My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (69)



Daffa benar-benar ingin tertawa karena anaknya yang sejak tadi terus mengikutinya sambil merengek untuk bertanya dan memastikan tentang rencananya mengajak Devano pergi ke singapura. Memang benar dia akan mengajak Devano untuk ikut ke singapura tiga hari lagi guna menghadiri rapat penting serta masalah kerja sama dengan beberapa perusahaan disana.


Sebenarnya tidak alasan khusus Daffa hanya ingin mengajak Devano saja sekalian untuk memperlihatkan bagaimana dia bekerja karena nanti Devano yang akan meneruskannya. Sayangnya dia lupa kalau ada Devina yang pasti akan merajuk kalau dia mengajak Devano pergi sama seperti dulu ketika dia mengajak Devano ke Bali.


Anaknya susah sekali kalau sudah harus dipisahkan dengan Devano karena dia pasti akan menangis atau merajuk bahkan yang lebih parah mogok untuk makan.


"Daddyyy kenapa enggak jawab? Vina kan nanya sama Daddy." Rengek Devina yang terus mengikuti Daddy nya hingga ke ruang kerja


"Kenapa sayang? Daddy sudah bilang akan mengajak Devano." Kata Daffa sambil tersenyum


"Vinaaa?"


"Vina di rumah temenin Mommy." Kata Daffa membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal


"Daddy licik ajakinnya Vano teruss." Kata Devina


"Ya ampun sayang Daddy ajakin Vano sekalian untuk dia belajar nanti kan Vano yang akan meneruskan pekerjaan Daddy." Kata Daffa


"Daddyy jangan ajak Vano nanti aku gimana?" Rengek Devina lagi


"Sama Mommy sayang memang Vina mau ninggalin Mommy sendirian?" Tanya Daffa


Devina dengan wajah cemberutnya menggelengkan kepalanya.


"Hanya sebentar hmm? Vina mau apa nanti Daddy sama Vano belikan." Kata Daffa


"Maunya ikuttt"


"Devina, nanti kalau ada waktu Daddy janji kita liburan bareng-bareng lagi ya?" Kata Daffa


"Daddyy jahat"


Menghela nafasnya pelan Daffa meminta anaknya untuk mendekat dan Devina sambil memasang wajah cemberutnya menghampiri Daddy nya lalu duduk disampingnya. Tersenyum manis Daffa mengusap kepala anaknya dengan penuh kelembutan lalu membawanya ke dalam pelukan.


"Jangan cemberut gitu ah." Kata Daffa


"Daddy sihh jahat sama Vina." Keluh Devina


"Vina mau apa? Daddy harus apa biar Vina gak ngambek hmm?" Tanya Daffa


Devina langsung melepaskan pelukannya untuk menatap Daddy nya dengan antusias.


"Daddy bakal nurutin apapun?" Tanya Devina


"Iya selagi Daddy bisa." Kata Daffa


"Bener kan? Janji kan?" Tanya Devina lagi


"Iya Devina memang kamu mau apa?" Tanya Daffa


"Vina mau ke kedai ice cream terus makan bakso terus ke toko buku dan Daddy harus temenin." Kata Devina dengan penuh antusias


"Hanya itu sayang?" Tanya Daffa


Devina menganggukkan kepalanya.


"Oke mau berangkat kapan?" Tanya Daffa pada anaknya


"Emm sekarang?" Kata Devina sambil menatap Daddy nya dengan penuh harap


"Oke sekarang Vina siap-siap dulu." Kata Daffa


Devina mengangguk lalu dengan penuh semangat berlari dari ruang kerja Daddy nya dan pergi ke kamar untuk mengganti pakaian meninggalkan Daffa yang hanya bisa tertawa kecil melihatnya. Bersamaan dengan itu Fahisa juga masuk ke dalam lalu menghampiri suaminya dan duduk disampingnya.


"Kenapa Vina lari-lari gitu Mas?" Tanya Fahisa


"Biasa Fahisa anak kamu itu marah karena aku mau ajak Vano ke singapura." Kata Daffa


"Lalu? Kamu tetap mengajak Vano?" Tanya Fahisa


"Iya sayang tadi aku bertanya dia mau apa dan Devina menyebutkan berbagai keinginannya, jadi aku akan mengikuti Devina hari ini." Kata Daffa membuat Fahisa tersenyum mendengarnya


"Kamu tau sendiri Vina gimana Mas." Kata Fahisa


"Hm mirip sekali sama Ara kalau mau kita tinggal dulu." Kata Daffa


"Yaudah kamu mau pergi sama Vina?" Tanya Fahisa


"Iya sayang, kamu ingin sesuatu sayang atau mau ikut?" Tanya Daffa


"Tidak Mas"


"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Daffa dengan raut wajah cemasnya


"Hanya pusing." Kata Fahisa


"Lihat kan? Sudah aku bilang jangan terlalu sibuk sayang." Omel Daffa


"Iya Mas habis ini aku mau istirahat kok." Kata Fahisa dengan senyuman


Menghela nafasnya pelan Daffa mengusap pipi istrinya dengan sayang.


