My Possessive Twins

My Possessive Twins
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko



Ulang tahun Ziko!


Hari ini ulang tahun Ziko dan Devina sudah menyiapkan hadiah spesial untuk kekasihnya, tapi dia akan memberikannya nanti sore. Sebelumnya dia dan Nazwa sudah janjian untuk memberikan kejutan, dia juga akan menginap di rumah kekasihnya meskipun harus melalui perdebatan panjang bersama Devano.


Kalau Daddy nya setuju setelah orang tua Ziko meminta izin secara langsung dan memastikan kalau Devina akan baik-baik saja. Namun, berbeda dengan Devano yang bahkan tidak peduli dan terus mengatakan tidak hingga Devina mengancam akan marah padanya selama satu minggu akhirnya Devano memberi izin.


Tapi, seperti biasa Devano sangat sibuk dia menyiapkan baju yang harus kembarannya itu bawa juga memasukkan minyak angin, bedak, dan hal lainnya ke dalam tas.


"Vano aku kan bisa sendiri lagian cuma satu hari." Kata Devina


"Kamu pelupa, semua udah aku siapin tinggal kamu masukin baju dan lainnya aja." Kata Devano


"Iyaa"


"Nanti kalau ada apa-apa langsung telpon dan kalau mau keluar malam pakai jaket sama celana panjang atau rok terus jangan lupa kaos kakinya juga." Kata Devano membuat Devina gemas sendiri jadinya


"Iyaa Vanooo sayangg"


"Charger ada di tas yang depan sama headset kamu juga terus dompetnya udah di dalam." Kata Devano


Saat Devano ingin bicara lagi Devina langsung mencubit pipinya dan memeluk kembarannya itu dengan sayang.


"Iya Vanoo aku udah tauuu." Kata Devina


"Kamu pelupa"


Devina mendengus kesal dan menatap kembarannya dengan bibir mengerucut. Melihat hal itu Devano terkekeh lalu mengacak rambutnya dengan gemas.


"Sampaikan ucapan selamat aku untum pacar kamu." Kata Devano


"Iyaaaa"


"Ayo aku antar ke rumah Ziko." Kata Devano


Mengangguk dengan semangat Devina memeluk lengan kembarannya dan mereka bersama-sama menuruni tangga lalu menghampiri kedua orang tuanya yang ada di bawah. Devina tersenyum lalu melepaskan tangannya dan berlari untuk memeluk kedua orang tuanya bergantian.


"Jangan ngerepotin orang tua Ziko ya?" Kata Fahisa


"Iya Mommyyy"


"Besok pulangnya diantar atau mau dijempur?" Tanya Daffa sambil mengusap pipi Devina dengan sayang


"Emm belum tau, tapi kayaknya diantar sama Ziko." Kata Devina


"Yaudah, Vano bawa mobilnya pelan-pelan." Kata Daffa


"Iya Dad"


Devina melambaik tangannya dengan semangat lalu mengajak Devano untuk bergegas karena dia ingin menyiapkan beberapa hal bersama Nazwa nantinya.


Selama perjalanan Devina tersenyum sambil bersenandung mengikuti musik yang diputar. Disampingnya Devano mengendarai mobil dengan hati-hati sambil sesekali melirik kembarannya yang terlihat sangat senang.


Cukup lama diperjalanan akhirnya mereka sampai dan Devina langsung berterima kasih pada kembarannya.


"Makasih Vano sini pelukk." Kata Devina


Devano tersenyum lalu mendekat dan membiarkan Devina memeluknya dengan sayang. Tidak hanya itu setelah menjauhkan tubuhnya Devina mencium pipi Devano cukup lama.


"Dadahh Vanoo"


Devano balas melambaikan tangannya dan memperhatikan Devina yang berlari kecil memasuki rumah.


Kembali pada Devina yang sekarang sudah sampai di pintu utama dan langsung mengetuknya dia disambut dengan hangat oleh Nazwa yang memeluknya.


"Selamat datang sayang Ziko sudah Tante suruh pergi." Kata Nazwa


"Hmm kita mau buat apa Tante?" Tanya Devina


"Nah Tante sudah pesan kue sebentar lagi diantar terus Tante juga ingin memasak makanan kesukaan Ziko." Kata Nazwa


Devina mengangguk faham dan mengikuti langkah kaki Nazwa yang mengajaknya ke kamar tamu untuk menaruh tasnya disana.


"Tasnya taruh situ dulu." Kata Nazwa


Setelah menaruh tasnya disana Devina mengikuti langkah kaki Nazwa ke dapur, tapi dia tidak bisa memasak bahkan Fahisa melarangnya untuk membantu.


"Vina bisa masak?" Tanya Nazwa


"Emm tidak." Kata Devina sedih


"Tidak masalah sayang dulu Tante juga tidak bisa masak dan setelah menikah baru belajar hingga ikut kelas memasak." Kata Nazwa


Devina mengangguk dan tersenyum lalu menghampiri Nazwa yang mengeluarkan beberapa bahan dari dalam kulkas.


"Ziko itu suka banget sama semur ayam dan capcay." Kata Nazwa


"Vina juga Mommy sering masak itu kalau di rumah, tapi Vina kurang suka capcay soalnya banyak sayuran." Kata Devina membuat Nazwa tertawa kecil mendengarnya


"Ziko suka banget makan sayur." Kata Nazwa


"Iya Tante? Kalau Vina gak suka." Kata Devina


"Hmm dia suka banget apalagi sama brokoli kalau masak sup atau capcay pasti dipilihin sama dia." Kata Nazwa


Devina tersenyum mendengarnya, pantas saja Ziko selalu sehat ternyata dia lebih suka makan sayur dari pada daging atau ikan.


