
"Sayang, udah dong geli ihhh!!! ".
Yuni nampak risih karena sejak tadi pagi suaminya itu terus saja menempel padanya. Apalagi saat ini Yuni baru saja selesai mandi. Dan masih memakai handuk ditubuhnya. Tapi Naures malah mengikuti nya sampai di ruangan walk in closet.
" Mau Bun... Lagi naik nih!!! ".Bisik Naures dengan menggigit kecil telinga istrinya.
" Kalau naik turunin dong yah!!!. Gampang kan? ".Sahut Yuni yang pura pura tidak paham akan maksud perkataan suaminya.
" Perlu bantuan sayang buat menyuruhnya turun dan anteng lagi".Naures masih saja tidak mau kalah sebelum jatahnya diberikan oleh istrinya. "Gimana sayang udah bangun nih!!! ".Naures langsung menarik tangan istrinya untuk menyentuh terongnya.
" Mau ketemu Almond katanya sayang".Bisik Naures lagi dengan suara beratnya.
Yuni langsung membalikkan tubuhnya. Dan melempar kembali dress yang tadi ia ambil untuk dia pakai. Tanpa banyak bicara lagi Yuni malah langsung menarik handuknya. Dan melemparkan nya begitu saja. Hingga menampilkan pemandangan yang membuat jakun Naures turun naik. Menahan hasrat yang menggebu menggebu ketika melihat tubuh indah istrinya yang tanpa sehelai benang pun lagi itu.
"Mau pose yang bagaimana?. hm?? ".Goda Yuni dengan beraninya.
Naures langsung tersenyum licik. Ketika melihat gaya bicara istrinya yang tidak seperti biasanya itu. Entah ilmu apalagi yang diberikan oleh saudara kembarnya itu. Hingga membuat Yuni seberani seperti sekarang ini.
" Si Almond sudah mulai berkedut sayang. "Bisik Yuni pelan sambil tersenyum menggoda. " Apa Ayah tidak ingin langsung menyentuhnya, begini??? ".Sambung Yuni sambil menatik tangan suaminya menyentuh si Almond dibawah sana.
Dengan gerakan cepat Naures langsung mencekal tangan istrinya dan membalikkan kembali tubuh Yuni. Hingga kini Yuni kembali membelakangi suaminya. Namun kaca besar yang ada di hadapan meraka saat ini. Memantulkan diri keduanya yang terpampang nyata pada lemari kaca besar di ruangan walk in closet itu.
Yuni hanya memasang wajah santai dengan gaya menggodanya. Menatap pantulan dirinya dan suaminya dari cermin tersebut. Apalagi saat Naures mulai meraba dan mengabsen kulit tubuhnya. Dari arah belakang hingga maju ke depan.
Yuni mulai memejamkan matanya ketika tangan kekar itu mulai memainkan dua gundukan yang semakin padat. Dengan satu tangannya yang ikutan turun kebawah sana. Menjelajahi si Almond dengan gerakan nakalnya.
"Akh... ".
******* yuni mulai terdengar lirih di telinga Naures. Membuatnya semakin gencar akan sentuhan kedua tangannya pada dua benda itu. Apalagi ketika ia menekan dan meremas bukit sintal itu. Asi Yuni ikut keluar dengan sendirinya. Membuat basah tangan dan juga benda si kembar itu.
Yuni sangat menikmati pemanasan dari Naures. Hingga sesuatu dalam tubuhnya ingin tumpah ruah saat itu juga. Tapi Naures malah semakin memposisikan tubuh istrinya. Dan mulai menurunkan boxer nya. Hingga memperlihatkan sj terong panjang yang tinggi menantang. Siap menghujami Almond dengan tusukan kerasnya.
"Akhhhh.... ".
Yuni berpegangan pada ujung pintu kemari. Menahan sesaknya terong yang masuk . Mulai menyerang si Almond dengan tusukan nikmatnya.
Beberapa saat kemudian keduanya saling meracau nikmat. Sampai sampai peluh dan keringat mulai bercucuran. Yang tadi sudah segar karena sudah mandi. Kini malah di ajak mandi keringat kembali.
Tak hanya sampai disitu saja. Naures selalu tidak bisa tarung hanya dengan mengandalkan satu gaya saja. Yang jelas pria itu terus berimajinasi sesuai isi otaknya. Dan membuat istrinya tetap nyaman akan siksaan kenikmatan nya.
Kini mereka berdua sudah pindah pada kursi meja rias yang ada diruangan itulah. Dengan posisi yuni yang kini berada di atas pangkuan Naures. Tak mau kalah dengan gerakan suaminya tadi. Yuni pun sudah memulai nya dengan menaik turunkan pinggulnya.
Seirama dengan suara erangan dan juga lenguhan halus suaminya. Bahkan Naures juga ikut memegangi pinggang ramping Yuni.
"Oh... Sayang.... ".
" Kau semakin nakal sayang".
Racau Naures dan terus mengeluarkan kata kata yang nyeleneh. Sambil menikmati gesekan dan gerakan pinggul istrinya. Almond juga sering berkedut dan menghisap bahkan menjepit terong ungu di dalam sana.
Permainan berakhir setelah keduanya sama sama puas dan tersalurkan. Yuni pun langsung ambruk di atas pangkuan suaminya.
Ketika di rumah Reno sedang bersihtegang dengan putranya Leon. Dan saling sama egois serta keras kepala. Tidak ada yang mau mengalah satu orang pun.
Tapi Naures dan Yuni malah asyik main kuda kudaan. Hingga lupa diri lagi. Untung saja si kembar sedang anteng bersama para pengasuh nya di taman belakang. Si kembar Vina dan Keena, memang jarang sekali rewel. Ketika Ayah dan Ibunya sedang sibuk. Seperti nya mereka putri putri yang sangat paham akan pekerjaan kedua orang tuanya. Ya meskipun kedua orang tua meraka kadang suka lupa waktu karena asyiknya bertempur ria.
TBC