My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (18)



"Pulang kann??"


Wajah Devina dipenuhi antusias ketika hari ini dia sudah merasa lebih baik dan langsung meminta pada Daffa agar dibolehkan pulang. Sungguh Devina sangat tidak betah berada di rumah sakit rasanya membosankan karena dia hanya berbaring saja disana tanpa melakukan apapun.


Keadaannya sudah membaik sekarang perutnya juga tidak sakit, jadi dia boleh pulang kan?


Tadi waktu Dokter datang Devina langsung bertanya dan Dokter mengatakan kalau dia sudah boleh pulang. Sekarang Devina sangat bersemangat lalu ketika Daffa datang bersama Devano dia langsung meminta untuk pulang.


"Daddy tanya Dokter dulu ya?" Kata Daffa


"Sudah, tadi Vina sudah tanya waktu Dokter datang katanya boleh." Kata Devina dengan senyuman manisnya


Daffa tertawa kecil melihatnya, baiklah karena Devina sudah menurut dan kelihatan lebih baik mereka akan pulang.


"Yaudah Vina Daddy urus administrasinya dulu, kamu tunggu sini sama Vano ya?" Kata Daffa


"Siapp boss"


Menggelengkan kepalanya pelan Daffa keluar untuk mengurus administrasi dan meninggalkan kedua anaknya. Di dalam ruang rawat Devina sangat bersemangat dia tersenyum pada Devano yang menatap matanya.


"Vanoo pelukk"


Devano mendekat lalu memeluk kembarannya itu dengan sayang.


"Vina udah boleh pulang." Kata Devina senang


"Iya aku senang." Kata Devano


"Emm Vina jugaa." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devano mengusap wajah Devina dengan lembut.


"Jangan sakit lagi ya? Aku janji gak bakal diemin kamu lagi." Kata Devano


Devina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu menggenggam tangan kembarannya.


"Vina gak mau dimarahin lagi apalagi sampai didiemin sama kamu." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya sebal


"Iya aku gak bakal marah lagi." Kata Devano


"Vano sayang sama Vina ya? Makanya kalau Vina sakit Vano khawatir." Kata Devina


"Hmm sayang banget aku gak mau kamu kenapa-kenapa Vin." Kata Devano


"Vano tetep sayang sama Vina meskipun Vina manjaa?" Tanya Devina lagi


"Iya"


"Meskipun Vina cengeng?"


"Iya"


"Meskipun Vina nyebelin?"


"Iya Devina aku tetap sayang." Kata Devano sambil mencubit pipi kembarannya dengan gemas


Devina tersenyum senang ketika mendengarnya.


"Vina juga sayang sama Vano meskipun Vano nyebelin terus suka gangguin Vina kalau lagi pacaran terus suka cubit pipi terus... aaa sakitt." Keluh Devina sambil memukul lengan Devano yang mencubit pipinya cukup kuat


Devano tertawa melihat wajah cemberut Devina yang kini sedang mengusap pipi yang tadi dia cubit.


"Pelan tau cubitnya." Kata Devano


"Enggak kuatt kayak gini nih." Kata Devina sambil balas mencubit pipi Devano dengan kuat


Devano meringis sakit membuat Devina menjauhkan tangannya.


"Sakit kannn?"


Baru ingin menjawab pintu ruang rawat Devina terbuka bersamaan dengan dua orang perawat yang datang untuk melepas infus di tangan Devina. Senyum Devina kembali terbit dia mengulurkan tangannya agar infus itu bisa segera lepas karena Devina tidak bisa bergerak bebas.


Devina memperhatikan bagaimana infus itu dilepas dari tangannya dan dia bergidik ngeri kala mengingat tangannya yang disuntik.


"Sudah ya suster?" Tanya Devina


"Sudah"


"Makasih suster." Kata Devina senang


Perawat itu mengangguk dan tersenyum lalu keluar dari ruangan meninggalkan Devina yang semakin bersemangat karena infusnya sudah lepas.


"Vina mau bilang Zikoo." Kata Devina


Seakan mengerti maksud ucapan kembarannya Devano mengambil ponsel Devina di meja lalu menyerahkannya pada Devina. Sangat bersemangat Devina mencari nomor kekasihnya dan menelpon Ziko untuk memberi tau kalau dia sudah pulang.


Tak butuh waktu lama panggilannya sudah di angkat.


"Zikoo! Lagi kuliah gak?" Tanya Devina


'Nanti jam tiga Vin dosennya tadi gak datang makanya pulang, kenapa hmm?'


"Vina udah boleh pulang." Kata Devina senang


'Kamu mau pulang? Udah atau gimana?'


