
Wajah sedih Devina terlihat begitu nyata ketika dia mendengar dari orang tua Ziko bahwa pria itu sedang sakit dan sejak semalam tidak membuka ponselnya, dia memang sengaja menelpon Mama nya Ziko karena tidak bisa menghubungi pria itu sejak semalam. Saat tau bahwa kekasihnya sakit Devina meminta pada Devano untuk mengantarnya kesana dan sekarang dia sedang menunggu kembarannya itu datang.
Beruntung jam kuliahnya sudah selesai dan Devina menunggu jemputan di perpustakaan utama kalau kedua temannya mereka sudah pulang. Begitu Devano sampai Devina bergegas menghampirinya lalu masuk ke dalam mobil dan meminta Devano untuk cepat.
Kekasihnya jarang sekali sakit makanya Devina merasa sangat khawatir.
"Cepetan Vanooo." Rengek Devina
"Iya Vin sabar ya? Ini kita masih di jalan." Kata Devano
"Kalau Ziko sakitnya parah gimana?" Tanya Devina sedih
"Kalau parah pasti di bawa ke rumah sakit Vina." Kata Devano
"Tapi, Ziko nya sakitttt." Kata Devina membuat Devano menggelengkan kepalanya pelan
"Iya Tante Nazwa kan ada dia pasti jagaiin Ziko dan Ziko bakal cepet sembuh." Kata Devano
"Vina mau ketemu Ziko." Kata Devina sedih
"Iya Vin sabar ya?" Kata Devano
Devina mengangguk lesu sambil menatap ke luar sekarang fikirannya terganggu, dia sangat ingin melihat kekasihnya. Meskipun Mama nya Ziko bilang kalau pria itu hanya demam, tapi Devina sangat cemas.
Kalian tau kan Devina?
Dia itu sangat mudah cemas apalagi masalah orang-orang yang sangat dia sayangi.
"Vin jangan sedih gitu, jangan cemas Ziko gak papa." Kata Devano
"Kasian dia sakit." Kata Devina membuat Devano tersenyum mendengarnya
"Jangan sedih gitu aku gak suka liatnya." Kata Devano
"Ya Vina nya sedih karena Ziko sakit." Kata Devina
Menghela nafasnya pelan Devano akhirnya tidak bisa mengatakan apapun dan kembali diam sambil fokus pada jalan di hadapannya. Sebenarnya dia masih ada jam, tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Devina pergi sendirian.
Sekitar lima belas menit mobil Devano berhenti di rumah Ziko membuat Devina bergegas melepas sabuk pengamannya, tapi sebelum pergi Devano menahan tangannya.
"Nanti kalau udah mau pulang telpon ya?" Kata Devano
Devina mengangguk singkat lalu mencium pipi Devano sebentar dan segera keluar dari mobil.
Menggelengkan kepalanya pelan Devano memperhatikan kembarannya yang berlari menuju pintu utama. Setelah memastikan Devina masuk ke dalam barulah Devano pergi meninggalkan area rumah Ziko.
Kembali pada Devina yang masuk ke dalam bersama dengan Nazwa yang menyuruhnya duduk terlebih dulu.
"Sini duduk dulu Mama ambilin minum." Kata Nazwa
"Enggak usah...."
"Sebentar Mama ambilin minum dulu." Kata Nazwa lagi
Devina mengangguk dan duduk di sofa tak butuh waktu lama Nazwa kembali sambil membawakan minum yang langsung Devina minum sedikit. Setelahnya Nazwa duduk disamping Devina dengan senyuman, merasa bahagia karena Devina mencemaskan anaknya.
"Ziko kemarin habis pulang kuliah pucat sekali sayang badannya juga panas sekali, jadi Mama bawa ke klinik." Kata Nazwa
"Terus sekarang gimana?" Tanya Devina sedih
"Udah mendingan, tapi gitu kadang panasnya naik turun." Kata Nazwa
"Vina mau liat Ziko." Kata Devina membuat Nazwa tersenyum mendengarnya
"Iya dia ada di kamar tadi juga teman kuliahnya kesini Mama kira kamu soalnya perempuan." Kata Nazwa
"Siapa?" Tanya Devina penasaran
"Namanya Tiara." Kata Nazwa membuat Devina langsung cemberut
"Dia kesinii?" Tanya Devina
"Iya gak sendirian kok sama Nizam juga, tapi cuman sebentar Mama juga kasih lama-lama mereka ke kamar Ziko." Kata Nazwa
"Em iya Ma dia memang teman Ziko di kampus." Kata Devina
"Yaudah kamu lihat Ziko dulu di kamarnya." Kata Nazwa
Devina langsung menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi ke kamar Ziko yang ada di atas dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Di dalam Devina dapat melihat Ziko yang berbaring sambil menutup tubuhnya hingga sebatas leher dan ketika Devina memanggil dia mendongak sambil tersenyum tipis.
Memasang wajah sedihnya Devina menaruh tasnya di atas meja lalu berlari kecil menghampiri kekasihnya.
"Ziko kenapaa?" Tanya Devina
Melihat hal itu Ziko tersenyum kekasihnya terlihat lucu dengan bibir mengerucut begitu.
