Married Accident

Married Accident
Pengantin Lawas



Ketika para pasangan berbeda genre sedang membahas waktu berkunjung kerumah Naures dan Yuni. Sedangkan di rumah orang yang dibahas saat ini Yuni malah sedang merajuk tidak karuan pada suaminya.


Terang saja membuat Naures bingung sendiri, menghadapi sikap istrinya akhir akhir ini. Sambil mencuci wajahnya di wastafel kamar mandi. Naures sambil berpikir keras apa yang membuat Yuni hampir setiap hari selalu ngambek nggak jelas begitu. Bahkan saat ini Yuni lebih memilih tidur di kamar si kembar daripada satu kamar dengan suaminya sendiri.


Kadang juga Yuni bisa bersikap galak. Padahal Naures sangat paham dan sangat tahu kebiasaan istrinya. Yang mana bisa jauh darinya, setiap kali pulang kerja istrinya itu selalu saja menempel padanya. Bahkan bau keringat pun masih tetap betah Yuni di dekatnya.


Tapi sudah hampir satu minggu ini, Yuni berubah. Ia lebih sering uring uringan gak jelas, salah sedikit pun semua kena imbasnya. Bahkan ia sangat sensitif sekali. Tidak bisa di ajak bercanda sama sekali. Pasti selalu di anggap serius olehhya. Dan langsung mendiamkan Naures.


"Apa yang terjadi padanya??? ".Guman Naures yang sama sekali belum tahu faktor apa penyebab istrinya bisa berubah sikap begitu.


Naures menghela nafasnya berat, lalu ia membuka lemari kecil yang berada di bawah wastafel untuk mengambil pasta gigi. Tapi pandangan Naures malah tertuju pada bungkusan bermerk huruf C. Yang masih tersusun rapi di sana. Bahkan belum ada yang terbuka satu pun.


Naures mengurungkan niatnya untuk gosok gigi. Lalu ia malah pergi berlari keluar kamar. Dan menuju kamar si kembar. Tapi ketika ia ingin masuk kamar putri kembarnya. Panggilan suara Yuni membuatnya kembali mengurung kan niatnya membuka handle pintu.


"Mau ngapain Yah???. Siapa yang suruh ikut tidur di kamar si kembar??? ".Yuni bertanya dengan ketusnya.


" Sayang, berhentilah marah marah begini!!!. Aku tidak berniat untuk tidur dikamar si kembar kok".Jawab Naures menjelaskan. Tapi bukannya mereda Yuni malah semakin kesal saja. Atas jawaban yang diberikan Naures. Mungkin tidak sesuai dengan harapan nya.


"Minggir!!!. Dasar nyebelin".Sentak Yuni mulai memasang wajah garang dan masamnya lagi.


" Oh sial. Apa aku salah bicara lagi ? ".Batin Naures menghela nafasnya kasar. Padahal ia sudah menjawab dengan sangat jujur tapi lagi lagi istrinya malah semakin terlihat sangar begini. Seperti singa betina yang sedang kelaparan saja.


Naures yang tidak tahan lagi akan sikap istrinya. Malah menarik Yuni dalam dekapan nya. Dan berulang kali menciumi serta mengusap rambut Yuni pelan.


" Sayang, aku mohon jangan marah marah terus!!!. Apa kau tega menyuruh ku tidur sendirian dikamar kita yang banyak menyimpan semua kenangan indah saat pertempuran panas dalam mengadon si kembar?. Hm??? ".Seloroh Naures dengan gombalan mesumnya.


" Lepas yah!!!.iihhh, mesum sekali ".Yuni terus berontak dalam dekapan Naures. Tapi bukan Naures namanya kalau langsung menyerah begitu saja.


" Sayang... Please!!!. Aku bisa apa tanpa mendekap tubuhmu setiap malam? ".Bisik Naures pelan. Bahkan Naures sambil menciumi tekuk leher istrinya. Membuat tubuh Yuni langsung meremang dibuatnya.


Kalau sudah begini Naures pasti dengan mudah bisa meluluhkan istrinya. Dan benar saja beberapa detik kemudian Naures malah sudah mendarat kecupan panas di bibir istrinya.


Saat Yuni mulai menikmatinya. Naures malah langsung menjeda pagutan bibirnya. Wajah Yuni langsung muram dibuatnya. Kesal karena merasa di kerjai oleh suaminya. Padahal ia sedang semangat semangat nya. Malah berhenti begitu saja.


"Sayang, mau lanjut dikamar?. Hm? ".Naures berucap sambil tersenyum mesum pada istrinya. Dan langsung membuat Yuni mengangguk kan kepalanya saja. Sebab, jika boleh jujur ia saat ini sudah mulai di penuhi kabut gairah juga.


Dengan gerakan cepat Naures pun langsung membopong tubuh istrinya. Melangkah kembali menuju kamar meraka. Yang jaraknya tidak begitu jauh dari kamar si kembar.


Para suster yang menjadi pengasuh si kembar saja. Sampai geleng geleng kepala melihat aksi kedua majikan nya itu. Karena ia yang dari arah dapur melihat dengan jelas kelakuan majikan di depan pintu kamar si kembar. Tapi pengasuh itu pun menarik sudut bibirnya. Karena senang bisa bekerja pada orang sebaik Naures dan juga Yuni.


"Yem, beruntung banget ya Nyonya bisa mendapatkan suami seperti tuan Naures . Sudah baik, ganteng, pekerja keras, sabar banget lagi".Ucap salah satu suster itu sangat mengagumi keduanya.