My Possessive Twins

My Possessive Twins
44 : Kekasih Nakal



Keadaan kantin cukup ramai sekarang hingga membuat suasana menjadi panas seketika bahkan keringat Devina mulai keluar di sekitar rambutnya membuat gadis itu mengipaskan tangannya sendiri ke wajah. Sekarang dia lagi menunggu Ziko dan Gio yang sedang memesan makanan untuk mereka semua, selalu begitu dua pria itu selalu jadi tumbal untuk memesan makanan dan membawakan ke meja.


Setelah berbaikan Devina terlihat lebih bersemangat dia senang karena kekasihnya itu tidak membiarkan mereka berlama-lama saling mendiamkan. Apalagi tadi Ziko mengatakan kalau dia tidak bisa berada jauh dari Devina lama-lama dan jujur saja Devina juga merasakan hal yang sama.


Di sekolah mereka selalu bersama dan kalau di rumah mereka tidak pernah ketinggalan untuk saling memberikan kabar. Mulai dari chat, telpon, hingga panggilan vidio semua mereka lakukan setiap hari tanpa pernah melewatkannya.


"Udah baikan kan? Gue kesel banget tadi malam Ziko ngerusuhin gue." Kata Mona sambil menatap Devina yang sedang menunjukkan cengirannya


Dia tau kalau Mona itu tempat dia dan Ziko biasanya curhat, bukan tidak percaya dengan yang lainnya hanya saja Mona selalu bisa memberikan saran meski harus mengomel lebih dulu. Saran yang Mona berikan juga selalu berhasil dan karena itu Ziko selalu bercerita padanya terutama masalah tentang Devina.


"Hehe maaf habisnya dia nyebelin sih." Kata Devina


"Enggak kebayang kalau marahannya sampai lebih dari satu hari." Kata Nayla sambil tertawa


"Satu kelas yang diribetin nanti sama Ziko." Kekeh Cessa


Devina langsung mengerucutkan bibirnya sebal, mana tahan mereka marahan sampai lebih dari satu hari.


Memang pernah sih satu kali bahkan sampai seminggu, tapi itu saja benar-benar membuat Devina dan Ziko merindukan satu sama lain.


"Sumpah tapi, tadi malam Ziko ngeselin banget." Kata Mona lagi


"Memang dia ngapain Mon?" Tanya Devina penasaran


"Misuh-misuh karena lo cuekin semaleman." Kata Mona


"Salah dia sih lagian jadi cowok cemburuan banget, aku kan sama Vano disana mana mungkin aneh-aneh dan lagi aku sama dia udah pacaran kan? Masa gak percaya sama pacar sendiri." Kata Devina sebal


"Sabar Bu sabar." Kata Cessa membuat Devina tertawa


"Memang lo sama Alex sekarang gimana Vin? Masih sering chat?" Tanya Nayla


"Emm kadang-kadang aja sih, tapi gak sesering dulu terus sekarang dia kalai chat nanyaiin Devano dan aku sama dia sekarang biasa aja." Kata Devina jujur


Memang benar kok Alex hanya sesekali chat dan biasanya hanya menanyakan Devano atau kadang-kadang menanyakan kabarnya, hanya itu tidak pernah lebih.


"Kiraiin dia masih sering chat." Kata Nayla


"Enggak kok"


"Gue denger sih dia lagi deket sama adek kelas." Kata Cessa


"Bener-bener lo Ces dapat berita dari mana lo?" Tanya Mona membuat gadis itu tertawa


"Dari Yuda dia yang bilang." Kata Cessa


"Bagus dong aku malah berharap dia bisa punya pacar lagi." Kata Devina sambil tersenyum


"Iya sih seenggaknya kalau dia punya pacar Ziko gak bakal secemburu itu." Kata Mona membuat Devina langsung mengangguk setuju


Sesaat setelahnya Gio dan Ziko datang sambil membawa makanan yang mereka pesan membuat mereka tersenyum senang. Seperti biasa Ziko akan duduk disamping kekasihnya, tapi sebenarnya dari dulu juga memang begitu.


"Ngapain kalian tadi? Gosip ya?" Tanya Gio


"Iya gosipin kamu Gio." Canda Devina membuat Gio memasang wajah sebal dan yang lainnya tertawa


"Untung yang ngomong Vina jadi Gio gak marah." Kata Gio


Menatap sahabatnya dengan tajam Ziko langsung memukulnya dengan sendok yang ia pegang.


