Married Accident

Married Accident
Sayang



Kediaman Jery....


Velyn tersenyum manis menyambut kepulangan suaminya. Meskipun anak anak sudah pada masuk ke dalam kamarnya masing masing. Velyn tetap setia menunggu suaminya sampai rumah. Karena Jery juga sudah memberitahu nya sejak tadi siang.


" Assalamu'alaikum ". Jery mengucapkan salam saat ia sudah melangkah menghampiri istrinya yang saat ini berdiri di teras rumah mewahnya.


" Waalaikumsalam ". Velyn menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan itu dengan takzim.


" Kenapa harus menunggu?. Ayo masuk di luar dingin! ".Jery menggandeng tangan istrinya untuk segera masuk kedalam.


Jery sebenarnya ingin memuji penampilan istrinya, yang terlihat berbeda dari biasanya. Namun, hal itu masih Jery tahan.


" Anak anak sudah pada tidur ya bun? ". Tanya Jery pelan seraya melangkah kan kakinya menaiki anak tangga.


" Iya mas, mungkin mereka kelelahan karena tadi siang mengerjakan tugas sekolah mencari hewan melatah " . Velyn masih saja bisa tertawa saat mengatakan nya. Karena ia juga masih ingat saat Mayra dan Marvin sama sama bekerjasama dan tampak begitu akrab karena tugas itu.


" Kenapa? ". Jery tampak penasaran karena Velyn masih saja terkekeh.


" Anak anak lucu ya mas. Selama ini Mayra dan Marvin tampak cuek dan tidak saling menegur. Tapi, tadi siang mereka malah sangat terlihat akur sekali loh mas".


" Benarkah? ".Velyn pun langsung mengangguk kan kepalanya jujur. " Itu bagus dong, akhirnya keinginan kamu akan terwujud nantinya sayang". Jery menggoda istrinya.


" Jangan ah mas!. Siapa tau Mayra malah mencintai pria lain nanti kalau udah dewasa. Aku akan jadi ibu tiri kejam jika memaksanya untuk saling mencintai ". Velyn pun tidak akan pernah memaksakan perjodohan Mayra dan Marvin. Meskipun Jery sekarang sudah mulai setuju akan usulnya dulu.


" Terserah kalian saja sayang!. Aku hanya bisa mendoakan dan menyetujui jika itu pilihan terbaik . Tapi, aku juga berhak melarang jika itu bisa membuat mereka hancur dan terluka". Jery sangat tegas jika urusan anak anak dan istrinya. Apalagi Mayra nanti akan tumbuh dewasa seperti anak perawan pada umumnya.


Terang saja Jery dan Velyn akan ekstra ketat menjaga Mayra. Sampai ia bisa menjaga dirinya sendiri. Dan bisa tau mana yang baik dan mana yang buruk.


🌿🌿🌿🌿🌿


Velyn menutup pintu kamarnya setelah mereka berdua masuk kedalam kamar. Velyn ingin melangkah kembali ke arah kamar mandi. Niatnya ingin menyiapkan air hangat untuk suaminya. Namun, langkahnya di tahan oleh Jery.


" Sayang". Jery menarik tangan istrinya dan kini mereka berdua saling tatap satu sama lainnya. Velyn tampak berdebar debar akan tatapan dalam suaminya saat ini.


" Kamu sangat cantik memakai hijab seperti ini". Puji Jery yang memang tidak bisa menahan diri nya lagi untuk memuji istrinya. Velyn pun tersipu malu. Wajahnya merona, dan ia menundukkan kepala nya.


" Jangan pernah di lepas lagi ya!!!". Sambung Jery lagi sembari mengecup bibir Velyn.


Velyn pun mengangguk kan kepalanya sembari menikmati pagutan bibir dari suaminya. Bahkan agukan kepalanya tampak tak jelas, karena Jery malah semakin dalam ******* bibir tipis miliknya itu.


" Biar aku siapkan air hangat dulu untuk mas ya". Velyn langsung beranjak secepat kilat dari hadapan suaminya saat Jerry telah melepaskan pagutan bibirnya yang sempat tertaut.


Jery mengulum senyumnya ketika melihat punggung istrinya hilang di balik pintu kamar mandi. Dan pria beranak dua itu kini pun, mulai menyusul langkah istrinya menuju arah kamar mandi juga.


TBC