
Sejak kedatangannya ke sekolah Adara terus bertanya apa dia sudah sembuh dan kenapa dia berangkat ke sekolah padahal sudah berkali-kali juga dia menjawab kalau dia baik-baik saja. Tubuhnya sudah tidak panas kepalanya juga tidak terasa pusing, dia hanya masih batuk saja dan Adara terus saja bertanya.
Bukan hanya Devano bahkan kedua temannya juga ingin tertawa melihat Adara yang begitu cemas pada Devano. Sebenarnya bisa dimengerti hanya Devano yang Adara punya untuk saat ini dan tentu saja dia sangat cemas pada kekasihnya.
Devano yang berhasil mengubah kehidupan Adara menjadi lebih baik dan Devano yang membuat Adara percaya lagi akan cinta.
"Dar aku gak papa." Kata Devano dengan senyuman
"Beneran? Harusnya kalau masih sakit istirahat aja dulu." Kata Adara cemas
"Gak papa Dar sini pegang, udah gak panas kan?" Kata Devano sambil meletakkan tangan kekasihnya di dahi
"Terus Van terusss"
"Iyakk kelas ini cuman punya berdua"
Devano tertawa kecil menanggapi perkataan kedua temannya dan melepaskan tangan Adara yang ada di dahinya.
"Udah baikan? Tapi, masih batuk." Kata Adara
"Nanti juga sembuh Dar." Kata Devano serak
"Makanya Van kamu tuh jangan begadang terus." Kata Adara
"Iya enggak." Kata Devano
"Jangan mi..."
"Kantin aja yuk." Ajak Devano
Tanpa banyak bicara Devano berdiri dan meraih tangan Adara lalu mereka keluar dari kelas. Istirahat baru saja dimulai masih ada cukup waktu untuk ke kantin.
Sampai di kantin Devano hanya membeli air putih dan bertanya pada Adara apa yang mau gadis itu makan, tapi Adara menggelengkan kepalanya pelan. Sedangkan Erick dan Alex sudah memesan pop mie lalu duduk sambil menunggu pesanan datang.
"Beneran gak mau makan?" Tanya Devano
"Hmm tadi pagi sarapan jadi belum lapar, mau beli permen aja deh." Kata Adara
Devano mengangguk faham dan mengikuti Adara ke koprasi untuk membeli permen juga sedikit cemilan. Saat kembali Erick dan Alex sedang makan pop mie mereka lalu keduanya ikut bergabung disana.
"Kok gak makan kalian berdua?" Tanya Alex
"Kenyang"
Jawaban singkat yang dikatakan bersamaan.
"Kompak banget." Kekeh Erick
"Ehh Van denger-denger lo disuruh tampil untuk acara perpisahan." Kata Alex
"Hmm cuman malas gue." Kata Devano
"Iya jangan nanti banyak yang naksir kamu." Kata Adara refleks
Perkataan itu membuat ketiganya tertawa dan Adara yang sadar akan perkataannya langsung malu.
Astaga bicara apa dia?!
"Dia gak ngapa-ngapain aja banyak yang suka Dar." Kata Alex
"Iya makanya jangan ngapa-ngapain biar gak banyak yang tambah suka." Kata Adara
"Tuh Van denger gak?" Kekeh Erick
"Denger kok gue juga memang gak mau tampil sih." Kata Devano
"Gimana ya kalau udah lulus?" Tanya Alex
"Ya gak gimana-gimana lo kuliah atau kerja atau nikah." Kata Erick
"Nikah aja deh gue yang enak." Kata Alex
"Enak apanya? Lo kalau mau nikah itu harus siap lahir batin mana mungkin playboy kayak lo siap nikah muda." Kata Adara
"Wahh pakar, udah siap nikah ya Dar?" Kata Alex membuat Adara menatapnya dengan tajam
"Iya sama gue nanti abis lulus langsung." Kata Devano
Mereka tertawa sedangkan Adara melotot dengan pipi memerah, apa-apaan Devano itu?
"Undang-undang Van." Kata Alex
"Apaan sih?" Kata Adara sewot
Devano tertawa dan mengacak rambut kekasihnya itu dengan gemas lalu mengatakan hal yang membuat teman-temannya heboh juga Adara yang semakin memerah.
"Memang gak mau nikah sama aku?" Tanya Devano dengan lembut
"Waduhh jangan ditanya Van pasti maulah Adara mah"
"Sikat aja langsung"
"Vannn"
Devano tertawa dan mencubit pipi Adara pelan.
"Ah Dardara sok malu-malu." Kata Alex
"Diem gakk?!" Kata Adara galak
"Udah Lex." Kata Devano melihat kekasihnya yang sekarang wajahnya memerah dengan sempurna
Adara berdecak kesal lalu melempar permennya pada Alex dan membuat pria itu tertawa senang. Merasa kesal karena jadi bahan tertawaan Adara pergi begitu saja dengan wajah cemberut membuat Devano tersenyum melihatnya.
