
Raut wajah Ziko terlihat bingung juga tegang disaat yang bersamaan ketika nama Om Daffa terlihat jelas di layar ponselnya yang menandakan bahwa Daddy dari kekasihnya itu baru saja menelpon. Berdeham pelan Ziko terlihat ragu harus mengangkat telponnya atau tidak, tapi setelah berfikir beberapa saat akhirnya Ziko sedikit menjauh dan ingin mengangkat telpon dari orang tua kekasihnya.
Baru akan menggeser tombol hijau telponnya sudah di matikan dan tak lama setelahnya sebuah pesan masuk, pesan yang membuat jantung Ziko berdetak dengan sangat cepat. Menghela nafasnya panjang Ziko membalas pesan itu lalu menunggu beberapa saat untuk mendapatkan balasan.
Pesannya sudah terbaca, tapi belum ada balasan lagi untuknya.
Kenapa tidak angkat telponnya?
Bukan balasan pesan Ziko justru mendapat telpon lagi dan kali ini tanpa berfikir Ziko langsung mengangkatnya, tapi dahinya berkerut ketika dia malah mendengar suara yang sangat dia kenal tengah menyapanya dengan riang.
'Zikoooo'
"Vina?"
'Iya ini Vina hehe aku pinjam hp nya Daddy'
"Ya ampun aku hampir jantungan karena Om Daffa tiba-tiba telpon." Kata Ziko membuat Devina tertawa kecil ketika mendengarnya
'Hehe Vina lagi di kantornya Daddy'
"Loh kok bisa disana?" Tanya Ziko bingung
'Iya tadi Vina ke kampus, tapi ternyata dosennya gak hadir dan Vina gak tau karena kan hp nya rusak terus ikut Devano ke kelas habis itu ke kantor Daddy diantar Vano'
"Kamu ke kampus lagi jam berapa?" Tanya Ziko
'Em jam dua belas'
"Mau aku jemput gak?" Tanya Ziko
'Enggak nanti Daddy yang antar kesana sekalian mau beli sesuatu dulu'
"Hm oke kalau gitu, terus sekarang kamu disana ngapain?" Tanya Ziko penasaran
'Duduk terus telponan sama Ziko pakai hp Daddy soalnya sekarang Daddy lagi keluar'
"Bosan ya?" Kata Ziko
'Iyaa! Ziko gak ada jam?'
"Ada kok ini lagi nungguin Dosen masuk kelas." Kata Ziko
'Hmm yaudah Ziko kuliah dulu aja nanti kalau hp Vina udah bener Vina telpon'
"Iya Vin"
Sesaat setelah panggilan itu dimatikan Devina mengirim pesan padanya yang ternyata ketika Ziko buka berisikan foto selfie kekasihnya. Tersenyum manis Ziko mengetikkan balasan untuk Devina sebelum akhirnya menyimpan ponselnya karena Dosen yang akan mengajar sudah datang.
Cantik banget pacar aku♡
Kembali pada Devina yang masih berada di ruang kerja Daddy nya dengan ponsel Daffa yang ada digenggamannya tersenyum senang ketika membaca pesan dari kekasihnya. Merasa bosan Devina meletakkan ponsel milik Daddy nya lalu berkeliling melihat ruang kerja milik Daddy nya yang sangat besar bahkan lebih besar dari kamarnya.
Menuju ke kaca besar Devina tersenyum ketika dia dapat melihat pemandangan di bawah sana yang mana ada banyak sekali orang berlalu lalang. Melangkahkan kakinya ke tempat yang lain Devina menunduk untuk melihat foto yang bertengger manis di meja kerja Daffa.
Foto keluarga dan foto Daffa bersama dengan Fahisa.
Saat tengah asik melihat-lihat pintu ruangan terbuka membuat Devina mendongak dan melihat wanita yang tadi menabraknya baru saja masuk ke dalam. Terlihat sekali dia sangat canggung padahal Devina sudah tidak terlalu perduli.
