canggung.


"Coba cerita kenapa." Kata Devano


"Cerita apa Van?" Tanya Adara pelan


"Ini jadi murung kenapa?" Tanya Devano


"Van"


"Hmm"


"Mungkin enggak kalau kamu emm berpaling dari aku? Maksudnya suka sama cewek lain gitu." Kata Adara


Pertanyaan itu membuat Devano terdiam dan Adara yang menunggu jawaban dengan perasaan sesak.


"Kenapa gak mau percaya sama aku hm?" Kata Devano setelah cukup lama terdiam


"Bukan gak percaya Van habis cewek tadi kan cantik belum lagi temen-temen kamu di kampus kalah banget aku kalau dibandingin sama mereka." Kata Adara


"Ra semua yang aku cari ada di kamu dan aku gak akan mungkin berpaling." Kata Devano


"Bener?"


"Kapan aku bohong?" Kata Devano dengan senyuman


Adara ikut tersenyum lalu mendekat dan memeluk Devano dengan sangat erat membuat Devano langsung membalas pelukannya.


Cukup lama berpelukan Adara melepaskan pelukannya lalu Devano dengan gemas menyentil dahinya.


"Jangan mikir yang aneh-aneh kalau udah jadi pacarnya Devano berarti kamu juga yang bakal jadi pendamping hidupnya"


°°°


Vano-Adara balik lagi nihh siapa yang nungguinnnn🥰