My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (25)



Menjalani perkuliahan seperti biasanya pagi ini Devina sudah duduk manis di kelas sambil mendengarkan dosen yang sedang berbicara dan mencatat beberapa point penting yang sedang dijelaskan. Sebenarnya dia sedikit lelah, tapi dia juga tidak mungkin bolos kuliah apalagi hari ini juga hanya ada tiga mata kuliah yang selesai jam dua siang.


Setelah kelas ini selesai dia juga akan menghampiri Ziko ke fakultas kekasihnya karena tadi pria itu bilang kalau dia ada jam kosong dari jam sepuluh sampai jam sebelas. Secara kebetulan Devina juga sama, jadi nanti dia akan menghampiri Ziko dan dia tidak bilang karena mau memberikan sedikit kejutan.


Kekasihnya itu tidak pernah mengizinkan katanya takut kalau nanti temannya banyak yang menggoda Devina, tapi kan dia juga mau. Sekarang mata kuliah ini hanya tinggal beberapa menit lagi dan Devina sangat tidak sabar.


Ziko sudah memberi tau bahwa dia sedang ada di ruang 5 yang ada di lantai utama, nanti Devina akan mencarinya.


'Ziko mau kemana waktu jam kosong?'


'Gak kemana-mana Vin mau di kampus aja nanti kalau pergi malah males mau balik laginya'


Karena perkataaan itu Devina jadi berniat menghampiri kekasihnya.


Begitu kelas selesai dan dosen mereka meninggalkan kelas Devina memasukkan bukunya ke dalam tas lalu menoleh pada kedua temannya.


"Aku mau ke tempat Ziko." Kata Devina


"Dimana Vin?" Tanya Intan


"Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis aku mau kesana kalian mau kemana?" Tanya Devina


"Mau ke kostan kalau gue." Kata Hanifa


"Sama gue juga mau ngikutin Hanifa." Kata Intan


Devina mengangguk faham lalu dia meminta kedua temannya untuk menghubungi dia kalau mau ke kelas selanjutnya.


"Nanti chat aku yaa? Terus cariin tempatnya sebelahan." Kata Devina


"Iya Vina"


"Yaudah aku duluan ya? Dadah." Kata Devina sambil melambaikan tangannya


Memakai tasnya Devina berjalan keluar dari kelas dan menuju fakultas kekasihnya. Seharusnya Ziko juga baru selesai jam kuliah sama seperti Devina.


Saat tengah melangkahkan kakinya seseorang memanggil Devina dan membuat dia menoleh, tapi ketika melihat Lucas dengan cepat Devina mempercepat langkah kakinya. Sekali lagi dia selalu lambat, jadi Lucas berhasil menggapai tangannya dan membuat Devina berdecak kesal lalu menariknya.


"Kak Lucas kenapa sih? Enggak puas juga lihat aku dimarahin Kak Yuna?" Tanya Devina


"Enggak Vin bukan gitu, aku cuman mau minta maaf aja karena Yuna udah ngelakuin itu ke kamu." Kata Lucas


Devina menghela nafasnya pelan dan melihat Lucas yang kelihatannya memang menyesal.


"Iya Vina maafin yaudah sekarang jangan gangguin aku lagi." Kata Devina


Tanpa menunggu apapun lagi Devina melangkahkan kakinya dengan cepat dan Lucas tidak mengejarnya membuat Devina merasa lega. Jarak fakultas dia dengan kekasihnya cukup jauh hingga Devina sedikit merasa pegal karena tak kunjung sampai.


Dia harus melewati kantin serta perputakaan utama dan ruang dosen untuk sampai ke fakultas ekonomi dan bisnis. Senyum Devina mengembang ketika dia melihat tulisan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang sekarang ada di hadapannya.


Akhirnya sampai juga dengan senyuman Devina melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan kekasihnya. Ada beberapa pasang mata yang menatap ke arah Devina ketika dia berjalan ke dalam.


Saat melihat banyak mahasiswa Devina menyimpulkan kalau itu adalah gedung perkuliahan dan Devina pergi ke sana. Matanya menjelajah lalu dia tersenyum ketika melihat angka di dekat pintu dan artinya dia benar.


Ruangan 5


Devina melangkahkan kakinya maju karena tadi dia melihat ruangan 10 dan berarti tidak jauh dari sana. Semaki dekat Devina melihatnya ruangan 5 lalu dia berlari kecil kesana dan mengintip ke dalam.


Benar ada kekasihnya yang sedang duduk di ruang kelas dan senyuman manisnya terukir, tapi raut wajahnya berubah kesal ketika samping kanan dan kiri Ziko itu adalah para gadis cantik.


Tidak lama setelah dia sampai Devina dapat mendengar dosen itu menutup kelasnya lalu Devina berjalan menyingkir dari pintu dan menunduk ketika dosen itu berjalan keluar. Menunggu kekasihnya keluar Devina merasa kalau dia diperhatikan, tapi tidak masalah Devina tidak perduli.


Saat kekasihnya berdiri Devina ingin memanggilnya, tapi seorang gadis yang tadi duduk di dekat kekasihnya itu memanggil Ziko dan menggandeng tangannya membuat Devina memasang wajah kesalnya. Padahal Ziko terlihat tidak suka hingga langsung melepaskan tangan itu dan Devina yang merasa marah langsung memanggil kekasihnya.