"Em apa Pak Daffa sedang keluar?" Tanya Siska gugup
"Daddy tadi bilang mau nemuin sekretarisnya." Kata Devina jujur
Mengangguk singkat Siska berjalan mendekat lalu meletakkan dokumen yang dia bawa di atas meja dan menatap Devina sebentar.
"Bisa saya minta tolong untuk sampaikan ke Pak Daffa agar menandatangani dokumen ini?" Tanya Siska dengan sopan
"Heem nanti Vina kasih tau Daddy." Kata Devina
"Terima kasih Nona." Kata Siska
"Nama aku Vina." Kata Devina
"Iya maaf... terima kasih Vina." Kata Siska
"Iya sama-sama." Kata Devina sambil tersenyum manis
Setelah mengatakan hal itu Siska keluar dari ruangan dan meninggalkan Devina sendirian. Sekarang Devina mulai merasa bosan karena tidak tau lagi harus melakukan apa.
Duduk di kursi kerja milik Daddy nya dia memutar-mutar kursi itu lalu membawanya ke dekat jendela dan menatap ke luar lagi.
"Em aku ngapain yaa? Telpon Mommy aja." Kata Devina dengan mata berbinar
Beranjak dari tempat duduknya Devina mengambil lagi ponsel milik Daddy nya lalu mencari nomor telpon Mommy nya disana.
Setelah ketemu Devina langsung menelpon dam menunggu hingga panggilannya terjawab.
'Halo Mas kenapa nelpon? Ada yang ketinggalan?'
Devina tersenyum ketika mendengar suara Mommy nya di telpon.
"Mommy aku di kantor Daddy." Kata Devina
'Loh Vina? Kok bisa kesana sayang?'
"Sama Vano di anterin nanti Daddy anterin lagi ke kampus kalau udah siang." Kata Devina
'Terus Daddy nya mana?'
"Lagi keluar Vina disuruh nunggu." Kata Devina
'Udah bilang kalau hp nya rusak?'
"Udah nanti Daddy ajakin Vina pergi kalau sudah selesai kuliah." Kata Devina senang
'Nanti jangan di bawa ke kamar mandi lagi'
"Siap boss! Mommy ngapain?" Tanya Devina
'Lagi bikin kue Kakak kamu itu ngidam dan minta dibuatkan sama Mommy'
"Hm yaudah Vina matiin ya nanti kalau ada.... Daddyyyy"
Perkataan Devina terputus ketika dia melihat Daddy nya yang baru saja kembali.
'Ada Daddy? Yaudah Mommy matikan telponnya ya?'
"Iya Mommy nanti sisahin Vina kuenya." Kata Devina
'Iya sayang'
Mematikan panggilan telponnya Devina meletakkan ponsel milik Daddy nya lalu berlari kecil menghampiri Daffa dan memeluknya.
"Daddy dari mana?" Tanya Devina
"Tadi nemuin Dina untuk mengatur ulang jadwal meeting terus Daddy ke bawah untuk belikan makanan." Kata Daffa sambil menunjukkan apa yang dia bawa
Wajah Devina berbinar dia merebut plastik itu dari tangan Daddy nya lalu segera duduk untuk memakannya.
"Memang didekat sini ada yang jual takoyaki Daddy?" Tanya Devina
"Ada di kantin juga ada yang jual." Kata Daffa
"Makasih, Daddy mau?" Tanya Devina
"Boleh?"
"Boleh! Sini Vina suapin." Kata Devina dengan penuh semangat
Daffa hanya tersenyum dan membuka mulutnya ketika Devina menyuapinya, dia jadi ingat kebiasaan Fahisa ketika datang ke kantor, menyuapinya makan.
"Udah sekarang Vina aja yang makan." Kata Daffa
"Iya Vina habisin." Kata Devina
Daffa hanya memperhatikan anaknya yang tengah asik makan, dia selalu merasa kalau anak-anaknya masih kecil dan tidak pernah tumbuh besar.
