Married Accident

Married Accident
Telpon Tengah Malam



Kediaman Jerry...


Velyn membuka matanya saat Marchel menangis. Namun, Jery lebih dulu bangun dan langsung menenangkan putranya. " Tidur lah lagi sayang!!. Biarkan Marchel aku yang nenangin".


"Mungkin dia haus mas. Sini biar Marchel minum asi dulu! ". Velyn ikut bangkit dan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang. Jam di dinding masih menunjukkan pukul 12 malam. Itu artinya Velyn baru dua jam yang lalu memejamkan matanya.


Jery pun mengambil baby Marchel dari box nya. Lalu memberikannya pada Velyn. Baby tampan itu pun langsung menatap wajah Bundanya dengan tak berkedip.


" Marchel haus ya?. Em... Iya". Velyn mengajak putranya berbicara sembari mulai membuka piyama tidurnya. Menyembulkan satu aset berharga nya yang merupakan tempat nutrisi sang baby.


Jery pun ikut duduk di sisi ranjang. Sambil menatap putranya yang langsung mengenyot mainan Papanya selama ini. Ada rasa iri di hati Jery. Melihat bagaimana putranya mengusai miliknya itu.


Velyn melirik suaminya seraya mengulum senyumnya. Ia tahu suaminya saat ini pasti sedang kesal. Karena sekarang kedua mainannya telah di kuasai sang putra.


"Apa aku bisa ikutan memainkan nya juga sayang??? ". Velyn langsung melotot tak percaya akan ungkapan suaminya.


" Jangan bercanda dong mas!!! ". Velyn tak habis pikir akan suaminya saat ini. Bisa bisanya dia malah mau ikutan ngantri seperti Marchel.


Rupanya suaminya itu tidak rela jika, Kedua benda itu terus terusan di mainkan oleh sang putra. " Marchel sudah dong boy!!!. Gantian dengan Papa! ". Seru Jery menatap putranya dengan raut wajah kesalnya.


Namun, Baby Marchel malah semakin cepat menyedot asi dari Bundanya. Seolah ia memang sedang meledek sang Papa tak tahu diri itu. Mungkin, baby Marchel bilang papanya serakah sekali. Tidak puas puas apa selama ini selalu membuat Bundanya lelah. Bahkan mungkin baby Marchel sengaja balas dendam. Karena Papanya juga sering mandiin Marchel malam malam.


" Mas... Nanti kalau dia belum kenyang. Bisa bisa tidurnya tidak akan nyenyak ". Velyn menggelengkan kepala nya ketika Jery malah mengganggu putranya yang sedang asyik minum Asi.


Velyn hanya terkekeh saja. Ia tidak menyangka jika Jery suaminya bisa juga konyol seperti ini. Padahal selama yang ia tahu, Jery adalah sosok pria kaku dan cenderung datar. Bahkan dari keluarga besarnya hanya Jery dan Naures yang tidak banyak bicara.


Hadirnya baby Marchel menambah kebahagiaan tersendiri bagi Velyn. Marchel adalah pengerat hubungan nya dengan Jery. Namun, bukan berarti setelah Marchel lahir. Velyn tidak akan perduli lagi dengan Mayra. Justru Velyn akan semakin menyayangi putri sambungnya itu. Karena, selam ini Mayra lah faktor utama yang membuat Velyn bertahan dengan pernikahan yang awalnya tanpa Landasan cinta itu. Hingga akhirnya Jery memulai membuka hatinya.


Rasa bahagia Velyn saat ini tidak akan bisa ia ungkapan hanya dengan sebuah kata kata saja. Dan kebahagiaan nya saat ini itu juga dari campur tangan sang Maha Kuasa serta mendiang Manda.


Drt... Drt... Drt...


Dering ponsel Jery membuat Marchel kembali terjaga dan langsung menangis kembali karena terkejut. " Uh sayang Bunda... Kaget ya?. Papa lupa silent ponselnya sayang. Cup cup cup...!!! ". Velyn kembali menenangkan putranya dengan posisi yang masih menempelkan gundukannya.


" Siapa mas yang telpon tengah malam begini??? ". Velyn bertanya dengan raut wajah bingung dan penasaran nya.


" Brian sayang. Sebentar ya mas telpon balik dulu! ". Jery pun langsung beranjak pergi setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya. Jery memilih untuk menelpon sahabatnya keluar kamar saja. Karena tak ingin membuat putranya kembali menangis seperti tadi.


Sebab, baby Marchel memang sangat sensitif sekali. Ia tidak bisa mendengar suara berisik sedikitpun saat tertidur. Pasti ia akan bangun dan langsung menangis.


Cukup lama Jery bertelponan dengan Brian sahabatnya. Bahkan saat ia kembali kedalam kamar. Istri dan juga putranya itu sudah sama sama tertidur pulas. Bahkan Velyn tidak menidurkan Marchel di Box nya. Melainkan berada dalam dekapan nya. Dan bantal guling suaminya ia jadikan tembok agar Marchel tidak menggelinding.


Jery pun ikut naik keranjang setelah meletakkan ponselnya kembali di atas nakas. Lalu ia menarik selimut untuk menutupi tubuh istri dan putranya. Lalu Jery ikut memejamkan matanya. Masuk ke alam mimpi menyusul istri dan putranya.