"Nanti aku akan beli vitamin atau susu." Kata Daffa


"Enggak perlu Mas." Kata Fahisa sambil tersenyum


"Perlu sayang." Kata Daffa


"Ada Mommyy." Kata Devina


"Mau kemana sayang?" Tanya Fahisa ketika anaknya itu duduk dan memeluknya


"Mau jalan-jalan sama Daddy, apa Mommy mau ikut juga?" Tanya Devina


"Tidak sayang"


"Em yaudah Vina mau jalan-jalan sama Daddy ya?" Kata Devina


"Iya, Vano nya kemana?" Tanya Fahisa


"Vano ada di kamar dia lagi belajar katanya besok ada ujian." Kata Devina


Mengangguk faham Fahisa mencium kening anaknya sebentar sebelum akhirnya Devina dan Daffa pergi. Anaknya memang sangat manja mungkin hanya Devano yang tidak terkadang Fahisa merasa sedikit kasihan pada suaminya serta Devano yang harus selalu menuruti keinginan Devina.


Apalagi Daffa yang sejak dulu menghadapi betapa manjanya Sahara, tapi seiring berjalannya waktu Fahisa sadar bahwa sikap manja anak-anaknya justru hal yang menyenangkan bagi suaminya.


Kembali pada Devina yang kini sudah duduk manis di dalam mobil dengan Daddy nya yang duduk dikursi kemudi lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


"Daddy"


"Iya Devina"


"Emm tadi malam Vina senang bisa ketemu keluarganya Ziko." Kata Devina


"Mereka baik sama Vina?" Tanya Daffa


"Baik banget Daddy." Kata Devina


"Daddy senang mendengarnya." Kata Daffa dengan senyuman


"Tadi malam Vina tidurnya ditungguin sama Vano." Kata Devina lagi


"Kenapa? Apa Vina tidak bisa tidur?" Tanya Daffa


"Em belum ngantuk, jadi Vina sama Vano ngobrol banyak sampai ngantuk." Kata Devina


"Vina sering begitu?" Tanya Daffa


"Enggak kok kadang-kadang aja kalau lagi gak bisa tidur biasanya kalau dipeluk Vano aku cepat tidurnya." Kata Devina


Daffa hanya menanggapinya dengan senyuman lalu kembali fokus pada jalanan dihadapannya.


Pantas saja Devina enggan kalau harus berjauhan dari Devano.


¤¤¤


"Daddy tungguin Vina ya?"


Daffa hanya mengangguk ketika anaknya mengatakan hal itu dan sibuk dengan kumpulan buku yang ada di rak, dia sangat tau kalau anaknya suka sekali membaca novel. Sejak kecil sebenarnya Devina sudah suka sekali membaca buku cerita hingga dia dan istrinya harus mengajak Devina ke toko buku satu atau dua minggu sekali.


Ternyata kebiasaan itu berlaku sampai sekarang Devina masih sangat suka membaca novel hingga setiap pergi ke toko buku dia bisa membeli tiga sampai lima. Sekarang Daffa sedang memperhatikan anaknya yang sibuk mengambil buku kemudian membaliknya dan membaca sebentar.


Saat sudah ada dua novel ditangannya Devina berpindah ke rak lainnya membuat Daffa kembali mengikutinya.


"Sini Vina kasih ke Daddy bukunya biar Daddy yang bawa." Kata Daffa membuat Devina menolah dan tersenyum


"Em makasih Daddy." Kata Devina sambil memberikan dua buku yang dia bawa


Daffa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia sudah biasa karena dulu beberapa kali Daffa pernah menemani Sahara ke toko buku juga.


Cukup lama memilih hingga sekitar setengah jam Devina berhasil memilih lima buah novel dan mengatakan pada Daddy nya bahwa dia sudah selesai.


"Tidak ada lagi?" Tanya Daffa memastikan


"Em tidak ada Daddy." Kata Devina


Setelah mendapat jawaban itu mereka pergi ke kasir untuk membayar lalu keluar dari toko buku dan kembali masuk ke dalam mobil.


"Sekarang Vina mau apa lagi?" Tanya Daffa


"Sudah Daddy mau pulang saja." Kata Devina


"Pulang?"


"Heem Vina mau pulang." Kata Devina


"Oke kita pulang." Kata Daffa


"Makasih Daddy." Kata Devina


Mendengar hal itu Daffa tersenyum lalu mengacak pelan rambut anaknya dan mengatakan sesuatu yang membuat senyum manis Devina mengembang dengan sempurna.


"Apapun untuk anak-anak Daddy"


¤¤¤


Aku updatee hehe💞


Hm ada gak sih yang nungguin aku bikin cerita Devina dan Ziko😌


Kalau ada ini aku kasih sedikit bocoran hihii😆 Nanti aku publish kalau udah ada kurang lebih 5 part dan pastinya kalau cerita ini udah tamat juga yaa😄