My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (85)



Setelah mendapat perawatan selama tiga hari di rumah sakit akhirnya Devano dibolehkan untuk pulang dan sekarang anak itu terlihat begitu bersemangat karena dia benar-benar sudah tidak betah berada di rumah sakit. Saat ini Devano ada di ruang rawatnya bersama dengan Fahisa dan Devina mereka sedang menunggu Daffa yang mengurus administrasi serta mengambil obat.


Infus ditangan Devano juga sudah terlepas membuat pria itu merasa semakin lega bahkan Devano sudah memainkan ponselnya, dia memberi kabar pada kekasihnya bahwa hari ini dia akan pulang. Hari ini juga Kakaknya akan datang ke rumah dan hal itu semakin membuat Devano senang.


Selesai memberi kabar pada kekasihnya Devano memberikan lagi ponselnya pada Mommy nya lalu tersenyum. Menatap kembarannya yang sama bersemangat karena dia akan pulang Devano tersenyum lebar.


"Vina senang karena hari ini Vano pulang." Kata Devina


"Heem aku juga udah males banget tidur disini Vin." Kata Devano


"Nanti habis ini Vina bakal temenin Vano di kamar ya?" Kata Devina


Devano menganggukkan kepalanya tak berselang lama pintu ruang rawat terbuka dan Daffa masuk ke dalam dengan beberapa kertas serta obat yang dia bawa.


"Sudah, kita bisa pulang Daddy minta supaya Vano diantar pakai kursi roda sampai depan." Kata Daffa


"Padahal aku bisa jalan sendiri Dad." Kata Devano


"Sudah nurut saja sama Daddy." Kata Daffa


"Iya Dad"


Sesaat setelahnya seorang perawat datang dengan kursi roda lalu Devano segera duduk disana dan bersama-sama mereka keluar dari ruangan. Sampai di depan Daffa meminta mereka untuk menunggu selagi dia mengeluarkan mobilnya yang terparkir di dalam.


Tak butuh waktu lama Daffa kembali dan Devano langsung masuk ke dalam dengan dibantu oleh perawat yang tadi mendorong kursi rodanya, dia dan Devina duduk di belakang. Sebelum menutup pintu mobil Devano mengucapkan terima kasih lalu setelahnya dia bersandar pada bahu Devina.


Tersenyum senang Devina mengusap kepala kembarannya dengan sayang membuat Devano memejamkan matanya dan semakin mendekat. Dari depan Daffa dan Fahisa tersenyum melihatnya, kedua anak itu memang lengket sekali seperti lem.


"Vano ingat ya kata Daddy." Kata Daffa mengingatkan


"Hm gak boleh kemana-mana." Kata Devano pelan


"Nanti Vina temenin di rumah." Kata Devina


Devano bergumam pelan lalu memeluk Devina dari samping.


"Lihat kan? Manja banget Vano." Kata Daffa


Kali ini Devano tidak protes dia malah semakin memeluk Devina dengan erat.


"Vano kalau lagi sakit memang manja banget." Kata Fahisa


Devano tetap tidak memberikan tanggapan dia sangat merasa nyaman berada dipelukan Devina yang hangat dan rasanya seharian nanti dia hanya ingin memeluk Devina saja.


"Vano untuk nanti siang mau makan apa?" Tanya Fahisa sambil menoleh ke belakang


"Hm mau sup ayam." Kata Devano


"Okay sayang nanti Mommy buatkan." Kata Fahisa


Selama sisa perjalanan tak ada lagi percakapan mereka hanya diam terutama Devano yang masih setia berada di pelukan Devina dengan gadis itu yang selalu mengusap kepalanya. Sekitar dua puluh menit perjalanan mobil Daffa berhenti di area rumahnya dan setelah memasukkan ke dalam garasi Daffa langsung keluar lalu membuka pintu untuk anaknya.


Dengan sigap Daffa membantu anaknya berjalan meskipun Devano mengatakan dia bisa sendiri, tapi Daffa tetap melakukannya dan membantu Devano hingga masuk ke dalam kamar. Tanpa penolakan Daffa langsung menyuruh anaknya berbaring lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Devano.


"Vina mana?" Tanya Devano


"Sama Mommy." Kata Daffa


"Panggilin Vina suruh kesini Dad." Kata Devano


"Iya nanti Vina kesini." Kata Daffa


"Suruh sekarang Daddy." Kata Devano lagi


"Vina makan dulu ya? Dia tadi cuman makan roti waktu ke rumah sakit." Kata Daffa membuat Devano terdiam mendengarnya


Setelahnya Devano hanya mengangguk sebagai jawaban membuat Daffa tersenyum lalu mengusap kepala anaknya dengan sayang.


