
"Leon apa benar gadis ini tunangan kamu??? ".Tanya senior Leon.
" Beneran pak. Apa tadi bapak gak denger kalau Leon panggil saya dengan sebutan Honey".Jawab Hani memotong cepat sebelum Leon angkat bicara dan berkata jujur pada seniornya.
Melihat aksi gila Hani Leon langsung mempunyai ide untuk membalas gadis ini. Lalu tanpa di duga Leon pun membenarkan kata kata Hani. Dan membuat gaduh semua respon teman teman Leon.
AApalagi ketika melihat Hani membuka masker tadi. Mereka para jomblo sudah terpesona akan kecantikan dan kemolekan tubuh Hani. Tapi mereka langsung sadar jika Hani adalah tunangan teman nya satu team dengan mereka.
"Leon... Leon... Kamu itu baru dinas beberapa bulan. Udah main tunangan aja. Inget loh masih ikatan dinas!! ".Ucap Senior Leon sambil terkekeh.
" Siap bang, akan sabar sampai ikatan dinas selesai".Jawab Leon tegas membuat Hani langsung melotot tak percaya.
"Jadi, mau lanjut di tilang atau gimana nih??? ".Tanya senior Leon lagi sambil menggoda Leon.
" Lanjutkan tilangnya bang!!!! ".
" Hah... "Hani langsung terkejut akan jawaban Leon tapi Leon menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah Hani.
Tapi senior Leon langsung paham akan ucapan Leon. Mereka langsung meninggal kan Leon dan juga Hani. Membuat Hani bisa bernafas dengan lega.
" Uhh.. Makasih ya Leon udah bantuin ".Ucap Hani lega saat para anggota polisi itu menjauh dari mereka. Dan kembali melanjutkan kegiatannya.
" Semua itu tidak ada gratis".Bisik Leon dengan seringai liciknya.
Hani langsung menatap Leon dengan tatapan penuh waspada. "Jangan macam macam ya!!! ".Hani menatap Leon dengan tatapan tajamnya.
" Oh, oke... Kalau begitu gue tinggal bilang aja kalau loe tadi cuma pura pura jadi tunangan gue. Dan loe tau kan apa yang akan terjadi??? "Ancam Leon sambil tersenyum liciknya.
Membuat Hani langsung mendesis kesal. Tapi ia juga tidak mau kalau sampai Leon memberitahu semua rekan kerjanya. Bisa habis nanti dirinya. Sudah motor pinjem lagi kena tilang dan Hani juga membayangkan kalau dirinya sampai dimasukkan ke dalam sel karena tadi ia pinjam motor juga tidak bilang bilang sama pemilik nya.
"Hais.... Awas saja kalau macam macam, Gue cincang loe jadi perkedel".Ucap Hani kesal. Membuat Leon hanya mengangkat bahunya acuh.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Bang, apa ini tidak berlebihan??? ".Sekarang malah giliran Febby bertanya pada Naufal.
Naufal hanya menarik sudut bibirnya sekilas. Karena jujur penampilan Febby saat ini. Semakin membuatnya ketar ketir sendiri. Naufal sangat terpesona akan penampilan Febby dengan riasan make up natural yang di atur oleh jeny di butik nya tadi. Beruntung juga Naufal memiliki sepupu yang ahli dalam fashion dan juga pandai make up. Meskipun Jeny bukan tipe wanita yang suka berdandan. Tapi ia bisa menyulap Febby menjadi secantik bidadari malam ini.
"Kenapa kamu terlihat gugup begitu??? ".Tanya Naufal karena walaupun ia sibuk menyetir tapi ia masih bisa melihat gerak gerik Febby yang duduk di samping nya.
" Ah, tidak... Aku hanya tidak nyaman memakai pakaian mahal begini".Sahut Febby berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
Ia tidak tahu kenapa tadi dia malah mengajak Naufal ke acara ulang tahun teman SMA nya ini. Sedangkan Febby tahu jika gadis yang mengadakan pesta itu sangat membenci nya sejak dulu. Bahkan pria yang di sukainya pun jatuh ke pelukan gadis itu.
Febby kembali menarik nafasnya pelan. Saat mobil yang di kendarai oleh Naufal mulai memasuki hotel tempat di adakan pesta ulang tahun temannya itu yang lebih tepatnya adalah rival Febby sewaktu SMA.
"Kamu yakin akan menghadiri pesta ini??? ".Tanya Naufal meyakinkan Febby. Febby langsung menatap wajah Naufal dan menganggukkan kepalanya serius.
Senyum Naufal mengembang sempurna saat Febby terlihat yakin akan tetap hadir. Meskipun Naufal sudah bisa menebak jika Saat ini Febby pastinya sangat gugup dan juga berusaha untuk santai.
Naufal turun lebih dulu untuk membantu Febby turun dari mobilnya. Lalu dengan mengulurkan tangannya menyambut tangan Febby yang kini sedikit ragu untuk masuk kedalam ballroom hotel.
"Kamu tunggu aku disini sebentar ya!!. Aku mau ke toilet dulu. Dan jangan kemana kemana sebelum aku kembali!!! ".Febby hanya mengangguk patuh dan duduk di loby hotel sambil meremas ujung gaunnya.
Hampir 5 menit Febby menunggu Naufal tapi pria itu belum sama sekali terlihat olehnya. Hingga datanglah beberapa teman SMA Febby dulu.
" Febby... Loe Febby kan??? ".Sapa salah satu gadis gadis itu. Febby pun menyapa balik gadis itu karena ia tahu jika sejak dulu gadis itu selalu baik padanya. Meskipun teman temannya yang lain membencinya dan mengecilkan nya.
" Wah... wah...Udah lama gak ketemu si miskin akhirnya datang juga malam ini. Masih mampu loe beli gaun pesta".Salah satu gadis itu mulai mengolok Febby.
"Eh, udah dong!!. Ini kan acara pesta nya Tara pasti Febby di undang lah. Lagian kalian itu udah pada kuliah kan?. Berhenti lah bersikap tidak baik pada Febby. Dia juga teman SMA kita".Bela sang gadis yang tadi menyapa Febby duluan.
" Ayo Febby kita masuk!!!, kenapa malah nungguin disini kan pestanya di dalam".Gadis itu pun menarik tangan Febby untuk ikut masuk bersamanya.
"Eh, tapi itu...
" Udah gak papa, barengan kita kita aja sekalian ".Febby akhirnya bingung harus bagaimana kalau ia menolak masuk pasti nanti teman temannya kembali membully nya. Tapi ia juga sudah janji dengan Naufal akan menunggunya karena tadi Naufal juga datang bersamanya. Apalagi kartu undangan itu ada di tangannya. Kalau tidak ada kartu undangan pesta. Maka tidak di izinkan untuk masuk kedalam Ballroom itu.
TBC