
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. Mayra juga baru saja terlelap di samping Jery. Pria itu menatap lekat wajah putrinya yang terlihat damai dalam tidurnya.
Jery mendarat kan kecupan singkat di kening dan pucuk kepala Mayra."Saat ini hanya kamu sayang, kekuatan Papa".Guman Jery sebelum ia bangun dan membenarkan selimut Mayra.
Setelah keluar dari kamar putrinya. Jery menyuruh pengasuhnya untuk mengawasi sang putri. Jery pun masuk kedalam ruangan kerjanya. Tapi baru beberapa langkah. Ia pun belum sempat untuk membuka pintu ruangan kerjanya telpon nya sudah kembali berdering.
"Gue udah ada di depan rumah loe Jer. Buruan keluar!!!. Atau gue aja yang langsung masuk".
Jery mengupat kesal karena sahabat nya satu itu tidak pernah berubah sedikit pun. Dari dulu selalu saja menjengkelkan. Mereka berteman waktu mereka duduk di bangku SMP. Hanya pria itu lah yang terlihat akrab dengannya. Karena karakter Jery adalah cenderung pendiam dan introvert.
Namun, ketika SMA mereka harus berpisah. Lantaran Brian dan keluarga nya kembali pulang ke Swiss. Karena Brian hanya tinggal bersama Grandpanya saja. Kedua orang tuanya sudah meninggal sejak Brian masih kecil.
Dengan langkah lebarnya Jery kembali masuk kedalam kamarnya. Untuk mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Lalu ia pun menitipkan Mayra pada art dan juga pengasuh nya.
Ketika Jery keluar dari pintu utama. Ternyata sahabat nya itu sudah berdiri dengan bersender pada mobilnya.
"Tahu darimana loe rumah gue??? ".Jery menatap kesal pada pria bule yang ada di hadapannya saat ini.
" Come on men. Apa yang tidak bisa gue temukan di dunia ini".Jawabnya dengan sombongnya. "Loe gak mau peluk gue dulu gitu?".Sindirnya sambil merentangkan kedua tangannya.
Jery pun mengulum senyumnya. Sudah lama sekali mereka tidak berjumpa seperti ini. Bahkan Brian swmakin terlihat seperti seorang bule asli. Padahal ibunya adalah orang Jawa asli.
Keduanya berpelukan . Jery sedikit terhibur akan kedatangan sahabat nya itu. Di saat ia punya masalah yang belum bisa ia selesai kan. Tapi Brian datang dengan segala kekonyolan nya itu.
"Let's go!!! ".Brian pun memberi kode dengan gerakan kepalanya. Lalu ia pun membuka pintu mobilnya. Di ikuti oleh Jery yang ikut melangkah menuju pintu mobil samping sopir.
Brian tersenyum tipis kala melihat wajah tak bersemangat sahabat nya itu. Ia yakin saat ini Jery pasti tengah menghadapi masalah serius.
" Loe boleh cerita ke gue men!!!. Ya meskipun gue gak bisa bantuin loe. Setidaknya beban loe sedikit berkurang".
Jery pun langsung menoleh kearah Brian. Yang saat ini terlihat fokus menyetir mobilnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Malam ini mending kita happy happy dulu men!. Lupakan semua beban masalah rumah tangga sejenak".Seru Brian ketika mereka sudah berada di dalam ruangan vvip di sebuah club malam.
Jery pun tadi sempat cerita perihal rumah tangga nya. Tapi Jery tidak menceritakan tentang apa yang dilihat nya di Singapura. Itulah sebabnya Brian saat ini berusaha menghibur sahabat nya.
" Relax men!!. Hanya pemanis saja".Jawabnya dengan santai.
Dan setelah pelayan bar membawakan mereka minuman yang jelas itu minuman alkoholnya berkadar tinggi. Karena Brian terbiasa meminum alkohol selama ia tinggal di luar Negeri. Jadi tak sulit bagi Brian menentukan dan memilih nya.
Tanpa diminta oleh Brian. Jery malah langsung meminum wesky langsung dari botolnya.
"Wow... Loe udah mulai gila juga men".Brian bertepuk tangan melihat sahabatnya itu.
Brian tahu saat ini Jery sedang tidak baik baik saja. Karena tak biasanya Jery bersikap seperti itu. Apalagi mau meminum alkohol seperti ini.
Brian yang mulai di suguhkan oleh kedatangan seorang wanita.Berpakaian setengah telanjang nampak mengeluarkan aksi gilanya.
Ya wanita itu adalah penari striptis club malam ini. Tapi wanita itu tidak menyentuh Jery sedikitpun. Ia hanya berkeliaran pada tubuh Brian saja. Jery yang mulai mabuk karena pengaruh minuman mulai meracau. Membuat Brian hanya bisa menggeleng kan kepalanya.
"Apa mereka bisa di pakai juga??? ".Tanya Jery yang mulai ngelantur.
Brian tersentak kaget mendengar pertanyaan Jery. Tapi Jery malah kembali berucap. Sebelum Brian menjawab pertanyaan konyolnya itu.
" Hadirkan satu lagi wanita untuk menemaniku!!! ".Ucap Jery
" What???. Kau sudah mabuk Men. Lebih baik kita pulang saja!!! ".Brian pun menyuruh wanita itu untuk pergi dari ruangan mereka.
Brian menghampiri Jery yang mulai meracau. Berniat untuk membawa pulang Jery. Karena kondisi sahabat nya yang buruk saat mabuk. Tapi Jery langsung menolak.
" Bukankah tadi loe ngajak gue senang senang Hah???. kenapa sekarang harus pulang? ".Racau Jery yang masih mempunyai kekuatan untuk menghempaskan tangan Brian.
" Shiittt.... "Upat Brian kala ponsel miliknya berdering. Membuat Brian kalang kabur saat melihat nama istrinya tertera di layar ponselnya.
" Loe disini aja men. Gue angkat telpon ibu negara dulu".Ucap Brian yang langsung beranjak dari temannya duduk. Jery pun masih bisa mengacungkan jempolnya paham.
Brian meninggal kan Jery yang sudah setengah mabuk. Karena ia kalang kabut saat mencari tempat nyaman untuk menjawab telpon istrinya. Namun, Brian juga sudah menyuruh pelayan bar untuk tidak memasukkan wanita di ruangan mereka tadi.
TBC