Married Accident

Married Accident
Tidak Suka Di Bantah



"Abang kenapa masih disini?. Nggak balik lagi ke kantor??? ".


Febby yang baru saja keluar dari ruang kerjanya karena tadi sedang ikut menangani pasien di klinik. Kini menghampiri Naufal yang ternyata masih setia menunggu nya tepat di depan pintu ruangannya.


Febby duduk di samping Naufal. Seraya menatap wajah tampan itu yang membuatnya tak pernah bosan untuk terus menatap nya. Kadang juga terlalu sering bertemu bukannya bosan. Febby malah selalu merasakan rindu.


" Nanti kamu pulangnya di antar sopir Bunda saja ya!. Atau kamu nginep dulu aja di rumah Bunda malam ini!!! ".Naufal langsung berbicara pada intinya saja. Membuat Febby menautkan keningnya bingung.


" Malam ini aku ada giat, mungkin pulangnya agak malam sampai kegiatan nya selesai. Jadi, kemungkinan aku gak bisa jemput dan antar kamu pulang".Naufal mulai menjelaskan.


Karena Naufal tidak mau Febby pulang ke rumahnya sendiri. Sebab, jarak klinik ke kerumah Febby sangat jauh. Memakan waktu hingga tiga puluh menit lebih. Tapi jika Febby ke rumah orang tuanya hanya memakan waktu sekitar lima belas menitan saja.


Oleh karena itulah Naufal akan merasa was was jika Febby harus pulang naik taksi online. Apalagi jam lepas dinas Febby sampai pukul delapan malam. Sebagai seorang anggota polisi, jelas saja Naufal sangat paham dengan keamanan setiap tempat. Begitu pun arah pulang kerumah Febby. Yang sering kali terjadi tindak kriminal. Karena memang daerah itu masih sepi.Karena letaknya di pinggiran pusat kota Jakarta.


"Aku bisa pulang sendiri bang. Gak enak harus ngerepotin Bunda".Jawab Febby yang merasa tidak enak hati jika harus terus terusan bergantung pada keluarga Naufal.


Sejauh ini memang Naufal selalu saja memanjakan nya. Yang lebih tepatnya lagi karena Naufal sangat posesif padanya. Kadang membuat Febby jadi seperti seorang ratu saja.


"Sayang, jangan membantah!!!. Kamu tahu kan kalau aku...


" Tidak suka dibantah".Sambung Febby sedikit kesal.


"Hm... Good Girl".Naufal langsung mencubit gemas hidung Febby.


Aksi keduanya selalu saja mengundang mata orang untuk melihat dan menatap kearah mereka berdua. Dasar memang Naufal saja yang tidak pernah punya malu. Untuk menunjukkan bagaimana sikap posesif nya dan juga keromantisan seorang pria datar seperti nya.


Sejak bertemu Febby Naufal merasa ia memang sudah merasa jika Febby adalah gadis idamannya. Oleh karena itulah sejak mereka di pertemukan kembali di rumah Naures. Naufal tidak menyia nyiakan kesempatan nya lagi. Ia langsung tancap gas untuk mulai mendekati Febby.


Apalagi Yuni istri sepupunya sangat mendukung nya. Dan di bumbui juga oleh Naures. Pada akhirnya sampai saat ini mereka berdua sudah resmi berpacaran. Sehingga para kedua orang tua mereka pun sudah pada tahu semua.


Hal yang membuat Naufal makin senang dan bangga adalah Ayah dan Bunda nya ikut setuju akan pilihan hatiny. Begitu pun dengan kedua orang tua Febby yang sama sama merestui.


Mungkin, jika Naufal tidak terikat dinas lagi. Pria itu langsung akan meminang Febby jadi istrinya. Daripada untuk mengajaknya berpacaran saja. Karena Naufal sangat tidak suka membuang buang waktu percuma. Ia lebih memilih intinya saja, dan tidak suka bertele tele. Itu sama hal nya dengan hubungan kedua orang tuanya dulu.


Dimana Raka dan Kinan resmi memutuskan menikah hanya dengan beberapa kali pertemuan saja. Itupun karena para keluarga mereka setuju untuk menjodohkan keduanya.


"Pokoknya sebelum sopir Bunda datang, kamu jangan pergi dulu!!! ".Naufal kembali mengingatkan kekasihnya. Ketika ia akan pamit pergi ke kantor kembali.


" Iya sayangku. Siap pak polisi siap".Jawab Febby sedikit memanyunkan bibirnya.


Karena tak gunanya membantah seorang Naufal. Hanya buang buang suara dan tenaga saja. Di dengar juga tidak oleh Naufal.


"Jadi, kapan nih mau main kerumah Yuni nya bang???. Besok aku libur loh".Ucap Febby


" Oke besok kita kesana tapi kamu telpon saja dulu Hani, Urusan Leon biar jadi urusanku!!! ".Naufal berucap sambil menyentuh punggung tangan Febby.


" Siap bos".Febby langsung menjawab dengan senyum yang merekah di bibirnya. Membuat Naufal semakin gemas saja melihatnya.


Setelah itu Naufal pun langsung pamit pergi. Dan Febby juga hanya bisa mengantar nya sampai depan parkiran klinik. Karena ia juga harus kembali mengecek pasien nya. Yang memang sudah akan menjadi tugas dan tanggung jawabnya sekarang dan nantinya.