My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (33)



Hari ini Devina akan pergi bersama dengan kekasihnya sesuai dengan apa yang telah mereka rencanakan sebelumnya, menonton bioskop lalu makan dan tujuan terakhir Devina akan pergi ke rumah kekasihnya. Semua kegiatan untuk hari ini sudah tergambar jelas di benak mereka dan Devina sangat tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya.


Sebelumnya dia sudah meminta izin pada kedua orang tuanya dan tentu saja dengan Devano yang memberikan dia izin karena Devina pergi bersama Ziko. Memang sejak mereka berpacaran orang tua serta kembaran Devina mempercayai pria itu hingga membolehkan Devina untuk menginap atau pulang hingga larut.


Apalagi setelah rencana Ziko untuk mengajak Devina bertunangan, mereka semakin percaya bahwa Ziko sangat mencintai Devina dan tidak mau kehilangannya. Saat ini dia baru saja selesai bersiap dengan memakai kaos hijau serta rok diatas lutut, tapi tidak terlalu pendek.


Rambut Devina yang masih pendek dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun dan Devina cukup puas dengan penampilannya. Sibuk dengan menatap pantulan dirinya di cermin Devina mendengar suara pintu di buka lalu melihat kembarannya yang masuk ke dalam.


"Vanoo"


Tersenyum senang Devina menghampiri Devano lalu memeluknya dengan erat.


"Malah ngajak pelukan, pacar kamu udah nungguin." Kata Devano


"Ziko udah sampai? Yaudah Vina mau ambil tas dulu." Kata Devina


Baru ingin berbalik Devano sudah lebih dulu menahannya lalu mencium pipinya sebentar.


"Pulangnya jangan kemalaman." Kata Devano


"Iyaa Vanooo"


Setelah mengatakan hal itu Devina berlari kecil memasuki kamar lalu mengambil tas serta ponselnya dan bergegas turun untuk menemui kekasihnya. Senyum Devina mengembang ketika melihat Ziko yang tengah mengobrol bersama Daffa, dia baru saja ingin bicara, tapi Daffa sudah lebih dulu menepuk tempat disampingnya membuat Devina menurut.


"Vina"


"Iya Daddy?"


"Ziko tanya kamu kapan mau melangsungkan pertunangan?" Tanya Daffa


Devina terdiam sebentar lalu menatap Ziko yang tersenyum padanya.


"Emm Vina terserah." Kata Devina


"Kok terserah? Jangan terserah sayang kamu harus bicara juga ini kan pertunangan kamu sama Ziko." Kata Daffa


"Tapi, Vina nya enggak tau." Kata Devina sambil menatap Daffa dengan wajah lugunya


"Tidak masalah Om aku juga masih akan membicarakannya sama Mama dan Papa." Kata Ziko


Daffa mengangguk faham lalu membiarkan Devina pergi bersama kekasihnya untuk berjalan-jalan.


Kembali pada Ziko yang kini sudah berada di dalam mobil bersama kekasihnya, dia tidak langsung jalan, tapi lebih dulu memeluk Devina karena merasa rindu. Sama halnya dengan dia Devina membalas pelukannya dengan sangat erat.


Hanya sesaat sebelum akhirnya Ziko menjauhkan tubuhnya dan mencium puncak kepala Devina dengan sayang.


"Ziko tadi ngomongin apa sama Daddy?" Tanya Devina sesaat setelah mobil Ziko melaju meninggalkan area rumah


"Masalah pertunangan kita aku nanya sama Daddy kamu kira-kira kapan, tapi Daddy kamu bilang terserah kita." Kata Ziko


"Mm gitu memang Ziko maunya kapan?" Tanya Devina


"Kapan aja Vin malah kalau bisa secepatnya." Kata Ziko membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


"Ish gak sabaran." Kekeh Devina


"Memang Vin aku selalu gak sabar kalau itu tentang kamu." Kata Ziko


Devina tersenyum senang lalu mengambil ponsel Ziko yang ada di dashboard dan membukanya. Setiap kali mereka pergi Devina akan selalu memainkan ponsel kekasihnya untuk menghilangkan bosan selama pelajaran.


Biasanya Devina akan melihat pesan masuk atau foto-foto di galeri ponsel kekasihnya, tapi bibir Devina mengerucut sebal ketika beberapa pesan masuk ke dalam ponsel kekasihnya.


