My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (14)



Salah satu hal yang paling tidak Devano suka adalah seseorang yang terus mengikutinya dan berusaha untuk bisa dekat dengannya seperti gadis yang selalu ada ketika Devano sedang latihan bersama teman-temannya. Sungguh hal itu sangat-sangat mengganggunya dan dia masih berusaha menahan kesabaran kalau tidak mungkin Devano akan mengatakan kaya yang bisa menyakitinya.


Seandainya sudah sangat jengah Devano sering kali tidak bisa mengontrol perkataan yang akan keluar dari mulutnya. Sekali Devano kesal atau marah dia tidak memandang apapun dan semua orang tau itu bahkan dia pernah begitu marah pada Devina kalau kalian ingat.


"Kak Vanoo"


Baru saja di bahas gadis bernama Natta itu tiba-tiba saja muncul ketika Devano sedang makan di kantin bersama dengan Alex.


Bukankah gadis itu belum kuliah dan masih sma?


Tidak ada tanggapan Devano hanya menatap gadis di hadapannya dengan dingin dan tidak sedikitpun berniat menyapa apalagi tersenyum.


"Kenapa lo bisa ada disini?" Tanya Alex bingung


Jujur dia merasa sedikit kasihan pada gadis itu karena terus mengikuti Devano padahal sudah sangat jelas teman baiknya itu tidak suka.


"Gak papa aku mau ketemu Kak Vano." Kata Natta


"Untuk apa?" Tanya Devano dingin


"Gak ada apa-apa." Kata Natta


"Kalau gak ada apa-apa lo bisa pergi." Kata Devano


"Van"


Alex dapat melihat gadis itu terdiam dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Aku ada sesuatu....."


Helaan nafas terdengar Devano mendongak dan menatap wanita dihadapannya yang juga tengah menatapnya dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Dengerin gue ya? Jangan kasih apa-apa lagi ke gue dan berhenti ngikutin gue." Kata Devano


Perkataan itu membuat Natta terdiam sambil terus menatap Devano.


"Ada banyak cowok di dunia ini dan gue bukan termasuk salah satu orang yang hadir untuk lo, jadi bisa berhenti kan? Gue juga punya tunangan dia bisa salah faham kalau lihat lo nemuin gue terus." Kata Devano


Dari tempatnya Alex dapat melihat perubahan ekspresi di wajah gadis bernama Natta, tapi teman baiknya itu terlihat tidak peduli.


"Gue berterima kasih karena lo udah perhatian dan kasih gue minum atau coklat atau yang lainnya, tapi semuanya udah cukup, lo harus berhenti sebelum semakin jauh." Kata Devano


Masih tak ada tanggapan Devano kembali menatap wanita di dekatnya dengan raut wajah tanpa ekspresi.


"Em kalau gitu gak papa aku kasih ini aja dan setelah ini gak bakal lagi." Katanya setelah cukup lama terdiam


Bergumam pelan sebagai jawaban Devano menerima pemberian itu sambil menatap Natta yang tersenyum tipis padanya.


"Makasih Kak maaf kalau aku ganggu ya?" Kata Natta


"Ya"


Setelahnya gadis itu berjalan pergi dan dari sini Devano dapat melihat gadis lain yang ternyata menunggu di dekat kantin.


"Jahat banget Van sama cewek." Kata Alex


"Lebih baik kayak gitu dari pada dia ngelakuin hal yang sia-sia, gue bukan lo Lex." Kata Devano membuat Alex berdecih pelan


"Memang gue gimana?" Kata Alex kesal


"Ya lo mah kalau ada yang deketin gas aja meskipun udah punya cewek juga, gue kasih tau Cessa nanti lo deket sama Talisha." Kata Devano


"Gak deket Van apasih." Kata Alex


"Sumpah gak deket gue sama dia Van cuman dua kali Cessa juga tau, gila lo ya negatif thinking terus sama gue dari dulu." Kata Alex kesal


Devano tertawa kecil lalu meraih gelas yang ada di meja dan meminumnya hingga habis.


"Nih ambil." Kata Devano sambil memberikan pemberian gadis tadi kepada Alex


Tanpa berfikir lagi Alex mengambilnya dan membuka coklat yang berukuran cukup besar itu lalu memakannya.


"Cewek tadi mirip Vina gak sih?" Tanya Alex


"Enggak lah beda cantikan Vina." Kata Devano


"Iya tau maksud gue sikapnya malu-malu gitu." Kata Alex


"Gue gak ngerasa mereka mirip." Kata Devano sambil mengangkat bahunya acuh


"Kata lo ada cowok yang deketin Adara, bener?" Tanya Alex mengalihkan pembicaraan


"Adara bilang mereka cuman teman, tapi gue tau cowok itu suka sama dia." Kata Devano


"Lalu?"


"Gue minta Adara jaga jarak sama dia." Kata Devano


"Kenapa gak nikah aja Van? Lo mah kaya tujuh turunan mau nikah muda juga tetep hidup enak beda kalau gue bisa-bisa cuman makan nasi doang." Kata Alex


Menggelengkan kepalanya pelan Devano benar-benar tidak mengerti dengan perkataan Alex padahal pria itu juga sama.


"Tanya Adara tuh kenapa gak mau terus di ajak nikah." Kata Devano


"Insecure dia cewek yang deket sama lo cantik semua." Kata Alex


"Siapa yang deket sama gue? Cuman dia aja Lex gak ada cewek lain yang deket sama gue selain dia sama Vina atau Kak Ara." Kata Devano


"Oke ganti deh cewek yang suka sama lo cantik-cantik semua." Kata Alex


"Gue gak suka mereka." Kata Devano santai


"Susah Van cewek mah overthinking terus apalagi Adara, dia pasti ngerasa gak pantes bukan soal fisik aja, tapi lo juga keluarga terpandang sedangkan dia, lo tau sendiri gimana hubungannya dia sama orang tuanya kan?" Kata Alex


Devano berdecak pelan ketika mendengar perkataan temannya.


"Ribet, gue cinta sama dia dan mau nikah sama dia, kenapa yang dipikirin banyak banget? Untuk apa mikirin hal kayak gitu, gak penting." Kata Devano


Belum sempat Alex memberikan tanggapan Devano sudah kembali bicara.


"Gak suka gue Lex kalau dia udah banding-bandingin kayak gitu." Kata Devano


Tersenyum tipis Alex menepuk pelan pundak Devano.


Ya, dia benci sekali kalau Adara sudah membandingkan dirinya dengan orang lain padahal Devano tidak peduli sama sekali.


Dia hanya mau Adara, sesimpel itu.


°°°°


Devano nihh updateee🥰


Siapa yang nungguin Vano? Kali ini gak ada moment Vano-Adara ya?


Next part baru adaaa😘