"Zikooo"


Bukan hanya kekasihnya, tapi yang lainnya juga menatap ke arah Devina dan Ziko yang melihat kekasihnya itu membulatkan matanya lalu menghampirinya.


"Vina kamu kesini sama siapa?" Tanya Ziko


"Sendirian, cewek tadi menel banget!" Kata Devina sebal


Ziko tertawa kecil lalu merangkul Devina dengan sayang.


"Kenapa kesini? kan bisa aku yang kesana aja nanti." Kata Ziko


"Ya mau aja." Kata Devina


Tersenyum singkat Ziko mengajak Devina pergi, tapi beberapa orang yang Devina yakini sebagai teman kekasihnya dan gadis itu juga masih disana. Mengingat masih berada di dekat kelas Devina membawa kekasihnya itu untuk sedikit menjauh dan dia berdecak kesal ketika mendengar suara teman-temannya.


Makanya Ziko tidak mau kalau Devina kesini.


Jangankan melihat langsung bahkan ketika Ziko hanya memasang foto saja banyak dari mereka yang bertanya.


"Wih ini pacar lo Ko? Cantik banget lebih cantik dari yang di foto." Kata seorang pria dengan kulit sawo matang yang terlihat manis


"Kenalin lah Ko ke kita." Kata satu orang lagi


Devina hanya tersenyum ketika dia ditatap beberapa orang di dekatnya, tujuannya kesini hanya untuk bertemu kekasihnya.


"Temen aku Vin kenalin." Kata Ziko


"Nih gue kenalin ya? Gue Nizam terus ini Putra kalau ini Reno dan yang ini nih namanya Tiara suka ngikutin Ziko dia." Kata Nizam


Devina tersenyum tipis sambil menyapa mereka, tapi Ziko langsung menyudahi acara sapa-sapaan itu dan mengajak Devina pergi.


"Tuh Ra gue bilang juga Ziko udah punya pacar jangan digangguin." Kata Reno


"Biarin aja ceweknya juga kayak anak kecil gitu." Kata Tiara tanpa ada rasa berdosa


"Tiara"


Terkadang Ziko kesal sendiri gadis itu jadi sering mendekatinya hanya karena dia yang pernah memberikan bantuan padanya.


"Memang kenapa? Biarin aja Ziko juga suka." Kata Devina kesal


Teman-teman Ziko tertawa karena merasa lucu sedangkan Ziko tidak bisa menahan senyumnya.


"Jangan deket-deket pacar aku gak boleh! Sana cari pacar sendiri, ayo Ziko." Kata Devina


Ziko tidak menahan ketika Devina meraih tangannya dan mengajak dia pergi dari sana. Saat sudah cukup jauh Devina melepaskan tangannya dan hal itu membuat Ziko tertawa karena melihat wajah cemberut kekasihnya.


Dia senang karena Devina marah ketika melihat ada wanita lain yang mendekatinya.


"Vin"


"Nyebelin banget dia! Memang kenapa kalau aku kayak anak kecil? Memang urusannya sama dia apa?" Kata Devina kesal


"Hey Vin udah ah ke kantin aja yuk." Ajak Ziko


"Aku gak mau ke kantin! Aku lagi kesel sama cewek tadi pokoknya Ziko gak boleh deket-deket sama dia!" Kata Devina


"Aku gak pernah deket-deket dia Vin." Kata Ziko sambil tersenyum


"Awas yaaa?" Ancam Devina dengan wajah galaknya


Ziko tersenyum dan mengangguk lalu merangkul kekasihnya.


"Mau kemana?" Tanya Ziko


"Ke cafe aja yuk? Mau enggak?" Tanya Devina


Ziko hanya mengangguk dan mengajak Devina ke parkiran, hari ini dia bawa motor jadi Ziko langsung memakaikan helm untuk kekasihnya ketika mereka sampai di parkiran. Di dekat kampus memang ada cafe yang sering di kunjungi mahasiswa disini karena harganya yang memang bersahabat.


Tak butuh waktu lama untuk sampai karena jaraknya yang dekat, sekarang mereka sudah sampai dan Ziko langsung mengajak kekasihnya untuk masuk. Mereka duduk berhadapan lalu Ziko memesan makanan juga minuman untuk mereka berdua.


"Kok masih cemberut?" Tanya Ziko ketika melihat wajah Devina yang masih kesal


"Gak suka sama dia." Kata Devina


"Iya aku juga enggak." Kata Ziko


"Nanti dia rebut Ziko dari aku." Kata Devina


"Enggak mungkin Devina." Kata Ziko sambil tersenyum


"Dia cantik"


"Masih cantikan kamu"


"Dia gak kayak anak kecil." Kata Devina dengan wajah sedihnya


"Ya aku sukanya kamu Devina." Kata Ziko


Devina mendongak lalu tersenyum manis dan dia meraih tangan Ziko untuk dia genggam.


"Pokoknya gak boleh ada yang berani ngambil Ziko dari aku"


Sungguh Devina sangat menggemaskan ketika lagi posesif begitu membuat Ziko jadi pengen cepet nikahin aja.


Biar halal.


¤¤¤


Aduhh maaf updatenya soreee😌



Vina lagi ngambek pacarnya dideketin cewekk lain😂