My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (8)



Berniat menghibur kekasihnya Ziko mengajak Devina untuk pergi makan seperti yang biasa mereka lakukan ketika di SMA dulu dan sekarang Devina sudah terlihat lebih baik dengan senyuman manis uang menghiasi wajahnya. Tadi wajah Devina terlihat ketakutan membuat Ziko jadi cemas sendiri melihatnya, dia jadi ingin menemui orang yang sudah membuat kekasihnya sampai takut.


Sebenarnya Ziko ingin memberi tau semuanya pada Devano, tapi kekasihnya itu melarang dan mengatakan kalau dia akan bilang pada Devano kalau wanita itu masih menghampirinya lagi. Sungguh Devina baru masuk kuliah dia tidak mau menimbulkan masalah apalagi mencari musuh.


"Mau makan apa?" Tanya Ziko begitu mereka duduk


"Emm mau burger sama french fries minumnya jus alpukat." Kata Devina dengan semangat


Ziko memesan hal yang sama dengan Devina dan setelah pesanan mereka dicatat kini mereka hanya tinggal menunggu hingga pesanan mereka datang.


"Kenapa Vin?" Tanya Ziko dengan alis bertaut


Devina terus menatapnya yang membuat Ziko jadi salah tingkah juga bingung.


"Emm gak papa Ziko ganteng." Kata Devina


"Apaan sih Vin." Kata Ziko malu


Dia tidak akan semalu ini kalau dipuji, tapi kalau Devina yang memujinya bahkan meski hanya dengan kalimat singkat dia tetap malu dan salah tingkah.


"Aku takut ada yang ngambil Ziko." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya


"Gak mungkin"


"Kenapa Ziko bilang gak mungkin?" Tanya Devina sambil menatapnya


"Aku udah cinta mati sama kamu Vina." Kata Ziko


"Bohong kan? Nanti kalau ada cewek lain yang lebih cantik Ziko bakal ninggalin aku gak?" Tanya Devina


"Enggak akan Devina, percaya sama aku." Kata Ziko dengan senyuman serta tatapan mata penuh keyakinan


"Cuman Ziko sama Vano yang tahan sama sikap manja aku kalau Ziko ninggalin aku nanti aku cuman punya Vano." Kata Devina


"Vina, aku gak akan pernah ninggalin kamu hmm? Kamu harus tau kalau aku itu udah cinta banget sama kamu dan kalau aku bener-bener ninggalin kamu aku bisa dicoret dari kartu keluarga sama Mama." Kata Ziko


Devina tertawa kecil mendengarnya.


"Kok gitu?" Tanya Devina


"Mama udah suka banget sama kamu malah dia minta aku cepet-cepet nikah." Kata Ziko membuat Devina jadi salah tingkah mendengarnya


"Ihh kamu ngomongnya gitu." Kata Devina


"Aku cuman bilang apa yang pernah Mama bilang." Kekeh Ziko


Devina mengerucutkan bibirnya sebal lalu meraih tangan Ziko yang ada di meja dan menggenggamnya. Dia selalu suka ketika tangannya digenggam oleh Ziko apalagi setiap kali kekasihnya itu mengusap tangannya dengan lembut.


"Kenapa hmm? Ada yang ganggu fikiran kamu?" Tanya Ziko


"Gak ada cuman mau genggam tangan Ziko kayak gini, gak boleh?" Kata Devina


"Bukan gak boleh Vin, tapi kamu gak biasanya kayak gini dan aku yakin pasti ada sesuatu kan?" Kata Ziko memastikan


"Ada yang bilang kalau dia mau rebut Ziko dari aku." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Siapa yang bilang?" Tanya Ziko


"Ada pokoknya, dia bilang mau rebut Ziko dari aku." Kata Devina


"Terus kamu takut?" Tanya Ziko yang dijawan dengan anggukan oleh kekasihnya


Ziko tertawa dan mencubit pipi Devina dengan gemas, kenapa Devina harus takut?


"Kamu fikir dia bisa? Aku udah cinta mati sama kamu Vin gak mungkin ada yang bisa ngerebut posisi kamu di hati aku." Kata Ziko


Devina diam dan menatapnya dengan raut wajah polos membuat Ziko benar-benar ingin menciumnya sekarang juga.


"Ini udah penuh sama kamu." Kata Ziko sambil menunjuk dadanya


Senyum Devina mengembang dan bersamaan dengan itu pesanan mereka datang membuat Devina langsung melepaskan tangannya.