"Gak enak badan." Kata Ziko serak
"Kenapa bisa sakit? Ziko begadang terus ya? Masuk angin? Banyak fikiran? Kenapaa?" Tanya Devina sambil mengusap kepala kekasihnya dengan sayang
"Gak papa Vin cuman butuh istirahat aja." Kata Ziko pelan
"Tapi, Ziko sakit." Kata Devina
"Iya udah mendingan kok." Kata Ziko
"Belum, badannya masih panas." Kata Devina sambil meletakkan tangannya di dahi Ziko
"Hm masih pusing sedikit." Kata Ziko
Devina terlihat sedih dia menunduk lalu mencium kening Ziko lama membuat pria itu tersenyum sambil memejamkan matanya.
"Ziko jangan sakit." Kata Devina
"Hmm"
"Ziko mau apa?" Tanya Devina
Devina menghela nafasnya pelan sambil terus mengusap rambut Ziko dengan sayang.
"Ish tadi ada Tiara kan?" Kata Devina
"Hm sama Nizam cuman sebentar dan gak ngapa-ngapain kok." Kata Ziko
"Iya Vina tau." Kata Devina
"Kamu gak kuliah?" Tanya Ziko
"Udah"
Saat Ziko ingin bicara lagi Devina menyuruhnya diam dan segera istirahat karena sedang sakit.
"Sini kami tiduran samping aku mau peluk." Kata Ziko membuat Devina terdiam mendengarnya
"Vina sini aja." Kata Devina
"Vin aku mau peluk." Rengek Ziko
"Nanti kena marah sama Mama nya Ziko." Kata Devina
"Enggak, siniii aku mau peluk." Pinta Ziko
Menggeser tubuhnya Ziko memberikan ruang untuk Devina dan membuat wanita itu tersenyum lalu membaringkan tubuhnya di samping sang kekasih. Tanpa permisi Ziko memeluknya dan mendusal di leher Devina membuat Devina dapat merasakan hawa panas dari tubuh Ziko yang sedang sakit.
Devina membalas pelukan itu sambil mengusap kepala Ziko dengan sayang.
"Ziko manja kayak Vina." Kata Devina
"Hm maaf kemarin gak telpon kamu." Kata Ziko
"Iya Ziko kan sakit." Kata Devina
"Kepala aku pusing banget Vin aku hampir jatuh kemarin dari motor." Kata Ziko
"Ih hati-hati kalau Ziko sakit jangan bawa motor atau mobil sendirian telpon aja minta dijemput nanti kalau maksaiin gitu malah bahaya, gimana kalau celaka?" Omel Devina
"Iya Vin enggak lagi." Kata Ziko sambil mengeratkan pelukannya
Devina masih terlihat murung dan terus mengusap rambut kekasihnya dengan sayang hingga pintu kamar Ziko diketuk.
"Ziko makan siang dulu." Kata Nazwa dari luar
Mendengar hal itu Devina melepaskan pelukannya lalu berjalan ke pintu kamar dan membukanya.
"Vina aja Ma." Kata Devina membuat Nazwa tersenyum mendengarnya
"Suruh makan yang banyak ya? Ziko kalau sakit susah banget makan." Kata Nazwa
Devina menganggukkan kepalanya dan membawa nampan berisi makan siang lengkap dengan minum serta obatnya. Mendudukkan dirinya di tepian ranjang Devina membantu Ziko untuk bangun lalu menatapnya dengan senyuman.
"Biasanya kalau Vina sakit Ziko suapin sekarang gantian." Kata Devina
Ziko hanya tersenyum dan menerima suapan demi suapan yang diberikan kekasihnya padanya dengan senang hati.
"Kamu khawatir sama aku?" Tanya Ziko
"Iyaa Vina gak suka kalau Ziko sakit." Kata Devina
"Aku juga gak suka kalau kamu sakit." Kata Ziko
Devina menanggapinya dengan senyuman dan kembali menyuapi Ziko lalu mengusap sudut bibirnya yang sedikit kotor.
"Ziko pucat banget." Kata Devina
"Hm"
"Ziko sakit karena apa?" Tanya Devina
"Mungkin sering begadang terus sempat kehujanan juga waktu bawa motor." Kata Ziko
"Ih bukan kehujanan ya, tapi Ziko yang terabas hujan kan kamu bilang sama aku." Kata Devina sebal
"Hm kiraiin gak papa." Kata Ziko
Devina berdecak kesal lalu mencubit pelan pipi kekasihnya.
"Cepet sembuh ya?" Kata Devina
"Cium dulu"
"Ish kan nyebelin." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya
"Udah ah Vin kenyang." Kata Ziko
"Masih banyak." Kata Devina
"Kenyang udah ya? Nanti malah mual." Kata Ziko
Menghela nafasnya pelan Devina mengangguk singkat lalu memberikan obat pada kekasihnya dan setelah selesai Devina meletakkan nampannya di meja. Tak langsung pergi Devina menghampiri Ziko terlebih dahulu dan membuat pria itu menatapnya dengan alis bertaut.
"Kenap..."
Mata Ziko membulat dengan sempurna ketika Devina mencium bibirnya.
Menjauhkan wajahnya Devina tersenyum dengan pipi merona lalu mengatakan hal yang membuat Ziko tak bisa menahan senyumnya.
"Udah Vina cium harus sembuh ya?"
¤¤¤
Ziko mencari kesempatan dalam kesempitan yaa!
Btw cepet sembuh Ziko sayangg😚