Apalagi Devina dan Sahara yang masih bersikap manja sekali pada dia atau Fahisa.
Bagi Daffa anak-anaknya akan selalu menjadi peri kecil serta jagoan kecil untuknya.
¤¤¤
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna kala Daddy nya mengajak dia ke mall untuk membeli ponsel yang baru. Tadi dia sudah ke kampus dan ternyata mata kuliahnya di ganti besok, jadi Daffa langsung mengajak anaknya itu pergi ke mall.
Tangan kekar Daffa menggenggam erat tangan mungil anaknya dan membawanya masuk ke dalam mall. Setelah menemukan tempat dimana Daffa biasa membeli ponsel dia mengajak anaknya untuk masuk ke dalam.
Mereka duduk dan Daffa hanya diam sambil meminta Devina untuk memilih ponsel yang dia inginkan.
"Boleh yang mana aja Daddy?" Tanya Devina memastikan
"Iya, Vina mau beli yang mana?" Tanya Daffa sambil menatap anaknya dengan akis bertaut
"Sama yang seperti kemarin aja." Kata Devina
"Tidak mau yang lain?" Tanya Daffa
"Enggak Vina suka yang itu." Kata Devina
Daffa mengangguk dan menyebutkan apa yang dia inginkan lalu setelah mendepatkannya dia mengeluarkan kartu atm miliknya untuk membayar.
"Makasih Daddy"
"Iya Vina"
Selesai membayar Daffa mengajak anaknya keluar lalu menanyakan lagi keinginan anaknya, dia jarang sekali jalan-jalan bersama Devina atau Devano makanya ketika dapat kesempatan seperti ini dia akan menuruti semua keinginan Devina.
"Memang Daddy mau belikan?" Tanya Devina membuat Daffa tertawa kecil mendengarnya
"Iya, Vina mau apa?" Tanya Daffa
"Em mau beli sepatu." Kata Devina
"Sepatu? Oke Vina boleh beli apapun yang Vina mau nanti Daddy yang bayar." Kata Daffa
"Vina cuman mau beli sepatu aja Daddy." Kata Devina
"Oke sayang, mau beli dimana?" Tanya Daffa
Devina tersenyum senang lalu mengajak Daddy nya ke salah satu toko dimana dia biasa membeli sepatu. Setelah sampai disana Daffa meminta anaknya itu untuk memilih dan selagi membiarkan Devina memilih dia juga melihat-lihat.
Mungkin dia akan menemukan sesuatu yang cocok untuk istrinya, sudah lama dia tidak memberikan hadiah pada Fahisa.
Cukup lama Daffa menunggu anaknya, tapi dia berhasil menemukan sepasang sepatu yang kelihatannya sangat cocok untuk istrinya. Saat tengah asik mengamati sepatu yang ada digenggamannya Daffa merasakan bahunya ditepuk dan ternyata Devina.
"Sudah?" Tanya Daffa
Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Sudah Vina beli tiga, boleh?" Tanya Devina
"Boleh"
"Daddy ngapain? Mau beli untuk Mommy ya?" Tanya Devina membuat Daffa tersenyum mendengarnya
"Iya, menurut kamu bagus?" Tanya Daffa pada anaknya
"Bagus kayaknya juga ukurannya pas." Kata Devina
"Yaudah Daddy bakal ambil." Kata Daffa
Selesai memilih keduanya pergi ke kasir untuk membayar dan setelahnya Devina membawa belanjaannya dengan sebelah tangan yang menggenggam tangan Daddy nya.
"Vina mau kemana lagi?" Tanya Daffa
"Mau pulang." Kata Devina
"Pulang?"
"Heem Vina mau pulang aja." Kata Devina
"Oke, tidak mau beli makan dulu?" Tanya Daffa
"Tidak Vina masih kenyang." Kata Devina
Mengangguk faham Daffa akhirnya menuruti keinginan anaknya dan pergi ke parkiran lalu masuk ke dalam mobil. Setelah memakai sabuk pengaman Daffa menghidupkam mobilnya dan melaju meninggalkan area mall.
