
Hani langsung menuju kearah kasir tanpa memperdulikan Leon yang juga masih mengikutinya. Setelah selesai membayar Hani pun segera bergegas keluar.
"Hei... Tunggu!!! ".Leon mencekal pergelangan tangan Hani saat Hani akan membuka pintu mobil.
Hani melirik pergelangan tangannya yang di cekal oleh Leon. Lalu Hani juga kini menatap wajah Leon dengan tatapan santainya. Tapi Leon yang sangat mengenali mobil Naures yang biasa di pakai oleh Yuni saat bepergian. Langsung menyipitkan matanya bingung.
Apalagi saat sang sopir pribadi Naures ikut keluar dari dalam mobil. Membuat Leon semakin bingung dan terkejut.
"Kenapa???. Biasa aja kali mukanya!. Ini memang mobilnya Yuni".Seru Hani dengan santainya.
Leon mengerutkan keningnya masih dalam raut wajah bingungnya. " Emang Loe siapanya Yuni??? ".Tanya Leon belum mengenali Hani.
Ingin rasanya Hani tertawa lepas saat ini. Saat melihat ekspresi bingung seorang Leon. Leon bagaikan seorang pria yang tak banyak ulah saat berekspresi seperti itu. Ia lebih nampak bagaikan pria kalem dan terlihat lugu.
Tapi Hani juga tak bisa menahan kekehannya sendiri. Karena Leon benar benar tidak mengenali nya lagi.
"Apa wajahku benar benar terlihat asing bagi Loe??? ".Tanya Hani sambil terus terkekeh.
Leon pun kini malah melirik kearah sopir pribadi Naures. Membuat pria paruh baya itu paham akan kode dari Leon.
"Ini Nona Hani tuan Leon. Temennya Nyonya Yuni waktu SMA".Jelas sang sopir mengingatkan Leon.
Tapi yang di ingatkan malah langsung melotot tak percaya. Lalu ia kembali memperhatikan penampilan Hani dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Loe beneran Hani??. Gadis tomboy, yang dulu kurus, tepos kayak triplek itu ya??? ".Tanya Leon sambil sedikit meledek Hani.
Membuat Hani langsung melengos saja , karena lagi lagi Leon kembali mengingat kata kata ejekan nya yang dulu sering ia lontarakan ke Hani.
" Kenapa sekarang loe jadi berubah banget gini???".Tanya Leon lagi sambil memasang senyum mesumnya. Lalu Leon pun mendekatkan wajahnya lebih dekat pada Hani. "Minum obat montok loe ya??? ".Bisik Leon sambil terkekeh.
Dug...
" Makanya jadi cowok itu jangan terlalu mesum dan cabul, Malu tuh sama seragam yang loe pake".Maki Hani dengan nada kesalnya.
"Bilang aja yang jujur kalau sekarang gue itu makin cantik dan seksi kan? ".Bisik Hani dengan jahilnya. Membuat Leon bungkam. Karena apa yang dibilang oleh Hani itu adalah benar adanya. Hanya saja Leon masih enggan untuk mengakuinya.
" Ck.... Ke pedean banget sih loe. Siapa yang bilang loe kayak gitu?. Hm? ".Elak Leon pura pura acuh.
" Mantan gue banyak yang body nya lebih bagus dari loe sekarang. Gue mah udah biasa lihat body cewek modelan kayak loe. Kagak ngaruh ke gue".Cibir Leon sambil terkekeh pelan.
Bukannya kesal Hani malah sengaja mendekatkan tubuhnya kearah Leon. Membuat pria itu sedikit beringsut mundur kebelakang. Karena dengan posisi Hani begitu Leon bisa melihat belahan dada Hani yang terlihat sedikit menyembul keluar karena baju dress yang dikenakan Hani memang model sedikit terbuka di bagian depan nya.
Leon meneguk salivanya sendiri dengan sangat susah. Karena sudah lama ia tidak melihat pemandangan indah seperti itu. Apalagi bukit sintal Hani terlihat padat dan berisi.
"Dasar buaya mesum".Cibir Hani sambil mengangkat sudut bibirnya, dengan tersenyum mengejek. " Baru gitu aja udah tegang, apalagi kalo lihat yang lain".Ledek Hani sambil menggeleng kan kepala nya.
Sedangkan Leon dibuat panas dingin akan aksi nekad Hani barusan. Pak sopir pun ikut menahan tawanya melihat reaksi Leon.
"Ayo pak, kita jalan lagi!!! ".Ucap Hani pada sang sopir.
" Baik Nona".Pak sopir pun menganggukkan kepalanya. Lalu ia ikut pamit pada Leon. Tapi Leon tak merespon apapun lagi. Otaknya sudah dibuat dangkal dan mungkin sekarang ia lagi berpikiran jorok tentang tubuh Hani.
Sedangkan Hani yang kini sudah berada di dalam mobil. Malah tertawa lepas karena ia berhasil membuat seorang Leon tak berkutik. Meskipun ia harus beraksi konyol seperti tadi.
"Non Hani, Apa tidak sebaiknya Tuan Leon nya di sadarkan dulu gitu??? ".Ucap Pak Sopir sambil melirik dari arah spion kaca mobil.
" Biarin aja pak, Dia bisa sadar sendiri kok!!!. Lagian siapa suruh mesum begitu".Sahut Hani santai sambil menahan tawanya.
Leon baru sadar dari lamunan gilanya. Setelah mendengar klakson mobil yang di tumpangi oleh Hani. "Haiss... Sial... " Upat Leon sambil menjambak rambutnya prustasi.
Tapi setelah itu Leon nampak mengulum senyumnya. "Tapi, dia lumayan juga sekarang".Puji Leon sambil tersenyum licik. " Kita lihat aja nanti siapa yang duluan bertekuk lutut".Leon menyeringai sambil menatap kearah mobil yang membawa Hani hingga hilang di tengah keramaian kendaraan lainnya.