
Jery kembali memeluk tubuh Velyn dengan erat. Ia kini tak bisa berkata kata lagi. Karena begitu tulus dan sabaranya Velyn selama ini berada dalam kehidupan nya. Menunggunya dengan ketidakpastian. Namun, mulai saat ini Jery akan berjanji. Tidak akan pernah menyia nyiakan wanita yang telah ia nikahi didepan wanita yang ia cintai waktu itu.
Dibalik kemulian dan kelenggowoan nya hati Manda. Ternyata Allah hadirkan kembali sosok wanita yang tak kalah specialnya untuk dirinya. Memang benar adanya. Jika keikhlasan hati seseorang itu. Akan digantikan dengan yang lebih baik.
Meskipun untuk menjalani ikhlas itu sangatlah sulit. Dan tidak semudah saat mengatakannya. Semua butuh waktu dan proses. Yang mesti harus dijalani dengan penuh kesabaran.
Sore itu Velyn dan Jery pun memutuskan untuk mencari kado Mayra. Dan memberikannya setelah mereka pulang ke Jakarta. Padahal sebelum nya Mayra tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya sekalipun. Karena ketaatan Manda pada agamanya, Membuat dirinya melarang merayakan hari ulang tahun.
Tapi, Mendiang Manda juga tak pernah lalai untuk membuat kue serta memberi hadiah untuk sang buah hatinya. Hanya ia tidak pernah menyuruh putrinya untuk tiup tiup lilin. Manda lebih memilih membagi bagikan makanan di jalanan serta ke panti asuhan. Saat hari ulang tahun putrinya, dirinya dan juga suaminya.
Sedangkan Velyn yang memang awalnya dari keluarga non muslim. Yang sudah biasa merayakan hari ulang tahun dan hari besar lainnya. Mungkin belum terbiasa dengan apa yang Manda terapkan dalam kehidupan nya.
Namun sebagai mualaf Velyn juga tak pernah malas untuk belajar dan terus belajar ilmu agama dalam mendalami islam. Apalagi dulu sewaktu SMA teman teman Velyn juga rata rata orang muslim. Bahkan sejak bersahabat dengan Intan. Velyn juga belajar mengaji bersama. Oleh sebab itulah meskipun Velyn keturunan Tionghoa namun, ia tidak buta akan Al-Quran.
🌿🌿🌿🌿🌿
Dua bulan telah berlalu sejak kembalinya Velyn dan juga Jery dari Surabaya. Kini mereka juga sudah sama sama saling terbuka satu sama lainnya. Mayra yang juga sudah kembali ceria.
Karena kasih sayang yang begitu tulus Velyn berikan padanya. Hubungan nya dengan Jery juga semakin banyak kemajuan. Hingga kegiatan panas yang kerap kali mereka lakukan hampir setiap harinya tak pernah absen.
Hari ini Velyn tampak begitu lesu dan sedikit pucat. Karena sejak suaminya pergi ke kantor setelah sarapan tadi. Velyn langsung memuntahkan kembali sarapan yang ia makan.
Sedangkan Mayra sudah dari kemarin menginap di rumah Oma dan Opanya. Karena disana sepupunya juga sedang menginap. Velyn membaringkan tubuhnya pada sofa yang ada di ruang keluarga.
Badannya terasa begitu lemas. Belum lagi perutnya yang selalu bergejolak. Bau bumbu saja membuatnya mual.
Jam di dinding masih menunjukkan pukul 11.Para asisten rumah tangga masih sibuk berkutat di dapur untuk masak menu makan siang. Tapi sedikit pun Velyn tidak berselera untuk makan apapun.
Mata Velyn tertuju pada layar televisi yang sedang menayangkan acara kuliner Nusantara. Dimana ia melihat jajanan khas Jawa timur yang bernama tahu campur sedang dinikmati oleh para wisatawan.
Melihat itu tiba tiba Velyn juga meneguk air liurnya sendiri. Apalagi ia melihat kepulan asap dari makanan itu. Membuatnya ingin sekali ikut menyantapnya saat ini juga.
Velyn berusaha bangun dan meraih ponselnya. Lalu tanpa berpikir dua kali ia langsung menelpon suaminya.
" Mas, pulangnya jangan terlalu sore ya!!!. Aku mau minta tolong titip beliin makanan soalnya".
"Kenapa gak pesan grab aja sayang!!!. Nanti kalau aku pulangnya terlambat gimana??? ".Jery memberikan usulnya. Karena pekerjaan nya hari ini sangat menumpuk.
" Tadinya sih gitu. Tapi gak tau kenapa aku tiba tiba ingin kamu aja yang beliin mas".Jawab Velyn jujur.
"Manja banget sih istri mas ini".Ledek Jery sambil terkekeh . " Yaudah mau dibeliin apa nanti??? ".Tanyanya kemudian.
" Tahu campur aja mas, tapi aku juga gak tau penjual nya yang masakannya enak dimana. Soalnya aku baru mau cobain ".Jujur Velyn membuat Jery menautkan kedua alisnya.
Tapi Jery pun tak menolak permintaan istrinya. Ia hanya mengiyakan saja, meskipun nantinya asisten Evi yang ia repotkan untuk mencari lokasi tempat penjual tahu Campur yang enak di Jakarta . Meskipun evi harus mengubek ubek seluruh kota Jakarta sekalipun.
"Udah yakin hanya itu saja??? ".Tanya Jery memastikan
" Sebenarnya ada lagi mas. Tapi, takutnya nanti malah ngerepotin mas ".Sahut Velyn ragu.
" Katakan!!!".
"Mau nasi goreng juga...
" Ya Ampun sayang, gitu aja pake ragu bilangnya. Nanti mas beliin juga, mau nasi goreng apa??? ".Potong Jery padahal Velyn belum selesai bicara.
" Aku gak pengen nasi goreng yang di jual di tempat umum mas. Tapi kepengen aja nasi goreng bikinan Naura ".Lirih Velyn lagi sedikit ragu.
" Apa???".Jery tampak terkejut mendengar permintaan istrinya yang ini. "Yaa Allah Bunda. Lebih baik jangan deh!!. Daripada nanti kamu sakit perut karena diracunin sama masakannya Naura. Kalau mau minta masakin mending sama Mami, atau gak Jeny dan Yuni aja deh!!!. Kalau sama Naura ataupun Sherly istrinya Al lebih baik jangan ya!!! ".
Jery saja bergidik ngeri sendiri jika sampai Naura mau membuatkan nasi goreng atas permintaan kakak iparnya. Orang masak air saja Naura bisa gosong apalagi bikin Nasi goreng. Beruntung ia dinikahi pria kaya raya dan tidak menuntut hal lebih. Kalau tidak entah akan jadi apa rumah tangga adik bungsunya itu.
"Lagian kamu itu seperti orang sedang ngidam saja. Mau nya aneh aneh Bun".Ledek Jery lagi.
TBC