Married Accident

Married Accident
Satu Bulan Kemudian



Waktu begitu cepat berlalu tak terasa sudah satu bulan ini Jery dan Manda kembali terlihat harmonis. Meskipun ia tahu jika istrinya berusaha memperbaiki hubungan nya bersama suami dan putrinya. Sebelum ia benar benar akan pergi untuk selamanya.


Manda pun mengurus suami dan putrinya dengan baik. Ia sama sekali tak mengeluh sedikit pun. Hal itu membuat Jery semakin khawatir. Hampir setiap malam Jery tidak bisa tidur dengan nyenyak. Karena ia begitu takut akan kehilangan Manda. Hati dan jiwanya menjadi tak tenang. Setiap kali ia melihat senyum yang terukir tulus di bibir sang istri.


Hari ini jadwal kontrol Manda ke dokter. Oleh sebab itu Jery tak masuk ke kantor. Meskipun hampir setiap hari ia bekerja dari rumah. Karena ia tidak ingin jauh dari istrinya. Selama Manda pulang kerumah dan ia mengetahui penyakit yang di derita sang istri. Membuat Jery tak ingin beranjak dari sisi istrinya. Apalagi ketika dokter sudah memvonis Manda. Membuat Jery selalu dihantui rasa bersalah dan khawatir yang berlebihan.


Tapi Jery selalu bersikap tenang saat di depan istri dan putrinya. Namun, akan memperlihatkan kerapuhan nya ketika di hadapan kedua orang tua nya. Rayen dan Lea juga lebih sering berkunjung. Begitu pun dengan adik adiknya.


Hari ini sebenarnya adalah hari keberangkatan adiknya Al untuk pergi bertugas ke Negara lain. Tapi, Jery tidak bisa ikut mengantarkan keberangkatan adiknya. Karena istrinya juga sedang membutuhkan dirinya.


"Biar aku bantu mas".Manda berdiri di samping suaminya. Ketika Jery masih mengancingkan kemeja nya di depan cermin besar yang ada di dalam ruangan walk in closet.


Manda maju dan kini berada di hadapan suaminya. Yang ia lihat sangat kurang istirahat. Wajah lelah suaminya dapat Manda lihat dengan jelas.


" Aku mencintaimu mas".Tutur Manda dengan senyum manis yang terbit di bibir merah delima nya.


Jery menatap wajah istrinya dengan tatapan sendunya. "Aku juga lebih mencintai mu Amanda".Balas Jery yang langsung memeluk tubuh istrinya erat. Rasanya ia enggan untuk melepaskan nya begitu saja.


Terlalu banyak kecemasan dan kekhawatiran yang Jery rasakan saat ini. Ia mungkin akan gila ketika waktu itu tiba. Jujur Jery belum siap untuk hari itu. Sampai kapan pun ia tidak siap. Namun, apa yang bisa ia lakukan saat ini sama sekali tak membuat penyakit terkutuk itu sirna dari tubuh istrinya.


Manda menepuk pelan punggung suaminya.Jery tahu saat ini istrinya sedang menitikkan air matanya. Manda menangis dalam diam. Apalagi saat Jery merasakan tubuh istrinya bergetar dalam dekapan nya. Dan juga kemejanya terasa dingin karena air mata istrinya.


"Aku mohon sayang, bertahan lah!!. Kau pasti bisa melawan nya!! ".Lirih Jery yang juga selalu memberikan dorongan kekuatan untuk sang istri.


Manda melonggarkan pelukan nya. Dapat Jery lihat dengan jelas bekas lelehan bening di mata istrinya. Namun, senyum Manda tak pernah pudar sedikit pun. Tatapan teduh itu selalu membuat Jery tak bisa tahan. Karena begitu mendamaikan hatinya.


Manda menangkup kedua pipi suaminya. Lalu mengecup bibir suaminya dengan lembut. Jery pun tak menolak dan juga tak membalas. Karena ia tak ingin hasratnya naik. Dan malah membuat istrinya lelah.


" Sayang aku sangat merindukanmu. Merindukan semua yang ada dalam dirimu. Termasuk dengan sentuhan lembutmu itu. Tapi aku ti...


"Lakukanlah mas, aku ingin...!!! ".Potong Manda cepat bahkan kini tatapan Manda sudah berubah menjadi tatapan penuh hasrat.


" Anggap saja ini hadiah ku sebelum aku pergi mas!!! ".Ucap Manda pelan.


Jery langsung melayangkan tatapan tajamnya. Membuat Manda malah terkekeh. " Apa kau begitu ingin sekali pergi dariku??? ".Tanya Jery sedikit emosi. Karena ia sendiri juga sama sekali tak mau hal itu sampai terjadi.


" Semuanya akan baik baik saja sayang, Jadi jangan berpikiran yang tidak tidak!! ".Sambung Jery lagi penuh penekanan.


Dan karena sedikit emosi saat mendengar penuturan istrinya. Pagi menjelang siang ini Jery melakukan tugasnya sebagai seorang suami. Dan menuruti permintaan istrinya untuk memulai berolahraga panas. Meskipun Jery sebenarnya tidak benar benar menikmatinya. Karena Jery sibuk dengan pikiran pikiran rasa khawatir dan cemasnya.


Jery takut istrinya malah sampai kelelahan dan juga memperburuk kondisinya. Tapi tidak dengan Manda. Wanita satu anak itu sangat menikmatinya. Karena jujur sudah lama mereka tidak melakukannya. Hingga setelah Jery melakukan pelepasan nya. Tiba tiba Jery melihat darah keluar dari hidung istrinya.


"Sayang, maafkan aku!!. Kita kerumah sakit sekarang!! ".Panik Jery yang langsung loncat dari atas tubuh istrinya.


Manda pun bangkit sembari menyumbat hidungnya dengan satu tangannya. Jery mengambil tisu diatas nakas. Kemudian mengelap darah yang terus mengalir dari hidung istrinya.


" Aku tidak papa mas. Hanya mimisan saja".Elak Manda yang tidak mau membuat suaminya semakin khawatir. Jika memang akhir akhir ini ia terlalu sering mimisan.


Tanpa ingin meminta persetujuan istrinya. Jery berinisiatif memakaikan baju pada tubuh istrinya. Setelah keduanya sudah rapi kembali. Jery pun langsung menggendong tubuh kurus Manda untuk turun ke lantai dasar.


Ia tidak mau terjadi hal buruk pada Manda. Jadi, Jery terlihat tergopoh gopoh. Sambil sedikit berlari menuju mobilnya. Yang memang sudah di siapkan oleh sopir sejak tadi karena teriakan Jery. Manda hanya pasrah karena tubuhnya benar benar lemah dan matanya tiba tiba buram dan Manda tak sadarkan diri dalam gendongan suaminya.