Nomornya tidak disimpan, tapi ketika Devina membuka fotonya ternyata itu adalah wanita bernama Tiara yang pernah bertemu dengannya.


Ziko makasih ya untuk kemarin


Lo baik banget sama gue


Gue mau ajak makan siang bareng, mau?


Devina panas ketika membacanya, wanita itu masih saja berusaha mendekati kekasihnya. Akhirnya karena kesal Devina mengambil gambar Ziko yang sedang menyetir lalu mengirimkan balasan dengan penuh kekesalan.


^^^Ziko lagi jalan sama pacarnya!^^^


^^^Gak usah ganjenn sama pacar aku gak boleh!^^^


Setelah membalas itu Devina meletakkan ponsel kekasihnya di dashboard dan membuat Ziko menoleh lalu mengerutkan dahinya bingung ketika melihat wajah Devina yang berubah sebal.


"Kenapa Vin?" Tanya Ziko


"Kemarin Ziko ngapain sama temen Ziko yang namanya Tiara? Kenapa dia bilang makasih? Kenapa dia ajakin Ziko makan siang bareng?!" Tanya Devina dengan wajah cemberutnya


Ziko terdiam sebentar lalu kembali melihat ke depan sambil tersenyum dan menjelaskan semuanya.


"Gak ada apa-apa Vin kemarin itu ada tugas dan dia mau lihat punya aku yaudah aku kasih orang aku juga dapat lihat sama Nizam." Kata Ziko


"Kenapa mintanya sama Ziko?! Memang temen dia Ziko doang?!" Tanya Devina lagi


"Ya mana aku tau Vin." Kekeh Ziko


"Vina gak suka! Kamu deket-deket kan sama dia?! Ziko mau selingkuh ya?" Tuding Devina


Bukan tersinggung Ziko justru tertawa mendengarnya apalagi ketika dia melirik Devina yang memasang wajah mengemaskan.


"Vin mana mungkin aku mau selingkuh kalau aku ada niat untuk selingkuh untuk apa aku ajak kamu tunangan hmm? Makanya kita nikah aja deh." Kata Ziko


"Ishh"


Merasa gemas Ziko mencubit pipi Devina cukup kuat.


"Kamu kenapa gemesin banget sih Vin?" Kekeh Ziko


"Sengaja biar Ziko makin suka."kata Devina sambil tersenyum


Ziko benar-benar sudah gila karena Devina bahkan dia sama sekali tidak mau melirik wanita lain selain kekasihnya.


Devina terlalu berharga untuk dilepaskan.


¤¤¤


Di dalam bioskop Devina terlihat fokus pada filmnya berbeda dengan Ziko yang fokus menatap Devina dari samping, dia selalu suka melihat Devina yang tetap cantik meskipun di tengah kegelapan. Hanya sedikit cahaya yang menyinari Devina, tapi kekasihnya itu tetap berhasil membuatnya menggila.


Mereka memilih film action katanya Devina bosan kalau film romance dan dia takut kalau menonton film horror, jadi pilihannya action. Kekasihnya itu terlihat antusias dengan film yang dia tonton, tapi Ziko lebih antusias pada senyuman Devina.


Tanpa mengatakan apapun Ziko meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya dengan erat membuat Devina menoleh sebentar lalu tersenyum.


"Suka filmnya?" Tanya Ziko pelan


Selama dua jam Ziko lebih banyak memandangi wajah Devina dari pada film yang mereka tonton bahkan hingga filmnya selesai dan mereka keluar dari bioskop.


"Filmnya seruu"


"Kamu suka?" Tanya Ziko


"Suka banget kayaknya kita harus sering nonton dehh." Kata Devina senang


"Ide yang bagus Devina sayang." Kata Ziko


"Emm sekarang aku mau makan burger sama kentang." Kata Devina


"Oke cantik kita pergi." Kata Ziko


Tangan Ziko menggenggam sayang tangan kekasihnya dan mengajak Devina untuk pergi makan.


Saat sampai Ziko langsung mengajak Devina untuk duduk lalu dia pergi memesan dan meminta Devina untuk menunggu. Selesai memesan Ziko kembali menghampiri Devina lalu tersenyum ketika melihat kekasihnya itu tengah sibuk dengan ponselnya.


"Vin"


Devina mendongak lalu tersenyum.