"Sekarang makan dulu habis ini aku bakal nurutin semua keinginan kamu." Kata Ziko


"Aku gak mau apa-apa cuman mau Ziko tetep sama aku aja." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Kalau itu gak usah diminta, sini foto dulu." Kata Ziko sambil mengeluarkan ponselnya


Devina langsung mengangkat burgernya agar menutupi wajahnya ketika Ziko menaikkan ponselnya untuk mengambil foto.



"Mukanya gak kelihatan." Kata Ziko


"Gak papa"


Tersenyum manis Ziko mengambil foto Devina lalu menjadikannya status di whats app juga story instagramnya yang memang selalu tentang Devina.


"Ziko bucin." Kekeh Devina ketika melihat ponsel Ziko


"Baru tau Vina sayang?"


Ziko memang bucin sekali sama Devina rasanya semua hidupnya hanya tentang Devina dan Devina.


Devina hanya Devina.


¤¤¤


Pergi ke taman bersama kekasihnya Devina tersenyum senang meskipun mereka tidak melakukan banyak hal disana hanya duduk di atas rumput sambil menatap lurus ke depan. Hubungan mereka sudah mau memasuki satu tahun dan Ziko bersyukur karena dia juga Devina tidak pernah terlibat pertengkaran hebat.


Setiap kali ada masalah Ziko selalu berusaha untuk menyelesaikannya karena dia tidak bisa berlama-lama jauh dari Devina. Teman-temannya memang selalu mengejek Ziko dengan ejekan budak cinta, tapi dia tidak peduli bukan masalah karena Ziko benar-benar cinta mati dengan Devina.


"Ziko aku kangen sama Mona dan yang lainnya, mereka jarang chat aku sibuk dengan teman-temannya mungkin." Kata Devina dengan raut wajah muram


"Kamu juga coba hubungin mereka Devina." Kata Ziko


"Udah, mereka balasnya lama jadi aku gak pernah chat lagi." Kata Devina sedih


"Mungkin mereka lagi ada tugas." Kata Ziko


"Hmm mungkin"


Menghela nafasnya pelan Devina menyandarkan kepalanya di bahu Ziko membuat kekasihnya itu tersenyum.


"Gio apa kabar Ziko?" Tanya Devina


"Gio? Dia baik Vin kita masih sering nongkrong bareng." Kata Ziko


"Tuh kamu aja masih sering ketemu Gio." Kata Devina


"Gio mah gak pernah sibuk Vin tau sendiri dia tugas ngerjaiinnya kalau besok mau dikumpul." Kata Ziko membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


Benar, mungkin teman-temannya masih pada sibuk.


Saat ponselnya berdering Devina menjauhkan kepalanya dan mengangkat telpon dari kembarannya.


"Halo Vano"


'Udah pulang kuliahnya?'


"Hmm udah ini masih di taman sama Ziko." Kata Devina


'Masih lama?'


"Enggak kok bentar lagi pulang, kenapa?" Tanya Devina


'Gak papa dari tadi aku kefikiran kamu terus Vin'


"Hmm bentar lagi pulang kok Van." Kata Devina


'Yaudah'


"Aku tutup ya telponnya?" Kata Devina


Setelah mendengar gumaman Devano secara sepihak Devina mematikan panggilan telponnya dan menatap Ziko yang juga sedang melihatnya.


"Kenapa?" Tanya Ziko


"Cuman nanya aku dimana." Kata Devina


"Mau pulang?" Tanya Ziko


Devina mengangguk sebagai jawaban.


"Mau, tapi beli ice crem dulu ya?" Pinta Devina


Tersenyum manis Ziko mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Devina.


"Iya"


Sebelum pulang mereka pergi untuk membeli ice cream dan memakannya di mobil. Terlihat sekali Devina sangat senang karena kekasihnya itu memang suka sekali makan ice cream.


Saat melihat Ziko dia mengeluarkan ponselnya lalu meminta kekasihnya untuk tersenyum dan mengambil foto Ziko dengan ponselnya.


"Hehe Ziko ganteng"


Devina menunjukkan hasil fotonya membuat Ziko ikut tersenyum dan mencubit pipinya.



Devina selalu suka dengan senyum manis kekasihnya.


¤¤¤


Peluk Zikooo😚


Besok Vano-Dara yaaa😋