Selama perjalanan Devina tersenyum sambil menatap kotak ponsel miliknya membuat Daffa juga ikut senang melihatnya. Jarang sekali dia menghabiskan waktu bersama anak-anaknya ketika mereka dewasa, berbeda sekali ketika anak-anaknys masih kecil Daffa selalu rutin mengajaknya jalan-jalan.
Sekitar dua puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah dan Daffa langsung mengikuti anaknya yang sudah berlari memasuki rumah.
"Loh Mas sudah pulang?" Tanya Fahisa
"Sudah sayang tadi aku sama Devina habis dari mall untuk gantiin hp Vina yang rusak." Kata Daffa
"Mommy hp Vina yang ada di beras itu manaa? Vina mau ambil kartu sama memorinya." Kata Devina dari dapur
"Ada di lemari sayang." Kata Fahisa
Sesaat setelah itu Devina kembali dan berlari kecil menghampiri orang tuanya lalu meminta Daffa untuk membantunya.
"Daddy bukain kartu sama memorinya." Kata Devina
Mengambil ponsel Devina yang lama Daffa mengeluarkan kartu serta memori yang ada di dalamnya membuat Devina tersenyum senang. Baru ingin kembali ke kamarnya Devina lebih dulu memeluk serta mencium kedua pipi orang tuanya.
"Vina mau ke kamar dulu"
Daffa dan Fahisa hanya bisa tersenyum melihatnya.
¤¤¤
"Vanoo"
Devano yang baru saja pulang terkejut bukan main ketika melihat Devina yang ada di kamarnya lalu berlari kecil dan memeluknya tanpa permisi hingga membuat Devano hampir terjungkal ke belakang. Menggelengkan kepalanya pelan Devano tidak protes dan hanya diam sambil membalas pelukan kembarannya.
Cukup lama memeluk kembarannya Devina menjauhkan tubuhnya lalu mencium pipi Devano dan mengajaknya untuk duduk, dia ingin memberi tau kalau Devina sudah ada ponsel lagi. Sebenarnya tanpa bilang Devano juga sudah tau karena tidak mungkin Daddy nya itu tidak langsung mengajak Devina mencari ponsel yang baru.
"Daddy beliin sama kayak yang kemarin." Kata Devina
"Iya bagus"
"Vano baru pulang ya? Tadi Dosennya gak datang lagi, jadi Vina sama Daddy pergi ke mall." Kata Devina senang
"Hm baru pulang, tadi aku beliin boba untuk kamu." Kata Devano
"Mana?" Tanya Devina dengan mata berbinar
"Aku taruh kulkas." Kata Devano
Tersenyum senang Devina kembali memeluk kembarannya lalu mencium pipinya berkali-kali.
"Makasihg Vanooo"
Setelah mengatakan hal itu Devina berlari keluar kamar bahkan meninggalkan ponselnya di atas ranjang Devano.
Bagaimana lagi Devina memang selalu begitu.
¤¤¤
Hai aku updatenya tengah malam ini😆
Untuk kalian semua selamat tahun baru ya💞 Semoga ditahun 2021 akan dipenuhi dengan kebaikan dan semoga semua yang diharapkan bisa tercapai💞
Aku secara pribadi mau bilang makasih banget untuk kalian semua yang selalu dukung karya-karya aku dan kasih saran serta ngingetin kalau ada typo, makasih banyak😢
Aku udah nulis dari SMA bolak-balik nyoba di berbagai platform untuk nulis dan jujur kurang dapat respon :"
Terus ketemu noveltoon dan coba nulis disini gak nyangka bakal dapat pembaca yang banyak dan dukungan sebanyak ini💞
Makasih dan dukung aku selalu yaa❤
I love you semuanyaa semoga kita bahagia selalu ya💜