Married Accident

Married Accident
Puding



"Assalamu'alaikum".Mayra yang baru saja pulang dari rumah Oma nya. Langsung berlari masuk kedalam rumah sambil memanggil manggil Bundanya.


" Bunda... Bun... Mayra pulang Bunda".Teriak Mayra karena tak kunjung menemukan Velyn.


"Mungkin Bunda lagi istirahat dikamar sayang. Jangan teriak teriak begitu!!! ".Nesehat Lea yang melangkah di ikuti oleh Rayen suaminya.


" Bunda disini sayang".Sahut Velyn yang baru saja mengakhiri panggilan telpon nya dengan suaminya.


Lalu Velyn langsung beranjak dari sofa tempat nya duduk di ruang keluarga. Berniat menghampiri Mayra yang masih saja berteriak memanggil nya.


"Bunda... Ayo makan bersama!!!. Tadi Mayra beli makanan kesukaan Bunda loh".Gadis kecil itu tampak begitu antusias sembari menarik narik tangan Velyn.


" Wah, benarkah??? ".Seru Velyn menampilkan senyum manisnya. Yang dijawab anggukan kepala oleh Mayra.


Melihat betapa dekatnya cucunya Mayra dengan ibu sambung nya. Rayen dan Lea ikut tersenyum senang. Mereka sudah tidak perlu was was lagi sekarang. Apalagi mendengar cerita dari Mayra. Jika Jery pun sering memperlakukan Velyn dengan baik saat ini.


Itu artinya mereka bisa menilai jika Jery sudah ikhlas akan kepergian mendiang istrinya. Dan kini Jery mungkin telah memutuskan pilihan nya. Demi kebahagiaan anak dan juga demi masa depan mereka semuanya.


Velyn menoleh saat ia akan beranjak melangkah bersama Mayra. "Loh Papa sama Mami ada disini juga? ".Velyn baru melihat kedua mertuanya yang saat ini sedang menatap kearahnya dan Mayra dengan senyum yang terbit di bibir keduanya.


Velyn menyalami kedua tangan mertuanya secara bergantian. Lalu mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa ruang tamu. Tapi Lea dan Rayen malah ingin langsung keruang makan saja. Karena mereka juga ingin segera menikmati makanan yang tadi sempat mereka beli.


Dan jangan lupakan Cake serta puding kesukaan Velyn. Request dari Mayra langsung karena ia selalu ingat dengan Bunda nya jika pergi kemana mana.


Velyn pun meminta pelayan untuk menyiapkan minuman serta piring kecil lengkap dengan sendoknya juga. Karena mereka akan ngemil santai saat ini.


Mayra tak mau ketinggalan dan langsung mengambil satu potong puding yang akan ia suapkan pada mulut Bunda nya.


"Suapan pertama buat Bunda".Seru Mayra dengan senyum dibibirnya.


Velyn pun ikut tersenyum lalu menerima satu suap puding dari tangan putrinya. " Hemm... Enaknya".Seru Velyn sambil memgambangkan senyumnya. "Makasih sayang".Sambung Velyn sembari mengusap pucuk kepala Mayra.


Bahkan Mayra tidak pernah minta neko neko ketika di rumah dengan Velyn. Mayra adalah anak yang baik, ia didik selalu mandiri oleh mendiang Mamanya. Oleh, sebab itulah Mayra tidak pernah merepotkan siapa pun. Termasuk Velyn, meskipun Velyn sering memanjakan nya. Tak membuat gadis kecil itu besar kepala.


Bisa dibilang Mayra sudah memiliki sifat dewasa dan juga cepat tanggap dalam segi apapun. Ia tidak pernah membuat Velyn kesal ataupun geram. Karena bagi Mayra bisa memiliki ibu tiri seperti Velyn saja ia sudah sangat bersyukur sekali. Kasih sayang seorang Velyn tidak usah diragukan lagi.


Wanita itu begitu tulusnya mencintai dan menyayangi anak serta papanya. Bahkan mendiang Manda. Dengan segenap jiwa dan raganya.


"Kalian gak ada rencana pergi bulan madu gitu nak??? ".Tanya Lea sambil menikmati pudingnya.


" Untuk saat ini kayaknya belum deh mi. Tau sendiri gimana sibuknya mas Jery. Lagian meskipun ada rencana liburan kami akan pergi bersama Mayra juga Mi".Jawab Velyn jujur.


"Bukan bulan madu dong namanya kalau Mayra ikut dengan kalian".Goda Lea sambil mengulum senyumnya.


Belum juga Velyn sempat menjawab. Tiba tiba perutnya kembali bergejolak saat ia menyuapkan satu sendok puding kedalam mulutnya. Velyn menutup mulutnya cepat. Dan langsung berlari kearah dapur.


Lea yang sempat khawatir akan menatunya. Kini hanya bisa mengulum senyumnya saja. Saat mendengar suara Velyn yang muntah muntah di toilet dapur.


"Mas, siap siap saja kita dapat cucu lagi".Bisik Lea pada suaminya.


" Kamu yakin sayang??? ".


"Segera telpon dokter keluarga dan minta mereka bawa dokter obgin juga mas !!!. Bawa mereka semua kemari!!! ".Seru Lea antusias sekali.


" Oma Bunda kenapa muntah muntah begitu??? . Apa pudingnya gak enak??? ".Tanya Mayra tiba tiba.


" Mayra sayang. Bunda hanya mual biasa. Bukan karena Pudingnya gak enak sayang. Tapi sekarang mungkin di dalam perut Bunda sudah ada dedek bayi nya".Tutur Lea memberi pengertian pada cucunya itu.


"Adik bayi".Ulang Mayra lagi. Yang dijawab anggukan kepala oleh Lea.


" Beneran Oma???. Mayra akan jadi kakak dong Oma kalau di dalam perut Bunda ada dedek bayinya".Mayra langsung berjingkrak riang. Membuat Lea terkekeh Sendiri. Sedangkan Rayen hanya tersent tipis dan menggeleng kan kepalanya saja.