"Lo sih Lex." Kata Devano
Alex hanya tertawa menanggapinya, dia suka sekali mengganggu Adara sekarang. Berbeda dengan dulu sekarang Adara mudah ngambek ketika diganggu.
Beranjak dari tempat duduknya Devano menghampiri Adara, tapi gadis itu malah mendengus kesal dan menepis tangannya.
"Kok ngambeknya sama aku?" Tanya Devano
"Ya kamu duluan yang mulai." Ketus Adara membuat Devano tertawa
Dia terus berjalan menjauh dan membuat Devano tersenyum lalu meringis pelan agar gadis itu menoleh.
"Akhh"
Berhasil Adara menoleh dan menghampirinya dengan raut wajah khawatir, tapi berdecak kesal ketika Devano tertawa lalu merangkulnya.
"Ngambekan kamu sekarang." Kata Devano
Adara hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya kesal dan membuatnya terlihat lucu dimata sang kekasih.
Sedikit terkejut Adara yang dulu juteknya minta ampun sekarang begitu menggemaskan.
"LULUS LANGSUNG NIKAH VAN"
Adara menoleh ke belakang dan melihat Alex serta Erick yag tertawa puas.
Menyebalkan, wajahnya pasti merah sekali.
¤¤¤
Sampai pulang sekolah wajah Adara terlihat kesal karena Alex terus menggodanya ketika di kelas dan untuk menghibur kekasihnya Devano mengajak Adara untuk pergi jalan-jalan. Sebelumnya dia pergi ke kelas Devina dan meminta kembarannya untuk pulang bersama Ziko, tentu saja Devina sangat senang.
Sekarang Adara berada di ruang tamu rumah Adara sambil menunggu gadis itu mengganti pakaiannya, dia berniat mengajak Adara untuk pergi ke taman. Tak butuh waktu lama Adara keluar dengan celana jeans serta kemeja panjang yang dia kenakan, sedangkan Devano tetap memakai seragam sekolah hanya menutupi kemeja putihnya dengan hoodie.
"Udah?"
"Udah"
Saling melemparkan senyum Devano menggenggam tangan Adara dan bersama-sama mereka pergi keluar tidak lupa sebelum pergi Adara mengunci pintu rumahnya. Menaiki motor milik sang kekasih keduanya pergi menuju taman yang sangat Adara sukai.
Dulu dia pernah cerita pada Devano kalau ketika pulang sekolah sering pergi ke sana untuk menenangkan diri. Tempatnya tidak terlalu jauh hanya perlu waktu kurang dari sepuluh menit untuk sampai disana.
Senyum Adara terukir ketika mereka sampai dan dia menggenggam tangan kekasihnya lalu mengajaknya untuk berkeliling.
"Kamu biasanya ngapain kalau kesini?" Tanya Devano
"Gak ngapa-ngapain cuman duduk aja sambil lihat ke depan dan dengerin musik, dulu aku kan punya banyak banget beban fikiran." Kata Adara
"Kalau sekarang?" Tanya Devano
"Emm kalau sekarang juga masih, tapi aku gak pernah terbebani soalnya kan ada kamu Van jadi aku ngerasa lebih tenang apalagi kamu selalu berhasil buat aku senang." Kata Adara
"Kamu gak pernah cerita apa-apa sama aku kalau ada masalah." Kata Devano
"Memang, tapi dengan kamu ada disamping aku terus aja udah buat aku senang banget Van." Kata Adara
Tanpa canggung Adara memeluk lengan Devano dan menyandarkan kepalanya disana.
"Makasih banyak Van kalau gak ada kamu mungkin aku udah gak ada di dunia ini." Kata Adara
"Jangan bilang gitu"
"Iya enggak kan aku bilang kalau gak ada kamu, tapi kan kamu ada makanya aku tetap disini masih menginjak bumi yang sama dengan kamu." Kata Adara
"Aku senang kalau kamu bahagia." Kata Devano
"Van"
"Hmm"
"Duduk yuk." Kata Adara ketika melihat bangku yang kosong
Devano hanya mengangguk dan mengikuti Adara lalu mereka berdua duduk. Kepala Adara bersandar di bahu Devano sungguh dia senang sekali karena ada yang masih peduli padanya.
"Kamu gak akan pernah ninggalin aku kan Van?" Tanya Adara pelan
"Enggak akan pernah, kenapa nanya gitu?" Tanya Devano
Adara menggelengkan kepalanya pelan, dia hanya takut dan membayangkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
"Aku cuman takut kamu pergi juga, jangan pergi Van cuman kamu yang aku punya di dunia ini." Kata Adara pelan
Tersenyum manis Devano menatap Adara yang juga sedang menatap ke arahnya lalu dia mengusap pipi itu dengan lembut.
"Aku gak akan pernah ninggalin kamu Dara"
Dan Adara hanya bisa mencoba untuk percaya.
¤¤¤
Aku kasih satu part full Vano-Dara😂
Next partnya siapa yaa?
Vano-Vina atau Vina-Ziko???
Hayo pilihh update nanti agak malam okeee😉