
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna ketika melihat kekasihnya sudah sampai di rumah untuk menjemput dan mengantarnya ke kampus. Sebenarnya jadwal kuliah mereka masih untuk jam dua siang, tapi Devina meminta Ziko untuk menjemputnya karena dia bosan di rumah.
Sebenarnya Ziko ingin mengerjakan tugas kelompok di rumah Nizam, tapi dia juga tidak tega menolak keinginan Devina dan akhirnya dia memilih untuk menjemput kekasihnya. Di rumah Devina ternyata tidak ada siapa-siapa karena Devano pergi ke kampus dan orang tuanya menghadiri acara kantor.
Pantas saja Devina minta dia untuk menjemput dan ketika gadis itu ada dihadapannya dia langsung memeluk Devina dengan sayang.
"Zikoo"
"Kamu beneran cuman sendirian?" Tanya Ziko
"Heem makanya aku minta jemput tadi diajak Daddy ikut, tapi aku gak mau." Kata Devina
Ziko mengangguk faham lalu melepaskan pelukannya dan mengusap sayang kepala Devina membuat kekasihnya itu tersenyum senang.
"Aku mau ke rumah Nizam gak papa?" Tanya Ziko memastikan
Sebenarnya tadi dia sudah mengatakannya di telpon, tapi untuk memastikan lagi dia akan bertanya.
"Emn gak papa." Kata Devina
"Yaudah kita berangkat." Kata Ziko
Devina mengangguk lalu menyambut uluran tangan Ziko dan bersama kekasihnya keluar dari rumah. Memasuki mobil Devina langsung memakai sabuk pengamannya begitu pula dengan Ziko dan setelahnya mobil Ziko mulai melaju meningglkan area rumah.
Mereka pergi ke rumah Nizam karena Ziko akan mengerjakan tugas dan letaknya juga tidak teralalu jauh dari kampus. Selama perjalanan tidak ada percakapan apapun Devina sibuk berbalas pesan dengan kedua temannya dan Ziko tengah fokus dengan jalan dihadapannya.
Sekitar dua puluh menit mereka sampai di rumah Nizam dan setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ziko mengajak Devina untuk masuk ke dalam. Saat masuk senyuman yang menghiasi wajah Devina hilang begitu saja kala dia melihat ada Tiara dan seorang wanita lagi disana.
Dalam diam Devina menatap kekasihnya, tapi Ziko hanya mengangkat bahunya acuh pertanda bahwa dia juga tidak tau kenapa dua wanita itu bisa ada disana.
"Eh ada Vina juga." Kata Nizam dengan senyuman manisnya
Devina ikut tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Ziko ke ruang tamu yang sudah ada Reno dan Putra serta kedua wanita. Berbeda dengan teman-teman Ziko yang menyapanya kedua wanita itu justru menatap Devina dengan tidak suka, tapi Devin tidak peduli.
Merasa kesal Devina mendekat pada Ziko sambil memeluk lengannya dengan posesif dan duduk disampingnya.
"Kenapa dia bisa ikut Ko? Bukannya beda fakultas ya?" Tanya Tiara
"Hm gak papa lo juga kenapa bisa ikut kesini sama Laura?" Tanya Ziko
"Mau ngerjaiin tugas kan?" Kata Tiara sambil mengangkat sebelah alisnya
Ziko hanya mengangguk singkat lalu kembali menatap kekasihnya yang sekarang terlihat tidak bersemangat.
"Aku ngerjaiin tugas dulu gak papa?" Tanya Ziko
"Emm"
"Yaudah mau gimana bagi tugasnya?" Tanya Ziko
"Udah gue bagi nomor-nomornya tinggal cari masing-masing aja nanti baru disautuin." Kata Putra
"Vin kalau mau minum ambil aja dibelakang ya? Dapurnya disitu." Kata Nizam sambil menunjuk ke arah dapur
Devina tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan selagi kekasihnya itu mengerjakan tugas ia meminjam ponsel Ziko untuk dimainkan.
Kekasihnya itu terlihat fokus hingga Devina juga tidak mau mengganggunya dan memilih membuka instagram Ziko.
