Married Accident

Married Accident
Di Kerjain



Suara tawa kedua gadis kecil di samping kolam renang mengundang rasa penasaran Velyn dan juga Jery. Sejak mereka masuk kedalam kamar tadi. Mereka juga tidak turun turun lagi. Karena tiba tiba saja perut Velyn terasa kram. Jadi, Jery memutuskan untuk menemani istrinya istirahat di dalam kamarnya saja.


Jery pun mulai mengintip dari balik jendela kamarnya. Untuk melihat apa yang sedang Mayra dan Celine tertawa kan. Jery begitu terkejut saat melihat Verren sudah basah kuyup dengan penampilan yang sudah sangat berantakan.


"Ada apa mas??? ". Tanya Velyn ikut penasaran.


Jery pun hanya mengulum senyumnya saja. Lalu ia kembali menghampiri istrinya. " Tidak ada apa apa sayang. Biasa mereka sedang bermain di kolam renang bersama pengasuhnya". Bohong Jery yang tidak mau membuat Velyn malah kasihan melihat Verren dalam keadaan seperti itu.


Andai saja ia bisa berbuat kejam dan tidak memikirkan jika Verren adalah sepupuan dengan Velyn. Mungkin Jery sudah membuat perhitungan dengan wanita ular itu. Bahkan Jery sudah mengetahui semua rencana Verren datang menemui istrinya.


Hanya saja Jery masih tetap diam. Dan selalu mengawasi semua gerak gerik wanita itu. Sampai ia benar benar bisa membuka semua kebusukannya . Jery pun tahu jika selama ini rumah mereka selalu di awasi oleh pria yang masih tidak terima jika ia ditolak mentah mentah oleh Velyn. Bahkan pria itulah yang saat ini sedang menjalin kerjasama dengan Verren.


"Kamu istirahat saja sayang!!. Nanti kalau udah jam makan siang biar aku bangunkan!! ". Ucap Jery membujuk istrinya agar tidak keluar dari dalam kamar. Sebelum sepupunya itu pergi dari rumah nya.


" Tapi anak anak ada dibawah Mas. Aku takut Verren malah membuat masalah sama anak anak". Jawab Velyn sedikit khawatir.


"Tidak usah khawatir sayang!!!. Dibawah juga ada evi yang mengawasi mereka". Senyum Jery begitu teduh membuat Velyn lega jika suaminya telah menghubungi Evi. Dan Velyn pun percaya jika Evi yang sudah turun tangan langsung.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sedangkan di lantai bawah saat ini Verren sedang menahan amarah kekesalannya. Ia pun seperti orang bodoh yang tidak bisa apa apa lagi. Bahkan untuk sekedar membalas kejahilan kedua gadis kecil itu pun ia tidak punya sela.


Hanya menatap mereka dengan tajam saja. Asisten Evi sudah ikut menatap nya jauh lebih menyeramkan.


"Sial... Kenapa aku jadi orang bodoh disini? ". Umpat Verren yang tanpa sadar jika dirinya memang bodoh sejak dulu.


Dengan menahan kekesalannya akhirnya Verren pun memilih pergi dari kediaman Jery dan juga Velyn. Ia tidak mau terkena masalah besar jika sampai membuat perhitungan dengan kedua gadis kecil itu. Meskipun ia tidak tahu siapa teman Mayra saat ini.


" Tante kalau lupa , Mayra juga bisa antar tante sampai kedepan gerbang". Sahut Mayra sambil memasang wajah polosnya.


"Hemmppprrttt". Para pengasuh Caline dan juga Mayra pun ikut menahan tawanya akan ucapan Mayra. Apalagi saat melihat ekspresi wajah Mayra yang tampak begitu polosnya.


Verren pun keluar begitu saja tanpa permisi. Ia bahkan sambil menghentak hentakkan kedua kakinya. Meninggal kan kediaman Jery dengan menahan kekesalannya dan amarah nya.


"Dasar anak anak kurangajar. Berani sekali mereka mempermalukan ku begini. Awas saja nanti, aku akan bikin perhitungan dengan kalian ". Verren memukul setir mobilnya dengan kasar setelah ia berada di jalan raya.


Sedangkan di dalam rumah Mayra dan juga Celline masih saja tertawa puas. Sebab, mereka berdua berhasil membuat seorang Verren sudah sangat kacau. Karena ulah mereka yang dengan sengajanya membuat Verren jatuh ke kolam renang. Belum lagi semua pakaian Verren yang sudah tak jelas lagi warnanya.


Kedua gadis kecil itu ternyata membuat semprotan dari pewarna makanan. Yang dengan sengaja mereka semprot semprotkan pada Verren.


" Hahaha, kak Mayra siapa tante Verren tadi??? ". Tanya Celine yang ternyata belum tahu siapa wanita yang telah mereka kerjain.


" Nenek sihir yang mau jahatin Bunda ". Jawab Mayra masih saja kesal akan sikap yang ditujukan oleh Verren pada Bundanya.


Evi kini mendekati kedua gadis kecil itu. Ia juga sempat mendengar ucapan Mayra. Yang mengatakan Verren nenek sihir. Evi hanya bisa mengulum senyumnya saja akan ucapan anak bos nya itu.


" Nona, ayo kita ganti baju dulu!!! ". Evi menggandeng kedua tangan Mayra dan Celine untuk berganti pakaian. Karena baju mereka berdua juga ikutan kotor.


" Aunty Evi, apa Bunda akan marah kalau tahu apa yang Mayra lakukan sama tante Verren??? ". Mayra mendongakkan Kepala untuk menatap wajah asisten pribadi Papanya.


Evi tersenyum dan menjawab". Bunda tidak akan marah sayang. Tapi, Mayra juga harus bilang ke Bunda dan minta maaf agar Bunda tidak salah paham! ". Mayra pun menganggukkan kepalanya cepat. Membuat Evi mengusuk pucuk kepala Mayra gemas.