"Emm Ziko aku mau nanyaa." Kata Devina sambil meletakkan ponselnya di meja


"Nanya apa?" Tanya Ziko


"Ziko nanti kita tunangan dimanaa?" Tanya Devina


"Kamu maunya dimana? Kalau aku maunya di rumah." Kata Ziko


"Di rumah Vina atau Ziko?" Tanya Devina


"Aku terserah, tapi Daddy kamu bilang di rumah kamu." Kata Ziko


"Emm Ziko maunya kapan?" Tanya Devina


"Kalau aku maunya secepatnya Vin besok juga boleh." Kekeh Ziko


"Ishh dasar! Kalau dua minggu lagi gimana? Atau sebulan lagi?" Tanya Devina


"Dua minggu"


"Boleh, nanti Ziko bilang sama Daddy ya?" Kata Devina


"Iya dan nanti kita bicara sama Mama." Kata Ziko


Devina tersenyum lalu mengangguk singkat dan bersamaan dengan itu pesanan mereka datang.


"Makan dulu habis ini kita ke rumah aku." Kata Ziko


Mengangguk patuh Devina mulai memakan makanannya dalam diam dan tidak mengatakan apapun.


Bertunangan dengan Ziko adalah hal yang menyenangkan.


Devina suka dan tidak sabar.


¤¤¤


"Bagaimana Devina?"


Pertanyaan itu hanya Devina jawab dengan anggukan saja membuat Nazwa tersenyum senang lalu memeluk calon tunangan anaknya itu dengan sayang. Tadi Nazwa menyarankan bahwa pertunangan akan diadakan di rumah Devina dua minggu lagi dan Devina hanya mengangguk setuju.


Saat mendengar keinginan anaknya untuk bertunangan dengan Devina tentu saja Nazwa sangat antusias, dia suka dengan Devina. Melihat Devina saja dia tau kalau Devina gadis yang baik dan cocok untuk anaknya.


Melihat betapa lemah lembutnya Devina serta ucapannya yang penuh kelembutan dan tidak pernah sekalipun berkata kasar membuat Nazwa semakin yakin bahwa Devina adalah pasangan yang pas untuk anaknya.


"Nah nanti Mama sama Papa akan mengajak orang tua kamu untuk bertemu ya?" Kata Nazwa


"Iya Tante"


"Mama sayang." Kata Nazwa mengingatkan


"Emm iya Ma." Kata Devina


Nazwa tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil sesuatu. Begitu kembali Nazwa membawa sesuatu ditangannya dan dia langsung memberikan itu pada Devina.


"Gelang ini pemberian orang tua Mama dan sekarang akan Mama berikan untuk Vina." Kata Nazwa


"Makasih Ma"


Nazwa hanya tersenyum lalu memakaikan gelang itu di tangan Devina yang ternyata sangat pas untuknya.


"Cocok sekali sayang untuk kamu." Kata Nazwa


Devina tersenyum lalu dengan sedikit ragu memeluk Nazwa dan membuat wanita paruh baya itu langsung membalas pelukannya.


"Sekarang Vina tunggu Ziko disini ya? Mama mau masak dulu nanti kamu makan malam disini." Kata Nazwa


Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu menatap Nazwa yang berjalan menuju dapur. Saat sendirian Devina memandang gelang yang melingkar manis di lengannya sambil tersenyum.


Gelang yang indah.


Entah berapa lama, tapi Devina menoleh begitu merasakan seseorang duduk disampingnya dan benar ternyata itu adalah Ziko.


"Aku di kasih gelang sama Mama kamu." Kata Devina sambil menunjukkan lengannya


Ziko tersenyun lalu meraih tangan Devina dan mengusapnya dengan lembut.


"Itu gelang dari Nenek." Kata Ziko


"Iya tadi Mama kamu bilang." Kata Devina sambil tersenyum


"Kamu suka gelangnya?" Tanya Ziko


"Suka, gelangnya bagus dan pas di tangan aku." Kata Devina


Ziko hanya tersenyum lalu memeluk Devina dan menbuat kekasihnya itu ikut tersenyum lalu memeluknya.


Tidak ada yang lebih pantas selain Devina untuk Ziko.


¤¤¤


Kali ini spesiall Vina-Ziko yang lagi merencanakan pertunangann🌚


Kira-kira update lagi kapan yaaa😋