Married Accident

Married Accident
Kebenaran



Saat Karin sedang tersenyum dengan bangganya. Karena Jery hanya diam dan bungkam denga ekspresi wajah datarnya. Setelah itu Evi langsung menyodorkan sebuah map tepat di hadapan Karin. Membuat wanita itu bingung dan menatap asisten Evi dengan raut wajah penuh tanda tanya.


"Coba anda lihat dan setelah itu anda bisa menjelaskan semuanya pada tuan Jery Nona!!! ".Ucap Evi dengan tegasnya.


Karin hanya menatap bingung. Lalu ia ikut melirik kearah Jery. Namun tatapan Jery saat ini sudah di penuhi api amarah nya. Ia hanya menatap Karin dengan tatapan dingin dan datarnya saja. Sampai sampai membuat Karin tiba tiba nyalinya menciut.


Ia tidak pernah sama sekali melihat Jery bisa sedingin itu. Bahkan sampai membuat buku kuduknya meremang.


Dengan sedikit ragu akhirnya Karin pun mulai membuak isi map tersebut. Betapa terkejut nya Karin setelah ia melihat isi map itu satu persatu. Matanya sampai melotot sempurna dengan mulut yang menganga tak percaya dengan apa yang telah ia lihat di depan matanya sendiri.


"Bagaimana nona Karin???. Apa anda sudah sadar akan perbuatan anda saat ini??? ".Tanya Evi dengan seringai licik dibibirnya.


" A... ku... "Karin tiba tiba menjadi gugup dan mulai sedikit gemetaran. " Mas... bukan aku itu. Aku mana te...


"Mendiang Nyonya Manda begitu sangat tulus membantu anda nona Karin. Tapi anda malah membalas semuanya dengan hal semacam itu. Sungguh anda adalah wanita yang sangat jahat dan kejam Nona Karin".Sentak Evi dengan penuh api amarahnya. Bahkan Evi langsung memotong ucapan Karin karna ia benar benar sudah muak dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Mas Jery. Tolong percaya padaku!!!. Aku mana mungkin melakukan semua itu. Ini fitnah mas".Elak Karin berusaha berakting kembali. Dan berusaha untuk mendapatkan pembelaan dari Jery.


Tapi bukannya mendapatkan apa yang ia mau. Jery malah semakin menatapnya penuh amarah. Ia begitu bodoh dan telah di tipu habis habisan oleh Karin selama ini. Di saat ia masih menjaga perasaan Karin. Lantaran ia pernah merasa bersalah karena telah memberi Karin harapan palsu.


Dan Jery pun masih tetap memperkerjakan Karin di salah satu anak cabang perusahaan nya. Hingga biaya kuliah Karin di tanggung oleh perusahaan. Tapi, Semua yang ia lakukan hanya buang buang waktu dan buang tenaga saja.


Sebab, apa yang kita lihat belum bisa di jadikan jaminan untuk suatu kebenaran. Karena tampang bisa menipu. Banyak orang yang pura pura lemah dan juga polos. Hanya demi suatu ambisi nya saja.


Sesungguhnya sangat jarang mendapatkan orang orang yang tulus di dunia ini. Begitu lah yang terjadi saat ini. Semua kebaikan dan juga kepedulian Jery.Di manfaatkan oleh Karin hanya untuk Kepuasannya saja.


"Kau pikir aku bodoh Karin? ".Bentak Jery yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru ia ketahui selama ini.


Karin malah tersenyum . Lalu berucap".Semua ini karena kamu mas. Karena kamu tidak bisa mencintaiku seperti kamu mencintai wanita penyakitan itu dan juga ****** yang kamu nikahi sekarang ".


Plakkkk...


Satu tamparan Jery layangkan tepat di pipi mulus Karin. Beruntung Evi segera menahan tangan Jery ketika Jery akan kembali menampar salah satu wajah Karin satunya lagi.


" Jangan coba coba berani menghina para istri ku. Karena mereka lebih terhormat di bandingkan dirimu yang kotor itu".Bentak Jery penuh emosi.


Karin hanya tersenyum miris. Hidupnya benar benar hancur sejak dulu. Tapi ambisinya untuk mendapatkan seorang Jery tetaplah ada. Sehingga ia malah begitu nekad seperti ini.


"Sebaiknya anda akui saja semuanya Nona Karin!!!. Sebelum anda menyesal! ".Ucap Evi kembali tegas.


" Hahahha... Kau benar Evi. Memang itu semua aku yang menyuruh. Bahkan kalian tidak tahu bukan kalau akulah yang memberikan racun itu pada Manda. Dan mencampurkannya denga tabung infus. Agar wanita penyakitan itu cepat mampus".


Deg..


Jery benar benar hilang kendali ketika mendengar semua penjelasan Karin. Emosinya kembali naik dan ingin sekali mencabik cabik wanita yang bernama Karin itu saat ini juga. Tapi Evi masih sanggup menahan taunnya agar tidak membuat kesalahan.


Sampai akhir nya pintu ruangan itu terbuka dan ada empat orang anggota polisi datang. Dan langsung menyeret Karin dengan sedikit kasar.


Karin terus berontak sambil sesekali tertawa seperti orang tidak waras saja. Sedangkan Jery saat ini duduk lemas di sebuah kursi yang ada di ruangan tersebut


Ia benar benar tak habis pikir. Jika istrinya bisa meninggal tragis seperti itu. Andai saja ia bisa lebih teliti sejak sebelum nya. Mungkin saat ini mereka masih bisa berkumpul kembali. Tapi, apalah daya takdir malah berkata lain.


TBC