"Terus kenapa kalau cewek gue yang ngomong?" Ketus Ziko


"Devina kan sesuatu, ya kan Vin?" Kata Gio sambil mengedipkan sebelah matanya


Merasa kesal Ziko mengetukkan sendoknya ke meja dengan kuat sambil menatap sahabat baiknya dengan sengit. Namun, melihat hal itu Gio tidak takut dan malah semakin ingin menggodanya.


Sayangnya Devina sudah kembali bicara.


"Ziko marah-marah terus dari kemarin." Kata Devina


Yang lainnya tertawa ketika melihat wajah masan Ziko, lucu sekali pria itu kalau sedang cemburu.


Jujur saja Ziko sangat-sangat tidak suka kalau ada orang lain yang menggoda kekasihnya bahkan meskipun itu sahabat baiknya sendiri. Rasanya tidak nyaman dan kesal melihat kekasihnya digoda pria lain Ziko benar-benar ingin memukul kepala orang yang berani menggoda kekasihnya.


Susah payah dia menyatakan cinta dan perlu hampir tiga tahun untuk membuat Devina jatuh cinta padanya dia tidak akan membiarkan orang lain merebutnya.


"Marah terus dia ya Vin? Sama gue aja mendingan." Kata Gio lagi


"Brengsek lo ya Gio!" Kata Ziko kesal


"Ziko, udah deh kalian ini malah berisik aku lapar tau." Kata Devina membuat keduanya diam


"Awas lo ngomong gitu lagi!" Ancam Ziko


"Ampun Pak boss." Kata Gio sambil tertawa


Yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat itu semua.


Sejak menjadi sepasang kekasih Ziko memang sangat-sangat posesif bahkan setiap ada kerja kelompok dan Devina satu kelompok dengan pria lain dia selalu mengikuti kekasihnya setiap mengerjakan tugas. Selain itu Ziko juga selalu sewot dan marah kalau ada teman sekelas mereka yang mengajak Devina ngobrol.


Terkadang Devina kesal apalagi kalau Ziko merangkulnya dihadapan teman-teman yang berakhir dengan mereka yang diledek habis-habisan. Berbeda dengan Ziko yang terlihat biasa dan malah merasa senang Devina malu bukan main wajahnya sampai memerah kalau sudah diledek habis-habisan oleh teman-temannya.


Lagi, Ziko suka cari gara-gara sama Vano.


'Van gue ajak Vina jalan ya?'


'Kemana?'


'Sebenernya mau ajak ke pantai...'


'Mati lo ngajak dia kesana!'


'Tapi dia mau kok Van nanti gue izin ke orang tua kalian juga...'


'Gak! Berani lo aja Vina ke sana gak jauh-jauh dari dia!'


Setiap Devano melarang Ziko malah semakin jadi dan membuat kembarannya itu kesal lalu tertawa juga mengatakan dia hanya bercanda. Sayangnya Devano yang tidak memiliki selera humor yang bagus hanya mendengus kesal dan mengabaikan perkataan kekasihnya.


Astaga Devina bingung kenapa sekarang Ziko menyebalkan?


Setelah menyelesaikan makannya Devina mengeluarkan ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk, takut kalau ada pesan penting. Ternyata tidak ada, tapi ketika dia ingin memasukkan ponselnya ke saku Ziko sudah lebih dulu merebutnya membuat Devina berdecak kesal.


"Ihh ngagetin aja!" Kata Devina sebal


Yang lainnya langsung menatap mereka dengan bingung.


Tidak peduli dengan sekitarnya Ziko kembali membuka whats app milik kekasihnya dan langsung membuka pesan paling atas.


Wajahnya berubah suram melihat nama Alex dan beberapa pesan yang dia baca sekarang.


Enggak Vin kakinya masih sakit gara-gara jatuh kemarin


Emm gitu yaudah cepet sembuh ya


Iya Vin makasih ya😊


Melihat pesan yang Ziko baca Devina tersenyum tipis kala kekasihnya itu menatap dia dengan kesal.


"Cuman nanya kemarin dia habis jatuh pas latihan." Kata Devina


"Terus kamu khawatir?" Tanya Ziko ketus


"Enggak ihh cuman nanya aja, tuh kan mulai lagi baru aja baikan." Kata Devina kesal


Menghela nafasnya pelan Ziko mengembalikkan ponsel milik kekasihnya dan melihat kalau teman-teman mereka sedang menatapnya dengan bingung.


