Married Accident

Married Accident
Pujian Leon



Saat Leon sedang asyiknya membuat Hani kesal tiba tiba dering ponselnya membuat nya melirik malas kearah layar ponselnya.


"Siapa???. Pasti telpon dari salah satu temen kencan loe kan yang telpon. Makanya gak berani angkat".


Tebak Hani asal, bahkan Hani tersenyum mengejek. Sehingga Leon hanya menatap datar kearahnya. Sambil mendaratkan bokongnya di sofa empuk itu.


Leon kembali berwajah kesal bercampur kecut ketika lagi lagi dering ponselnya kembali berbunyi."Hais... Sial. Mau apalagi sih dia??? ".Batin Leon tanpa ingin berniat untuk mengangkat si penelpon.


Hani sedikit melirik kearah Leon. Dan dapat Hani lihat jika saat ini pria itu pasti sedang geram dan dari tatapan wajahnya saja. Bisa dilihat jika pria itu memendam suatu masalah.


" Ada apa??? ".


Hani tiba tiba saja mendekati Leon. Karena ia tidak bisa melihat seseorang terpuruk dan juga terluka. Apalagi saat ini Leon juga nampak begitu peduli dengannya. Meskipun Hani sering ketus dan berkata kasar pada Leon. Tapi ketahuilah jika Hani itu sebenarnya hatinya baik dan lembut.


" Bukan apa apa. kamu udah selesai beres beres nya??? ".Leon malah mengalihkan pembicaraannya.


Drtd.. drttt...


Ponsel Leon kembali berdering tapi kali ini Leon langsung mengangkat telponnya. " Iya Yah, Ada apalagi??? ".


Leon langsung menyerang si penelpon dengan nada bicara yang menahan amarahnya. Hani hanya diam sambil memperhatikan Leon. Yang menurutnya tidak seperti biasanya.


" Ayah, bukankah Leon sudah berulang ulang bilang jika Leon sudah tidak mau melanjutkan perjodohan ini. Biarkan Leon mencari sendiri gadis mana yang layak bersanding denganku".Ucap Leon tegas dari sambungan telepon itu.


Leon juga berhasil membuat Ayahnya murka. Karena Leon benar benar sudah tidak bisa di atur lagi.


Leon langsung menutup telponnya begitu saja. Ketika sudah mengatakan semua upatan dan juga kata ,perlawanan untuk Ayahnya. Dan Leon pun melempar ponselnya ke samping tempat duduknya.


"Kenapa???. Apa ada masalah??? ".


Entah kenapa Hani nampak sedikit lembut dan sedikit perhatian pada Leon. Karena ia tidak tega meninggalkan orang yang sedang rapuh. Apalagi galau seperti Leon saat ini.


Leon langsung menatap lekat wajah cantik Hani. Apalagi saat ini jarak keduanya sangat dekat. Bahkan Leon bisa mendengar detak jantung Hani ketika berdekatan begini.


"Apa loe bisa bantu gue Han??? ".


Leon bertanya dengan nada seriusnya. Dan ia pun sambil terus fokus pada benda kenyal merah muda milik Hani. Lalu Leon langsung menggeleng kan kepala nya agar ia sadar jika apa yang ada di dalam. otaknya tadi adalah salah.


" Tentu, jika itu bisa membuat loe nyaman".Jawab Hani jujur. Senyum Leon menghiasi sudut bibirnya.


" Buat apaan??? ".


Hani jelas bingung lah. Karena ia tidak tahu maksud ucapan Leon yang tiba tiba saja menyuruhnya untuk ganti pakaian. Dan disuruh dandan juga.


" Udah jangan banyak tanya!. Mendingan loe turutin aja apa yang gue suruh!!!. Sana!!!. Buruan!!!. Katanya mau nolongin gue? ".


Leon sepertinya tidak kehabisan akal untuk membuat Hani nurut padanya. Karena saat ini Leon sudah punya rencana untuk membuat kedua orang tuanya berhenti menjodohkannya dengan Lucia. Gadis yang dulu sempat mengisi hati dan pikirannya. Jauh sebelum ia memutuskan untuk menjadi anggota kepolisian.


Dengan sedikit ragu akhirnya Hani menurut. Dan segera masuk kedalam kamarnya. Sementara menunggu Hani mengganti pakaian nya. Leon pun kembali memainkan ponselnya. Dan menelpon seseorang.


Cukup lama Leon bicara lewat sambungan telepon itu. Dan entah dia bicara dengan siapa. Hanya Leon lah yang tahu. Apa yang ia rencanakan saat ini.


"Udah belum???? ".


Teriak Leon setelah ia selesai menelpon seseorang. Tapi Hani belum juga keluar dari kamarnya.


" Sebentar lagi. Gak sabaran banget sih jadi orang".Teriak Hani dari dalam kamarnya.


"Tadi nyuruh orang dandan. Sekarang nyuruh orang cepet. Dasar payah, buaya kali mau ngapain sih??? ".


Guman Hani sambil menyisiri rambutnya yang sudah kusut karena tadi habis mandi ia sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan. Untung saja rambutnya tidak bau bawang.


" Cepetan!!!. Kita udah di tungguin nih!!! ".Teriak Leon lagi dari arah luar kamar.


Hani langsung bangkit dari kursi meja rias nya. Ia memang sedikit memoles kan make up tipis di wajahnya. Karena Hani tidak suka dandan menor. Tapi meskipun begitu, wajah Hani tetap saja terlihat cantik dan menawan di mata semua orang.


Ceklek....


Pintu kamar dibuka oleh Hani. Dan langsung memperlihatkan wajah Hani yang sudah semakin cantik dan juga penampilan nya yang cukup membuat Leon semakin terpesona dibuatnya.


"Gak sabaran banget sih jadi orang".Gerutu Hani kesal. Tapi Leon malah diam tak bergeming di tempatnya duduk.


" Cantik... ".Guman Leon pelan.


TBC