Married Accident

Married Accident
Kau Berubah



Malam harinya sesuai janji Jery pada putrinya. Saat ini mereka sedang menjelajah kuliner yang ada di puncak. Dari mencoba jagung bakar, dan masih banyak jajanan lainnya. Tapi hanya Jery yang fokus pada Mayra. Sedangkan Manda sejak tadi selalu bermain ponsel. Seolah tak perduli sedikit pun dengan putrinya.


Namun, Jery tetap saja bersikap santai dan sama sekali menegur sang istri. Karena Jery selalu berpikiran positif. Ia tidak mau selalu di hantui kecurigaan. Seperti yang dituduhkan orang-orang pada istrinya.


Jery lebih tahu bagaimana sifat Manda. Karena Manda adalah sosok wanita yang berakhlak baik. Dan selalu menjunjung tinggi nilai nilai keagamaannya. Jadi, bagi Jery tidak mungkin seorang Manda berpaling darinya.


Mayra pun hanya sesekali memperhatikan Mamanya. Ia seolah tak ingin membuat suasana liburannya bersama kedua orang tuanya menjadi berantakan. Mayra sengaja tidak ingin mengatakan hal apapun yang membuat mood Mamanya buruk kembali.


Gadis kecil itu memang sepertinya di tuntut untuk lebih mandiri oleh sang Mama. Itu semua terlihat dari cara Manda mendidik sang putri.


"Kita kembali ke villa saja ya !!! ".Ajak Jery pada sang istri. Ketika ia sudah menggandeng tangan Mayra.


Manda pun hanya menganggukkan kepalanya. Seraya melangkahkan kakinya, menyeimbangkan langkahnya dengan langkah putrinya. Membuat Mayra mengukir senyumnya. Mamanya memang jarang sekali bersikap manis padanya. Tapi Manda juga bukanlah sosok ibu yang jahat.


Hanya dengan sikap seperti ini saja. Sudah membuat Mayra senang. Bahkan senyumnya tak pudar karena sang Mama ikut menggandeng tangan nya.


"Apa Mama tidak lapar???. Sejak tadi Mama belum makan apapun".Seru Mayra yang ternyata memperhatikan Mamanya.


Jery hanya menatap datar akan perubahan sikap istrinya. Ia sudah sejak tadi memperhatikan Manda. Tapi Jery tidak menegurnya, tapi Jery hanya mengambilkan saja setiap kuliner yang mereka cicipi bersama putrinya. Jery pun tidak protes ketika ia meletakkan jagung bakar yang tadi ia pesan. Sama sekali tidak di sentuh oleh Manda.


"Nanti setelah sampai di villa Mama akan makan sayang".Jawab Manda sambil tersenyum tipis pada sang putri.


" Mungkin Mama sedang diet sayang. Makanya Mama menghindari makanan yang banyak mengandung lemak ".Sindir Jery dengan penuh penekan.


" Nggak ada mas. Jangan aneh aneh deh!!! ".Jawab Manda sambil menatap wajah suaminya dengan sedikit kesal.


Jery pun langsung terkekeh pelan. Ia sangat tahu jika Manda sejak dulu sangat tidak suka jika di bilang sedang diet. Karena istrinya itu tidak pernah diet. Tapi tubuhnya masih terlihat bagus saja.


Manda adalah salah satu wanita yang pandai merawat tubuhnya dengan baik. Wanita itu juga tidak pernah pilih pilih makanan. Apapun yang halal pasti ia makan. Namun, akhir akhir ini Manda seperti sedang menghindari banyak makanan.


Sedangkan Manda saat ini sedang menerima telpon dan nampak berbicara serius di balkon kamarnya. Namun, setelah melihat suaminya masuk kedalam kamar. Manda pun langsung mengakhiri sambungan telepon nya.


"Dokter Ridwan yang telpon barusan. Dia bilang jadwal keberangkatan kami pelatihan di majukan".Manda menjelaskan sebelum Jery bertanya lebih dulu padanya.


" Kenapa akhir akhir ini kamu lebih sering pelatihan ke luar Negeri sayang?. Bukankah sebelum nya jadwal kamu tidak sepadat sekarang? ".


Jery mulai mengeluh karena sejak tadi ia tidak mau membahas apapun di depan putrinya. Apalagi melihat sikap Manda yang menurutnya tidak seperti istrinya sendiri. Manda seolah sengaja membuat jarak di antara mereka. Bahkan tak hanya dengan dirinya saja. Manda juga membatasi diri untuk dekat dengan buah hatinya sendiri.


Sebagai seorang suami yang sudah mengenal istrinya lebih lama. Usia pernikahan mereka juga sudah menginjak hampir sembilan tahun. Dan itu bukan waktu yang singkat bagi Jery untuk mengenal karakter istrinya.


"Bukankah mas sendiri yang mendukung ku sejak awal untuk melanjutkan study ini?. Walaupun mas tahu resiko yang akan aku ambil. Bahkan waktunya akan sangat sedikit untuk Mayra dan juga kamu mas".


" Tapi jika sekarang mas berubah pikiran. Dan tidak mengizinkan ku untuk melanjutkan study ini. Maaf mas!. Aku tidak bisa. Karena ini sudah di tengah jalan".Sambung Manda dengan suara tegasnya.


Manda langsung beranjak pergi untuk masuk ruangan walk in closet. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Jery.


"Kamu berubah Manda".Seru Jery sambil menatap punggung istrinya dengan tatapan sendunya. " Aku seperti tidak mengenali istriku sendiri sekarang. Jika ada yang salah dengan sikapku selama ini. Aku mohon katakan!. Kita bisa bicarakan semuanya dengan baik baik dan apabila kamu ada masalah, tolong sayang, Katakan padaku!!!. Kita bisa mencari jalan keluar nya sama sama!! ".


Hanya terdengar helaan nafas kasar dari Manda. Saat suaminya mulai angkat bicara karena itulah kenyataan nya sekarang.


Tanpa menjawab Manda pun langsung melangkah pergi. Tapi bukan kearah ruangan walk in closet melainkan keluar kamar.


" Mau kemana kamu??? ".Tanya Jery ketika melihat istrinya membuka handle pintu kamarnya.


" Aku akan tidur di kamar Mayra. Karena aku sedang tidak ingin membahas apapun dan berakhir dengan keributan lagi".Jawab Manda tanpa menoleh pada suaminya.