"Iya iya maaf"


"Gak ikhlas minta maafnya." Kata Devina malas


"Iya Vina maaf"


"Masih gak ikhlas." Kata Devina membuat kekasihnya menghela nafasnya panjang


"Ya ampun Vin maaf"


"Gak usah dimaafin tuh Vin." Kata Gio


"Apasih Yo?!" Kata Ziko kesal


"Dia juga pasti sering chat cewek tuh Vin." Kata Mona


"Iya apalagi kalau pas nongkrong sama Gio tuh pasti ada cewek-ceweknya." Kata Nayla semakin memancing


"Ihh iya waktu itu gue ketemu dia orang di cafe bareng cewek-cewek juga." Kata Cessa


"Kalian apaan sih?" Kata Ziko sambil menatap Devina yang masih diam


Niatnya dia yang mau ngambek, tapi kalau sudah gini pasti Devina yang bakal ngambek.


"Emang iya Gio?" Tanya Devina setelah cukup lama terdiam


Menatap Gio dengan tajam Ziko malah semakin dibuat kesal dan was-was karena pria itu menyeringai, pasti akan dilebih-lebihkan.


"Enggak Vin kalau ada juga aku gak macem-macem." Kata Ziko yang diabaikan membuat yang lainnya tertawa ketika melihat wajah kesal Ziko


"Iya biasanya kita emang ngajak cewek biar gak bosen-bosen banget." Kata Gio


"Aku gak macem-macem Vin." Kata Ziko lagi


"Terus Ziko gimana? Dia suka godaiin cewek-cewek ya?" Tanya Devina yang masih mengabaikan kekasihnya


"Enggak Vin sumpah aku gak pernah kayak gitu." Kata Ziko lagi


"Aku enggak nanya kamu." Kata Devina malas


Mereka tertawa melihat wajah kesal Ziko apalagi Devina yang memilih untuk mengabaikannya.


"Gitu deh Vin nanti kalau gue jujur lo sama dia marahan lagi." Kata Gio


"Marah apa sih Yo?! Gue gak pernah aneh-aneh ya?" Kata Ziko kesal


"Gak papa Gio bilang aja." Kata Devina


"Gak deh Vin." Kata Gio


"Ihh gak papa." Kata Devina lagi


"Suka gitu dia Vin jailin cewek-cewek kalau pas nongkrong." Kata Gio bohong


Dia senang mengganggu Ziko yang sekarang sangat mudah marah kalau membahas tentang Devina atau apapun yang berhubungan dengan gadisnya.


"Brengsek Gio gue gak pernah kayak gitu." Kata Ziko


Devina hampir tertawa melihat wajah kesal kekasihnya, tapi dia berusaha bersikap biasa lalu menoleh dan menatapnya dengan mata memicing.


"Jadi kamu gitu?" Tanya Devina


Berdecak kesal Ziko langsung berdiri dan meninggalkan mereka yang tertawa melihatnya.


"Terserah deh Vin"


"Ngambek loh Vin." Kata Mona


Tertawa kecil Devina langsung berdiri dan mengatakan pada mereka bahwa dia pergi lebih dulu. Berlari kecil Devina memanggil nama Ziko ketika melihatnya yang sedang berjalan sendirian menuju kelas.


Dia ingin tertawa ketika Ziko mengabaikan suaranya, tapi memperlambat langkah kakinya dan sekali lagi ide jahil Devina muncul.


"Ziko"


Saat mereka sudah sejajar Devina langsung meraih tangannya, tapi dengan lembut dan hati-hati Ziko melepaskannya masih dengan wajah sebalnya.


"Ihh ngambekk"


Tersenyum senang Devina berhenti dan membiarkan Ziko berjalan ke depan lalu dia mengeluarkan ponselnya.


"Halo Alex, kenapa nelpon? Katanya kamu sakit...."


Berhasil Ziko berbalik dan menghampirinya lalu merebut ponsel di tangan kekasihnya, tapi dia mendengus kesal ketika melihat kalau Devina berbohong. Saat menatap wajah kekasihnya yang sangat menggemaskan dengan tatapan polos Ziko langsung mencubitnya dengan gemas membuat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka.


"Ngambek ya?" Tanya Devina sambil tertawa


"Aku gak pernah aneh-aneh Vin, jangan percaya sama Gio." Kata Ziko membuat Devina tertawa


"Iya aku juga tau tadi sengaja aja biar kamu kesel." Kata Devina sambil tertawa


Menatap kekasihnya itu dengan cengiran Devina langsung berlari membuat Ziko tersenyum dan langsung mengejarnya.


Sekali lagi banyak pasang mata menatap ke arah mereka, tentu saja siapa yang tidak kenal Ziko dan Devina?


Pasangan yang sedang kasmaran dan selalu terlihat bersama kalau disekolah.


¤¤¤


Updatee duluuu😉


Suka gaa sama ceritanyaa?