"Emm masih nungguin Daddy ngurus administrasi, tapi infusnya udah lepas." Kata Devina


'Nanti kalau udah sampai rumah bilang ya? Aku mau kesana'


"Oke nanti Vina kasih tau Ziko." Kata Devina


'Aku seneng kamu udah sembuh'


"Aku juga yaudah Ziko aku matiin yaa? Ketemu nantii Vina kangenn." Kata Devina


'Aku juga kangen'


"Dadah Ziko." Kata Devina sambil mematikan panggilan telponnya


Bersamaan dengan itu Daffa masuk ke dalam ruangan membuat Devina semakin senang karena itu artinya semua sudah selesai dan dia bisa pulang. Benar saja Daffa mengatakan bahwa semua sudah selesai dia juga sudah mengambil obat untuk tiga hari ke depan.


Tersenyum senang Daffa ternyata membawa kursi roda juga lalu Devina segera turun dan duduk disana dengan bantuan Devano. Sebenarnya Devina bisa sendiri, tapi kalian tau betapa posesifnya dua pria itu pada Devina tidak ada pilihan lain selain menurut.


Sampai di parkiran Devina masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang bersama Devano. Sedangkan Daffa yang membawa mobilnya karena dia memang tidak mengajak Pak Hadi ikut tadi.


"Vina belum kasih tau Kak Ara." Kata Devina


"Daddy sudah bilang nanti malam dia ke rumah." Kata Daffa membuat senyum Devina mengembang sempurna


Dia menyandarkan kepalanya di bahu Devano dan kembarannya itu tersenyum sambil mengusap rambutnya dengan sayang.


"Daddy Daddy"


"Hmm"


"Katanya Daddy mau nurutin apapun keinginan Vina kan?" Kata Devina


"Iya, memang Vina mau minta apa?" Tanya Daffa yang masih fokus pada jalanan


"Emm Vina mau main ke Villa yang ada di Bandung, boleh?" Tanya Devina


"Boleh, mau sama siapa kesananya?" Tanya Daffa membuat Devina tersenyum senang


"Sama Mona dan yang lainnya, tapi nanti kalau libur." Kata Devina


"Boleh Vina nanti Daddy minta Pak Hadi antar kalian kesana." Kata Daffa


"Makasih Daddy nanti Vina mau bilang ke yang lainnya dulu." Kata Devina


Daffa hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban, dia akan menurut lagipula Devina sudah lama tidak liburan.


Jadi, dia akan memberikan izin kalau Devina mau pergi kesana bersama teman-temannya.


Tentu saja masih tetap dalam pengawasannya.


¤¤¤


Pelukan hangat Devina rasakan ketika kekasihnya datang ke kamarnya dengan membawa sebuket bunga cantik untuknya. Senyum manisnya mengembang dengan sempurna Devina langsung memeluk Ziko dengan erat membuat kekasihnya itu terkekeh pelan dan mengusap kepalanya dengan sayang.


Cukup lama berpelukan Devina melepaskan pelukannya dan menatap bunga cantik yang kini ada di tangannya. Setelah itu Devina mendongak untuk menatap mata kekasihnya.


"Makasih Zikoo"


"Bunganya cantik kan?" Kata Ziko


"Cantik"


"Kayak kamu"


Devina diam sambil menatap kekasihnya dengan wajah memerah karena malu.


"Tapi, bunga asli nanti cepat mati." Kata Devina dengan bibir mengerucut


"Gak papa nanti kita beli lagi." Kekeh Ziko


Tersenyum senang Devina meletakkan bunga itu di sampingnya lalu menangkup wajah Ziko dan mencubit kedua pipinya bersamaan.


"Kangen bangettt"


Ziko tertawa kecil lalu dia memberikan sesuatu lainnya yang membuat Devina menatapny dengan bingung.


"Ini apa?" Tanya Devina


"Aku gak tau Mama yang kasih katanya untuk kamu." Kata Ziko


Kotak kecil berwarna merah dengan pita di atasnya. Penasaran akan isinya Devina langsung membukanya dan menemukan sepasang anting disana.


"Cantik banget, bilangin makasih sama Mama kamu." Kata Devina


"Hmm nanti aku bilang." Kata Ziko


Devina tersenyum dan menyampirkan rambutnya kesamping lalu meminta Ziko untuk memakaikan anting itu ke telinganya yang kosong. Sebenarnya Devina tidak terlalu suka memakai anting biasanya hanya sesekali saja kalau mau pergi atau ketika baru membelinya.


Dengan hati-hati Ziko memakaikan anting itu ke telinga kekasihnya dan setelah selesai dia mencium pipi Devina sekilas membuat kekasihnya itu kembali merona.


"Cantik banget pacar aku"


Devina tersenyum dan meraih tangan Ziko lalu menautkan jari-jari mereka disana.



Setiap kali bersama Ziko dia merasa sangat senang dengan jantung yang bedetak sangat cepat. Rasanya Devina benar-benar bahagia dan itu sebabnya dia tidak akan pernah membiarkan seseorang merebut Ziko darinya.


Tidak boleh ada yang mengambil kekasihnya yang manis.


¤¤¤


Buat yang menunggu sayangnya Ziko😚


Hari ini dua aja yaa😉 Ada dua UTS hari inii huhuu😭


Mau nanya dong, bosan gak baca cerita ini hehe😅