
Calista dan Bara beserta Celine saat ini tengah duduk di sebuah restoran di dalam pusat perbelanjaan. Sesuai permintaan Istri dan putrinya. Bara menuruti nya dan disinilah saat ini berada. Di dalam sebuah restoran makanan cepat saji.
Bara memang kurang setuju untuk membawa mereka kesini restoran seperti ini. Namun, karena bumil merengek begitu juga dengan Celine akhirnya Bara pun menurut saja.
Apalagi ketika melihat Calista makan dengan lahabnya, begitu juga dengan Celine. Bara pun mulai meminum minuman yang telah Calista pesan khusus untuknya. Membuat bumil itu melirik dengan seulas senyum manisnya.
" Papi, gak mau makan juga? ". Calista bertanya seraya mulai memotong ayam goreng dengan tepung crispy serta lumuran saus padas level lima berwarna merah .
" Kita makan di tempat lain saja lagi setelah ini!!. Aku tidak bis...
Ucapan Bara menggantung ketika Calista malah telah menyumpal mulut suaminya dengan potongan Ayam yang telah ia suwir.
" Di kunyah dulu sayang!!. Jangan langsung di telan nanti keselek loh". Ucapnya dengan santai. Bara pun hanya menatap tajam sembari mengikuti intruksi sang istri durjananya itu.
" Bagaimana rasanya??? ". Goda Calista sembari mengulum senyumnya.
" Biasa saja". Jawab Bara asal.
Celine pun hanya fokus pada makanan nya. Tanpa ingin ikut obrolan kedua orang tuanya yang bagi Celine sangat aneh. Karena Papinya juga sampai tak bisa berkutik saat bersama Mami Calista.
Calista ikut menarik sudut bibirnya saat Barra malah menarik piring milik istrinya. Yang sudah berisi nasi serta ayam goreng crispy dengan lumuran saus pedas dan juga saus kejunya.
" Papi udah laper juga sayang". Seru Calista seraya menatap Celine dengan menunjuk kearah Bara dengan menggunakan dagunya.
" Kenapa Papi ambil piring Mami?. Kan itu ada piring satu lagi pi". Celine bertanya dengan polosnya.
" Papi memang aneh". Guman Celine yang kembali fokus pada makanan nya sendiri lagi.
Pada akhirnya siang ini Bara pertama kalinya makan di restoran cepat saji. Dan ia malah nambah juga. Membuat Calista hanya bisa tersenyum mengejek pada suaminya. Namun, sesekali Bara juga ikut menyuapi dirinya. Hal itu semakin membuat Calista besar kepala saja. Sikap suaminya itu memang tidak bisa di tebak. Ia selalu bisa melakukan hal yang awalnya tidak dibayangkan sama sekali.
🌿🌿🌿🌿🌿
Selesai makan siang Bara juga ikut menemani istrinya dan juga putrinya shoping. Bahkan ketika Calista dan Celine sedang asyik memilih beberapa pakaian serta sepatu. Bara malah sibuk mengabadikan moment kedua wanita berbeda usia itu.
Hingga kini tatapan Bara teralihkan pada gaun malam atau bisa di sebut sebagai baju dinas Calista. Tatapan terus tertuju pada lingerie berwarna Salem dengan model terbuka. Bahkan Bara telah membayangkan benda itu melekat di tubuh seksi istrinya.
" Papi mau Mami beli lingerie nya juga??? ". Tanya Calista dengan nada sensualnya. Membuat tubuh Bara sedikit meremang. Karena Calista berbisik tepat di depan telinga Bara.
Bara menoleh kesamping dan kemudian membenarkan posisi berdirinya. " Ambilah dua warna yang berbeda. Satu Salem dan satunya lagi hitam!! ".Ucap Bara yang malah terdengar seperti perintah yang tidak mau dibantah.
" Kalau aku mau yang merah juga gimana dong pi??? ". Goda Calista sambil mengulum senyumnya.
Bara menoleh kembali dan memegang pinggang istri nya. Bara pun sedikit memajukan tubuhnya. Lalu berbisik . " Jika kau ambil semua warnanya, Maka siap siap saja!. Kau tidak akan bisa keluar kamar lagi selama satu Minggu ".
Calista malah dengan jahilnya mulai menjalarkan tangannya kebawah sana. Menyentuh lobak yang masih terbungkus dengan sangat rapi. Hingga Bara melotot tak percaya. Istrinya malah mesum di tempat umum seperti ini.
" Lepaskan bodoh!!. Atau kau ingin kita melakukan di tempat ini? ". Tawar Bara yang langsung membuat Calista melepaskan cengkraman tangannya pada lobak suaminya itu.
Bara mati matian menahan dirinya agar tidak malu di depan umum. Istrinya itu benar benar gak ada otak nya. Bahkan saat ini Calista sudah terkekeh saat Bara mulai melonggarkan dasinya.