
Calista pun tak mau kalah kini ia membalikkan posisi. Dan ia juga akan membuat Barra menderita akan ulahnya. Hitung hitung ia juga ingin melihat seberapa hebatnya Barra suaminya itu menahan dirinya.
Calista mulai menurunkan kepalanya. Dan kini telah memegang lobak panjang berurat itu. Yang saat ini belum begitu tegang. Di usapnya dengan sentuhan jari jemari lentiknya. Hingga lidah Calista menjulur mulai ingin membasahi si lobak dengan salivanya.
Barra memejamkan matanya ketika lobak nya mulai basah akan sapuan benda tak bertulang itu. Senyum Calista terbit ketika ia mulai merasakan lobak nya mulai bangkit sedikit demi sedikit.
Dan benar saja semakin Calista menyesap nya dalam. Maka semakin keras dan membesar dua kali lipat lobak suaminya itu. Kini Calista bisa melihat dengan jarak yang begitu dekat. Jika lobak itulah yang selama ini membuat nya menjerit nikmat sekaligus sesak tapi nagih.
" Cepat naik!!! ". Perintah Barra dengan wajah yang sudah di penuhi kabut gairah.
Karena Calista pun sudah sangat ingin. Ia pun menurut dan mulai naik keatas tubuh suaminya. Menyatukan Lobak dengan kerang dara berdaging tebal itu.
" Akhhh... "
Lagi lagi Calista tak bisa menahan suaranya yang malah membuat Barra menggila. Kedua tangan mereka saling menyatu berpaut erat. Bersamaan dengan goyangan pinggul Calista di atas sana.
" Yes sayang ".
" Come on baby!!! ".
Puggg...
Barra pun sambil memukul gemas bokong bulat istrinya. Saat Calista terus mengayunkan gerakan tubuhnya. Bahkan saking beceknya karena ia sudah pelepasan berkali-kali. Membuat bunyi suara yang semakin membuat Barra nikmat.
Pelumas yang tidak ada tandingannya baginya. Bahkan tak pernah ia dapatkan dari perempuan manapun juga. Termasuk mantan istri nya yang memang sudah handal dalam hal perkasuran.
Adu lobak dan kerang dara itu berlangsung cukup sengit. Hingga keduanya sama sama luruh dan lelah akan aksi mereka sendiri. Bahkan Barra harus rela hanya melakukan nya satu kali. Saat ingat Calista sedang hamil muda. Ia tidak mau mengambil resiko dan menyakiti sang baby di dalam sana.
Apalagi saat melihat Calista sudah tepar di dada bidangnya. Sangat membuat Barra tidak tega untuk kembali menyatukan kerang dara dan juga lobak premium nya.
" Hem". Barra lagi lagi menjawab hanya dengan dehemannya saja. Namun, Calista juga tak ambil pusing. Yang saat ini ingin ia lakukan adalah memejamkan matanya dan istirahat saja. Yang lainnya nanti saja ia lakukan.
🌿🌿🌿🌿🌿
Celine yang baru saja tiba di mension bersama Barra. Langsung mencari keberadaan maminya. Dan Barra yang ingat tadi sewaktu ia pergi Calista masih tidur dengan keadaan bugil. Langsung menyusul celine yang sudah menaikki anak tangga.
" Celine tunggu sayang!!! ". Teriak Barra untuk mencegah putrinya masuk ke dalam kamar utama.
" Ada apa pi??. Celine mau menemui Mami dulu. Celine sudah seharian belum ketemu Mami dan adik bayi". Rengek Celine manja. Karena sekarang baginya Calista adalah bagian hidupnya juga.
Celine juga tampak sangat lengket dengan Calista Jadi, tak jarang jika anak itu kadang tak mau jauh sang Mami. Padahal mereka tak ada ikatan darah sedikit pun juga. Namun, ketulusan dan kelembutan Calista mampu membuat Celine sangat nyaman.
" Iya papi tahu sayang. Tapi, mungkin Mami masih tidur. Mami kelelahan tadi habis belanja. Kasian kan kalau diganggu tidurnya ". Barra menasehati celine.
" Tapi pi, Celine hanya ingin cium adik bayi dan Mami saja. Celine janji tidak akan ganggu tidurnya Mami". Celine terus saja merengek membuat Barra tidak tega. Dan pada akhirnya menyetujui permintaan putri nya. Dan lebih tepatnya putri mantan istrinya.
Benar saja saat mereka masuk kedalam kamar. Calista masih tidur dengan sangat lelap. Celine yang hanya bisa melihat wajah maminya hanya sebatas leher saja. Kini tampak mengerutkan keningnya bingung.
" Apa Mami kembali di sengat lebah lagi pi??? ".Tanya Celine dengan polosnya.
" Kenapa??? ".
" Itu leher Mami merah merah ".Tunjuk Celine pada leher Calista yang memang merah kebiruan. Karena itu adalah ulah Barra sendiri.
Deg...
TBC