"Nah sayang bantu Tante cuci sayuran ini ya?" Kata Nazwa


Devina mengangguk dan melakukannya.


"Kamu mau kuliah dimana Vina?" Tanya Nazwa


"Emm disini aja kok Vina mau ambil jurusan sastra." Kata Devina


"Kamu suka sastra ya?" Tanya Nazwa


"Iyaa Vina juga suka banget baca novel." Kata Devina


Setelah selesai Devina memberikan sayuran yang telah dicuci pada Nazwa dan wanita paruh baya itu langsung memotongnya.


"Tadinya Tante suruh Ziko kuliah di luar negeri, tapi dia gak mau." Kata Nazwa membuat Devina terdiam mendengarnya


Dia bisa kesepian nantinya.


"Jadi, Tante tidak akan memaksa dan membiarkan Ziko memilih pilihannya sendiri." Kata Nazwa


Devina masih tetap diam dan hanya tersenyum saja.


Tidak boleh!


Ziko tidak boleh jauh-jauh darinya!


¤¤¤


"Ziko pacar kamu ada di rumah"


Perkataan itu berhasil membuat Ziko tersenyum dan langsung mengajak Papa nya untuk pulang, tentu saja Zidan yang tau rencana istrinya langsung menyetujui perkataan anaknya. Selama perjalanan Ziko terus tersenyum dia sudah hampir gila karena kekasihnya tidak memberikan ucapan apapun bahkan mengabaikannya.


Saat sampai di rumah Ziko bergegas turun membuat Zidan menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum dan menyusul anaknya. Memasuki rumah Ziko langsung disambut dengan Devina yang membawa kue untuknya serta Nazwa yang tersenyum padanya.


Nazwa selalu ingin membuat pesta, tapi Ziko selalu menolak bahkan sekali dia mengadakannya dan anak itu langsung merajuk.


Kata Ziko dia tidak suka.


"Selamat ulang tahun Zikoo"


Devina tersenyum dan membuat Ziko ikut tersenyum lalu meniup lilin sesuai permintaan kekasihnya.


"Yee sekarang potong kuenya." Kata Devina


Nazwa memeluk anaknya dengan sayang dan Ziko langsung membalasnya dengan tak kalah erat.


"Makasih Maa"


"Anak Mama sudah besar sekarang ya? Mama gak nyangka." Kata Nazwa sambil mencium keningnya


Setelah itu Zidan juga melakuka hal yang sama dia bersyukur karena dia kembali pada keluarga ini dan berhasil menghilangkan nafsu sementaranya serta mendapat kepercayaan istrinya.


Tidak terbanyang kalau dia benar-benar mengikuti hawa nafusnya.


Setelah selesai mereka memotong kue lalu Ziko menyuapi satu per satu dan dia memeluk Devina sekilas membuat kekasihnya itu tersenyum malu.


"Mama sudah masak makanan kesukaan kamu bersama Devina tadi." Kata Nazwa


"Benarkah?" Tanya Ziko


"Iya"


Ziko tersenyum dan mengusap pipi kekasihnya hingga wajah Devina benar-benar memerah sekarang.


Ziko benar-benar melakukannya di hadapan orang tuanya sendiri.


¤¤¤


Selesai makan malam Ziko mengajak kekasihnya untuk pergi ke loteng dan Devina membawa serta kado yang sudah dia siapkan. Sampai disana Devina tersenyum dia berlari menuju jendela lalu menatap keluar.



Ziko tersenyum dan mengajaknya untuk duduk lalu Devina memberian kotak hadiah pada kekasihnya. Sebelum membiarkan Ziko membukanya Devina minta maaf kalau misal Ziko tidak suka.


"Aku selalu suka"


Ada dua kotak lain didalamnya lalu Ziko mengambil salah satu dan membukanya, jam tangan.


"Suka gakk?" Tanya Devina


"Suka"


Ziko meminta Devina untuk memakaikan dan gadis itu melakukannya. Setelah itu Ziko mengambil kotak lain yang lebih kecil dan ternyara ada flashdisk di dalam sana dengan kertas bertuliskan.


All about you


Tertawa kecil Ziko mengambil laptopnya lalu mengajak Devina untuk melihatnya bersama.


Jantung Devina berdetak dengan sangat cepat ketika suaranya terdengar bersamaan dengan vidio yang terus berputar.


It's all about you Ziko


Ada begitu banyak kata untuk menggambarkan dirimu, tapi satu yang paling penting kamu spesial


Kamu begitu spesial hingga membuat aku jatuh cinta dengan begitu dalamnya


Vidio terus berputar memperlihatkan foto mereka bersama serta vidio yang beberapa kali Devina ambil. Ziko senang bukan main dan setelah selesai di menit ketiga dia menatap Devina dengan senyuman.


Kata-kata yang gadis itu ucapkan membuat hatinya menghangat dan sekarang Ziko mengusap pipinya dengan lembut.


"Vina"


"Hmm"


"Makasih"


Devina hanya mengangguk dan ingin mengatakan sesuatu, tapi matanya melotot ketika merasakan sesuatu.


Ziko menciumnya dan bukan dipipi atau dikening.


Ziko menciumnya tepat dibibir.


Bahkan Devina mengerjapkan matanya berkali-kali meskipun hanya sekilas tetap saja itu membuat jantungnya seperti akan melompat keluar.


"I love you Devina"


Lalu Ziko memeluknya dengan hangat.


¤¤¤


Aku aduin Vano loh kamu Zikoo😌


Sesuai keinginan kalian season dua tetap dilanjut disini yaa😉


Season ini tamat sebentar lagi😚