Married Accident

Married Accident
Ban Motor Kempes



Jika Naures dan Yuni sedang sibuk dengan urusan perut. Dan menjelajahi kota Yogyakarta untuk berburu kuliner malamnya.


Di kota yang berbeda saat ini juga febby sedang menunggu pesanan nya selesai. Febby di suruh oleh ibunya untuk membeli lauk untuk makan malam mereka. Karena tadi ibunya tidak sempat memasak. Sebab baru saja pulang dari tempat bu RT yang akan mengadakan pengajian.


Febby membeli lauk di warung langganan ibunya. Yang terletak di jalan Pemuda. Hingga selang beberapa menit Ayam bakar dan sayur asem pesenan Febby akhirnya selesai juga dibungkus.


"Terimakasih bu".Ucap Febby setelah ia menerima kantong kresek dan membayar total pesanan nya.


" Sama sama neng ".Sahut ibu pemilik warung ramah. Karena memang beliau sudah kenal akrab dengan febby dan keluarga nya.


Febby langsung menghidupkan mesin motor matic nya. Setelah ia selesai membayar. Lalu Febby berniat pulang kerumahnya.


Jarak rumahnya dengan tempat febby membeli Ayam bakar sekitar lima menitan. Tapi karena suasana habis hujan jadi jalanan juga sedikit licin.


Yang seharusnya dalam waktu lima menit sudah sampai rumah. Tapi, karena febby ingin membeli perlengkapan mandinya yang sudah habis. Febby memutuskan untuk berbalik arah menuju ke indomaret terdekat.


"Yah... Kok pake acara hujan segala sih???? ".Gerutu febby saat ia keluar dari indomaret itu.


Sambil menunggu hujan reda karena ia tidak membawa mantel. Febby duduk di kursi santai yang ada di depan indomaret tersebut. Lalu tak berselang lama seorang pria pun berdiri di dekat kursi tempat febby duduk.


" Permisi, gue pinjem kursinya ya satu!!! ".Izin pria itu sopan.


" Ya, silahkan, ambil aja!!!. Gue juga numpang kok disini, kan yang punya indomaret nya".Jawab Febby malah melawak.


Pria itu hanya tersenyum tipis, lalu menarik satu kursi yang ada di samping feby. Dan ia pun ikut duduk sambil menikmati minuman kaleng nya.


"Yaa Allah nih cowok ganteng banget lagi, kayaknya cuek juga. Eh, suami Yuni juga dingin kayak es balok malah. Tapi kan juga bisa romantis".Batin Febby sambil sesekali melirik kearah pria itu.


Saat febby sedang asyik curi curi pandang. Tiba tiba ponsel pria itu berdering. Membuat nya langsung merogoh ponselnya yang ada di saku jaket kulitnya.


"Apaan???. Iya nih gue lagi kejebak hujan. Bentar lagi gue sampe ".Serunya ketika telpon itu tersambung.


Febby hanya pura pura sibuk dengan ponselnya saja. Padahal ia mendengar dengan jelas jika pria itu sedang biacara dengan teman nya.


Tak ingin mendapatkan siraman rohani dari ibunya. Yuni memutuskan untuk melanjutkan perjalanan nya. Karena hujan juga tidak begitu deras lagi. Sedangkan pria itu masih saja asyik mengobrol lewat Saambnugan telpon nya.


"Aduh, pake acara pecah ban lagi. Mana ada tambal bam disini. Masa iya gue harus dorong sampe ke depan gang rumah gue sih. Kan jauh banget".Lagi lagi Febby kena apes malam ini.


Sudah kehujanan dan hampir basah kuyup. Sekarang motornya malah pecah ban juga. Ibu nya juga daritadi terus menelpon membuat febby pusing dibuatnya.


Saat febby akan menelpon Ayahnya. Tiba tiba dari arah belakang ada satu motor besar. Berhenti tepat di depan febby berdiri. Karena orang itu menggunakan helm hitam. Dan suasana agak gelap membuat febby sedikit takut.


"Motor nya kenapa???. Mogok??? ".Febby jadi lega karena orang itu adalah pria yang tadi ada di indomaret dan duduk di samping nya. Untung saja pria itu membuka kaca helm nya.


" Eh, ini ban nya kempes. Tapi tukang tambal ban nya masih jauh dari sini".Jawab febby jujur.


Pria itu langsung turun dari motornya. Dan menghampiri febby. "Neduh dulu aja disana!!! ".Ucapnya menyarankan karena melihat pakaian febby yang sudah basah kuyub.


Febby pun menurut, mereka akhirnya berteduh di dekat halte yang sudah lama tidak digunakan lagi. Tapi masih bisa untuk berteduh karena hujan kembali deras.


" Memangnya rumah loe dimana??? ".Tanya pria itu pada febby.


" Nggak begitu jauh kok dari sini. Tinggal belok kiri nanti disana ada persimpangan. Nah gang rumah gue ada di depan nya. Disana baru ada tukang tambal ban nya".Jawab febby mereka menjelaskan.


"Masih lumayan juga sih kalau mesti dorong motor sampe ke sana".Sambung si pria. Febby hanya mengangguk kan kepalanya saja. Karena jaraknya memang masih sangat lumayan.


Tin.... tin... tin...


Suara klakson mobil tiba tiba berhenti di depan Febby dan juga pria itu berteduh.


" Yaelah, pantesan lama banget loe. Orang lagi asyik berduaan sama cewek cantik".Ledek Pemilik mobil setelah ia menurunkan kaca mobilnya. Pria itu juga tak kalah tampan nya dengan pria yang berdiri di samping febby.


"Jangan sok tahu loe".Ketus pria yang disamping febby. Membuat pria yang didalam mobil hanya terkekeh saja.


" Buruan , anak anak udah nungguin loe daritadi. Tapi anterin dulu tuh anak gadis orang pulang kerumah dengan selamat. Atau loe mau di hajar sama bokapnya".Ledek Pria yang ada di dalam mobil sambil terkekeh.


"Resek loe".


TBC