"Udah kamu istirahat nanti kalau Vina udah selesai makan dia kesini." Kata Daffa


Devano bergumam pelan lalu dia menatap Daddy nya yang kini menyerahkan ponselnya.


"Ini ponsel kamu, tapi jangan dimainkan dulu kalau mau mengirim pesan boleh." Kata Daffa


"Iya Dad"


Setelah mengatakan hal itu Daffa bergegas keluar dari kamar anaknya dan menghampiri Devina yang sedang makan di bawah. Tersenyum manis Daffa berjalan mendekat lalu duduk disamping Devina dan membuat gadis itu tersenyum.


Tangan Daffa terulur untuk mengusap sayang kepala anaknya lalu setelahnya dia mendongak dan menatap Fahisa yang datang membawa minum.


"Eh Mas udah kesini lagi?" Kata Fahisa


"Iya aku suruh Vano istirahat dia tadi minta Vina kesana, tapi aku bilang Vina makan dulu." Kata Daffa sambil mengusap kepala Devina dengan sayang


"Heem laparr." Kata Devina membenarkan


"Yaudah makan yang banyak ya?" Kata Daffa


Devina menganggukkan kepalanya dengan semangat lalu memakan nugget serta sosis yang tadi Mommy nya goreng untuknya.


Dia memang lapar sekali sejak di perjalanan tadi makanya Devina langsung merengek pada Fahisa yang membuat Mommy nya itu mengajaknya ke dapur.


Setelah makan dia akan menghampiri Devano dan menemaninya.


¤¤¤


"Sini mau peluk"


Devina tertawa ketika dia baru saja masuk ke dalam kamar kembarannya dan mendengar pria itu merengek padanya. Berlari kecil menghampiri kembarannya Devina naik ke atas ranjang dan langsung berbaring disampingnya membuat Devano mendekat lalu memeluknya.


Memejamkan matanya Devano merasa sangat nyaman sekarang dia mengeratkan pelukannya membuat Devina tersenyum dan mengusap kepalanya dengan sayang. Setelah makan tadi Devina lebih dulu mengganti pakaiannya dengan kaos serta celana pendek baru pergi ke kamar Devano.


"Kamu sini aja ya? Temenin aku." Kata Devano


"Iya Vano"


"Aku mau tidur sambil dipeluk." Kata Devano


"Iya ih manja banget." Kata Devina sambil tertawa kecil


"Ketularan kamu kan?" Kata Devano


"Ish nuduh aku lagi enak aja." Kata Devina tidak terima


"Aku gak tau Vin lagi mau dipeluk terus sama kamu." Kata Devano


Devina tertawa kecil dan mengeratkan pelukannya sambil menepuk-nepuk punggung kembarannya.


"Udah tidur." Kata Devina


"Hm gak mau bentar lagi makan siang nanti aja tidurnya habis makan siang." Kata Devano


"Terus Vano mau ngapain?" Tanya Devina


"Mau peluk aja." Kata Devano


"Ih manja banget sih jadi gemas." Kata Devina gemas


"Vin aku waktu di rumah sakit bosan banget gak ada teman biasanya kalau di rumah ada kamu." Kata Devano


"Makanya jangan sakit lagi." Kata Devina


"Kamu juga kesepian?" Tanya Devano


"Heem aku gak ada teman juga." Kata Devina


"Gak pergi sama Ziko?" Tanya Devano


"Males tau kalau Vano sakit aku jadi males mau ngelakuin apapun." Kata Devina


"Aku kangenn banget tidur disini." Kata Devano


"Gak kangen Vina?" Tanya Devina


"Kangen juga gak ada yang gangguin aku." Kata Devano


"Vano sakit gak mungkin aku gangguin." Kata Devina


"Kamu bilang aku boleh minta apapun kan?" Kata Devano


Devina menganggukkan kepalanya lalu menjauhkann tubuhnya sebentar dan menatap kembarannya.


"Vano mau minta apa?" Tanya Devina


Devano tersenyum lalu memeluk Devina lagi.


"Rahasia"


Devina berdecak kesal dan membalas pelukan Devano dengan tak kalah erat.


"Dasar bayi besar"


¤¤¤


Aku updatee hari inii💞