Hanya ada satu poto yang Ziko upload dan poto itu merupakan poto mereka berdua ketika di cafe ada beberapa komentar yang Devina baca.
Entah sudah keberapa kalinya dia membaca komentar-komentar itu, tapi tetap saja Devina merasa senang dan tidak bisa menahan senyumnya.
Akhirnya jadi woyy
Setalah sekian abad terjebak friendzone
Gak mau tau sih harus sampe pelaminan
Kita kawal sampe halal
Sampe putus gue datengin rumah lo berdua
Devina mendongak untuk melihat kekasihnya, tapi wajahnya berubah kesal ketika Tiara mendekat pada Ziko dan terlihat sedang bertanya sesuatu. Merasa kesal Devina menyenggol pelan kaki Ziko membuat pria itu menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut.
Memasang wajah sebalnya Devina menggerakkan pelan tangannya dan Ziko yang sadar maksudnya terkekeh pelan lalu menggeser sedikit posisi duduknya dengan tetap menajawab pertanyaan Tiara.
"Ko tau gak yang nomor...."
"Itu kan pertanyaan kamu cari jawabannya jangan nanya." Celetuk Devina
Dia kesal karena wanita itu terus mencari kesempatan untuk bicara dengan kekasihnya.
"Gue gak ngomong sama lo." Ketus Tiara
"Ya kan aku jawab kalau ada pertanyaan itu cari sendiri dulu jangan tanya aja maunya." Kata Devina
"Vin udah ah." Kata Ziko sambil mengusap pelan pipinya
Devina mengerucutkan bibirnya sebal lalu mengangguk patuh dan kembali fokus pada ponsel kekasihnya. Tanpa gadis itu tau ketiga teman baik Ziko tersenyum dan merasa gemas melihat Devina yang cukup posesif.
Mereka tau kalau Tiara masih belum menyerah untuk mendekati Ziko meskipun wanita itu tau kalau Ziko sudah memiliki kekasih.
Waktu berjalan mereka mengerjakan satu per satu tugas dan Devina hanya bisa mengganti kegiatannya. Mulai dari berbalas pesan dengan teman-temannya hingga bermain game.
Sampai akhirnya Devina mulai merasa tenggorokannya kering, tapi dia tidak berani ke dapur sendirian. Menepuk pelan bahu kekasihnya Devina mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan di telinga Ziko.
"Vina haus mau minum"
Mendengar hal itu Ziko tertawa lalu bangun dan mengulurkan tangannya yang langsung Devina sambut dengan hangat.
"Kemana Ko?" Tanya Nizam
"Minum katanya." Ujar Ziko sambil melirik Devina
"Lebay banget sih ambil minum aja minta temenin." Kata Tiara
Baru ada yang ingin memperingati Tiara, tapi Devina sudah lebih dulu bicara.
"Kamu iri kan karena gak bisa kayak aku? Lagian Ziko juga gak papa." Kata Devina
Lagi ketiga teman Ziko tertawa kecil melihatnya apalagi Devina mengatakannya dengan mata membulat.
"Udah ayuk"
Mengajak Devina ke dapur rumah Nizam seperti rumahnya sendiri Ziko membuka rak piring lalu mengambil minum dan memberikannya pada Devina.
"Udah?"
"Em udah makasih Ziko." Kata Devina
Ziko mengangguk singkat lalu mengusap kepala Devina dengan sayang dan mengatakan sesuatu.
"Jangan cemburu aku gak suka Tiara"
Dan Devina tidak bisa menahan senyumnya.
"Em enggak"
Mencubit pelan pipi kekasihnya Ziko mengajak Devina untuk kembali ke ruang tamu lagi.
Setelah Devina duduk Ziko mencium sayang puncak kepalanya lalu kembali bersama teman-temannya tanpa peduli tatapan mereka.
Di tempatnya Devina tersenyum manis lalu menyentuh kedua pipinya yang terasa panas.
Bagaimana Devina tidak makin cinta kalau begini caranya?
¤¤¤
Updateeeeeee💞