
Lea pun mengajak Lista keponakan nya untuk masuk kedalam rumah. Dan menyuruh art nya untuk membawakan koper milik Lista ke kamar tamu.
"Apa kabar keluarga disana sayang??? ". Lea bertanya setelah ia mengajak Lista duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Baik mi. Hanya saja Mama makin galak". Seru gadis itu sambil terkekeh. Lea pun hanya menggelengkan kepalanya. Karena ia sudah banyak tau tentang bagaimana sifat keponakan satu ini. Sebab, Reva selalu curhat padanya.
"Makanya jangan bikin Mama kamu darah tinggi melulu! ".
" Yaa ampun Mi. Lista itu hanya menikmati hidup saja. Lagian tak ada salahnya happy happy sebelum jadi seorang istri. Itu pun kalau masih ada jodoh nya buat Lista". Ia pun langsung tertawa sendiri akan kata katanya barusan.
Lea menghela nafasnya pelan. Bagaimana Reva tidak emosi kalau kelakuan putrinya seperti ini. Bahkan Reva hampir angkat tangan mengahadapi Calista. Beberapa menit yang lalu Lea juga sudah di telpon dengan sepupu dari suaminya itu. Jika mereka sudah tahu kalau Lista kabur ke Indonesia. Dan mereka meminta bantuan dari Lea dan Rayen untuk menididik dan menasehati Lista agar bisa berubah.
Makanya Jery menyuruh Evi membawa gadis itu pulang ke rumah orang tuanya saja. Daripada pulang ke rumah Opa dan Omanya. Bisa bisa Oma Mona kembali di rawat dan masuk rumah sakit kembali. Jika Calista tinggal lama di rumah Oma nya itu.
Karena Lista ini benar benar menguras emosi orangnya. Ia jauh lebih konyol daripada Al. Bahkan gadis itu sambat keras kepala sekali.
"Oh ya Papa mana mi??? ". Tanya Lista sejak tadi ia belum melihat keberadaan Papa Rayen.
" Papa lagi keluar dengan Uncle Raka. Nanti juga pulang". Lea menjawab dengan senyum dibibirnya.
"Kamu pasti capek kan??.Mau mami antar kekamar sekarang atau mau sarapan dulu?? ". Tawar Lea
" Ke kamar aja deh Mi. Aku juga ingin mandi udah gerah nih".
🌿🌿🌿🌿🌿
Jery yang baru selesai meeting. Melirik jam di pergelangan tangannya. Yang saat ini sudah menunjukkan pukul 12 . 00 wib. Dimana sudah waktunya jam istirahat makan siang .
"Tuan, Nona Veren sudah tiba di Jakarta sejak tadi pagi". Ucap Evi memberitahu Jery tentang sepupu istrinya itu.
" Dimana dia sekarang??? ".
" Dihotel xx bersama seorang pria tuan". Evi memperlihatkan beberapa foto yang baru dikirim oleh anak buahnya.
" Baik tuan".
Jery pun kembali melangkah menuju arah ruangan kerjanya di ikuti oleh Evi. Hingga saat Jery akan membuka handle pintu ruangan kerjanya ia malah di kejutkan akan kedatangan sepupu nya.
Siapa lagi kalau bukan Lista. Yang membuat Jery langsung menarik nafasnya berat. Sudah bisa di pastikan sepupunya itu pasti akan membuat ulah di perusahaan nya.
"Hai Brother tampan ku". Seru Lista dengan senyum pongah nya. Berjalan menghampiri Jery yang saat ini menatap nya dengan datar.
" Mau apa kamu kemari???. Bukannya dirumah malah keluyuran ". Ketus Jery dan langsung masuk kedalam ruangan kerjanya. Tapi Lista juga ikutan masuk begitu saja membuat Evi mundur beberapa langkah . Karena gadis itu langsung nyerobot masuk .
" Kau tidak merindukan ku sama sekali??? ". Tanya Lista dengan bibir yang mengerucut kedepan karena Jery sama sekali tidak memperdulikan nya.
" Kemarilah!!! ".
Lista pun langsung tersenyum ketika Jery merentang kan kedua tangan nya. Ia pun langsung menghampiri Jery dan masuk kedalam pelukan Jery. Itulah Jery sekesal dan segeram apapun ia pada saudaranya. Ia adalah sosok yang hangat. Peduli dan selalu menjaga serta melindungi nya.
Hanya saja Jery tidak mau menunjukkan apa yang telah ia lakukan di depan mereka. Seolah ia memang kakak yang cuek dan terkesan datar.
"Aku merindukan ka... ". Belum juga selesai Lista berbicara malah mendengar suara dari arah pintu ruangan kerja Jery.
Brukkkk....
"Mas Jery... ". Pekik Velyn
Baik Jery, Lista maupun Evi langsung menoleh kearah pintu. Saat mendengar suara dari arah pintu sana. Dimana Velyn berdiri dengan paperbag berisi kotak bekal makan siang untuk suaminya. Yang telah jatuh berhamburan di lantai.
" Sayang... Tunggu". Jery langsung mengurai pelukan Lista dan berlari menyusul istrinya yang sudah kembali keluar dengan mata yang sudah berkaca kaca.
TBC