Married Accident

Married Accident
Febby Lagi



Setelah puas seharian kumpul dengan keluarga besar Naufal. Febby bisa merasakan ketulusan dan kebaikan keluarga Erlangga. Ternyata orang kaya itu tidak semuanya sombong dan angkuh. Contohnya saja keluarga besar Naufal. Mereka semua adalah orang sukses dan tajir. Bahkan harta kekayaan mereka tidak akan habis sampai tujuh turunan, tujuh tanjakan sekali pun.


Namun atititud serta sikap mereka jauh lebih baik dan bijaksana. Mereka tidak pernah merendahkan orang lain yang levelnya sangat jauh berbeda dengan mereka. Yang ada mereka malah suka membantu orang lemah tanpa pamrih.


"Makasih bang ya bang udah nganterin pulang".Ucap Febby tulus bahkan ia sambil menampilkan senyumnya. Sangat jarang sekali Febby bisa bersikap ramah dan lembut begitu pada Naufal.


" Hm".Jawab Naufal datar.


"Oh ya abang gak mau mampir dulu??? ".Naufal langsung menautkan kedua alisnya. Akan pertanyaan dan ajakan Febby. Biasanya gadis itu akan langsung mengusirnya pergi jika sudah mengantarkan nya pulang. Tapi sore ini kenapa tiba tiba jadi kalem dan ramah begini.


" Kamu kenapa???. Kesambet? ".Leon bertanya sambil terus memperhatikan gerak gerik Febby. Dan benar saja cengiran kuda Febby membuat Naufal curiga.


" Hehehe.... Sebenarnya sih mau minta tolong".Lirih Febby pelan. Bahkan ia terlihat sedikit memohon.


"Hais... Sudah ku duga".Batin Naufal yang sudah bisa menebak sikap Febby yang tiba tiba aneh baginya.


" Apaan???.


Naufal langsung menanyakan apa yang diinginkan gadis itu. Tapi dari sikap Febby sepertinya sedikit berat sebab Febby saja terlihat ragu untuk mengatakan nya.


"Buruan apaan?. Gue tinggal pergi nih".Ancam Naufal sambil mulai menginjak pedal gas mobilnya.


Beruntungnya kedua orang tua Febby sedang tidak di rumah saat ini. Karena mereka belum pulang kondangan ke tempat teman sekolah ibunya ke Bandung. Jadi, Febby malam ini hanya sendirian di rumahnya.


"Tunggu bang...!!! ".Teriak Febby sambil menahan pintu mobil Naufal yang belum ia tutup setelah turun tadi.


Naufal kembali mengerurkan keningnya bingung. Bahkan Naufal sudah tidak sabar mendengar permintaan Febby.


" It... itu bang... Anu... "Febby menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Membuat Naufal geram.


" Anu... Anu... Apaan??? ".Tanya Naufal sudah mulai kesal.


" Aku diundang ke acara ulang tahun temen SMA ku bang malam ini.Tapi...".Terang Febby sambil mencengkram ujung kemejanya.


Naufal terlihat mulai sabar menunggu kelanjutan kata kata Febby. Sambil menautkan kedua alisnya lagi. "Tapi apa??? ".


" Aku harus ajak pasangan ".Lirih Febby sambil menundukkan kepalanya lesu.


"Tapi rumah nya jauh bang dari sini".Seru Febby mulai menjelaskan.


" Masuk!!! ".Tegas Naufal seraya melirik jok samping dirinya.


" Ayo masuk mobil sekarang!!!. Atau gue tinggal nih".Ancam Naufal membuat Febby langsung menurut dan masuk kedalam mobil kembali. Meskipun ia sedikit ragu dengan apa yang akan dilakukan pria itu.


"Kapan Ayah dan Ibu pulang??? ".Tanya Naufal tanpa melirik kearah Febby. Sebab ia mulai melajukan mobilnya kembali. Keluar dari perkararan rumah Febby.


" Besok pagi bang".Jawab Febby jujur.


Dan tanpa kembali mengeluarkan suaranya. Naufal langsung fokus pada setir mobilnya. Membelah Jalanan.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Ayo turun!!! ".Naufal membantu membukakan pintu mobil untuk Febby.Tapi yang disuruh turun malah sibuk bengong sendiri.


Melihat Febby yang terlihat seperti orang bodoh. Membuat Naufal tidak sabaran. Ia mengembuskan nafasnya kasar. Lalu tanpa banyak bicara ia pun langsung menggendong Febby keluar dari mobilnya. Dan masuk kedalam butik mewah. Yang Febby tahu itu adalah butik milik desainer ternama di kota ini.


Saat masuk Naufal juga sudah disambut ramah oleh banyak karyawan butik. Hal itu tentu saja semakin membuat Febby membelalakkan matanya.


"Carikan saya gaun pesta terbaik lengkap dengan setelan jasnya!!! ".Perintah Naufal dengan suara lantangnya.


" Baik tuan muda, silahkan tunggu sebentar!!! ".Seorang karyawan pun mempersilahkan Naufal untuk duduk di ruang tunggu khusus. Dan disana pun sudah ada sofa lengkap dengan kaca besar yang mengelilingi nya.


" Silahkan tunggu disini saja tuan, Nona!!!. Biar kami siapkan dulu gaun dan jasnya untuk di coba terlebih dahulu ".Ucap Karyawan wanita itu ramah dan sopan.


Dan Naufal pun hanya berdehem ria. Sedangkan Febby sudah risih karena Naufal belum melepaskan tubuhnya. Naufal bahkan tidak perduli walaupun tadi ia sempat berontak. Tapi pria itu tetap saja membopong tubuhnya.


Naufal meletakkan tubuh Febby untuk duduk di atas sofa empuk itu. Lalu ia pun ikut mendaratkan pantatnya juga disana.


"Kenapa kita malah kesini bang?. Aku yakin baju disini pasti harganya sangat mahal mahal bang. Ayo kita pergi saja dari sini!. Kita cari butik lain saja, atau beli di pasar juga gak papa bang".Febby berbicara sambil sedikit berbisik pada Naufal.Ia juga sambil menarik narik tangan Naufal untuk bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan butik itu.


" Sudah tenang saja!!. Jangan pikirkan harganya!".